
Seminggu berlalu kini Yunita dan Regan terlihat bersiap-siap untuk menghadiri pernikahan teman semasa SMP Regan yang bahkan repot repot datang ke kediaman mereka hanya untuk mengundang mereka secara khusus
Awal nya Regan menolak untuk hadir namun Yunita memaksa lantaran merasa tak tega karena teman Regan yang sudah jauh jauh datang kekediaman mereka yang terletak cukup jauh dari kota
Akhir nya Regan pun setuju lantaran tak ingin nanti Yunita akan marah kepada nya setelah ia berhasil membujuk wanita itu saat ia marah karena masalah pertemuan dengan dokter Adistia
Yunita cantik dengan gaun putih nya yang terbilang tertutup karena kekurangan gaun itu hanya tak menutup penuh kaki Yunita yang mulus, karena gaun itu hanya sebatas lutut
Sedang kan Regan kini tampan dengan jas hitam pilihan istri nya, sekarang apapun yang Yunita pilih kan untuk nya selalu ia sukai
“Sudah, ayo.” ucap Yunita setelah selesai membantu Regan untuk bersiap siap, mereka pun kini keluar dari kamar mereka dan akan segera pergi ke gedung di mana acara itu di mulai
Sepanjang perjalanan Yunita merasa sangat bahagia membayangkan betapa banyak nya makanan di sana nanti, ia tak henti henti nya tersenyum memikirkan makanan yang akan masuk ke dalam perut nya
“Kenapa terlihat sangat bahagia sekali?” tanya Regan melihat wajah istri nya yang full senyum
Yunita melirik Regan sekilas seraya menggelengkan kepalanya, mana mungkin ia akan mengatakan jika ia tengah membayangkan banyak makanan di acara pernikahan teman suami nya itu
Cukup jauh dari kediaman mereka hingga membutuhkan waktu 1 setengah jam untuk sampai di depan gedung acara itu, Regan dan Yunita pun keluar dengan Yunita yang menggandeng lengan Regan
Terlihat di sana sangat ramai tamu bahkan tak jarang ada yang menyapa Regan yang dulu menjadi pria idola di sekolah nya lantaran ketampanan dan kepintaran nya
Meskipun sedikit kesal namun Yunita berusaha untuk tidak menunjukkan rasa kesal nya, setidak nya ia masih punya malu untuk membuat kerusuhan di tempat yang ramai itu
__ADS_1
“Mereka gak liat kamu sama cewek cantik+bunting gini apa?” gerutu nya pada Regan, sudah Regan duga jika Yunita akan kesal dengan sapaan beberapa orang pada nya
Memilih untuk diam lantaran memang tak ingin berbicara panjang lebar di tempat yang ramai itu, kalau bisa ia hanya ingin datang lalu segera pulang saja dari tempat itu karena meskipun Yunita hanya bisa melihat betapa genit nya wanita yang menyapa Regan, tapi Regan kini justru bisa melihat tatapan tertarik para pria disana pada istri nya padahal jelas perut Yunita kini kian membesar
“Cepat lah berikan kado nya lalu kita pulang.” ucap Regan benar benar tak tahan berada di tempat itu lantaran tatapan para pria yang menuju pada istri nya
Yunita memutar bola mata malas, padahal ia belum mencicipi makanan sedikit pun namun Regan justru segera mengajak nya untuk pulang jelas saja ia tak setuju dengan hal itu
“Makan dulu, pamali loh gak makan.” ucap Yunita asal, nyata nya ia kini tak bisa menahan diri untuk tidak mencoba hidangan yang sudah tersedia di sana
Regan menatap Yunita yang kini menatap senang pada makanan di sana, ia jelas paham apa isi otak istri nya itu pasti ingin mencicipi semua makanan di sana, heran pada Yunita yang padahal memiliki suami orang kaya namun tetap saja lebih suka yang gratisan
“Kalau kau mau kita bisa beli di luar sayang, sekalian toko nya.” ucap Regan yang kini melihat Yunita tengah menatap beberapa cookies yang tersedia di meja tepat di hadapan mereka
Yunita pun berjalan seraya memegangi perut nya menuju ke meja makanan itu, tangan nya pun bergerak mengambil sebuah cookies namun justru secara bersamaan tangan nya menyentuh tangan seseorang yang juga akan mengambil cookies itu
“Oohh maaf mbak.” ucap Yunita seraya menunduk
Yunita pun kini mengangkat wajah nya menatap orang itu seketika matanya membulat kala melihat dokter Adhistia lah yang berada di hadapan nya, awal nya ia ingin merelakan cookies itu namun melihat wanita itu yang berada di hadapan nya mendadak rasa rela itu menghilang saat ini
“Dokter Adhistia?” ucap Yunita tanpa di sadari
Dokter Adhistia juga tampak terkejut melihat kehadiran Yunita di sana, seketika matanya memindai sekeliling mencoba mencari sosok yang ingin ia lihat
__ADS_1
Melihat itu Yunita juga ikut menatap arah tatapan dokter Adhistia yang kini berhenti pada tempat Regan yang terlihat tengah berbincang dengan beberapa pria, entah sejak kapan ia menemukan teman teman nya yang jelas kini Yunita merasa tak terima lantaran dokter Adhistia kentara sekali mencari keberadaan suami nya
“Lihat siapa dok?” tanya Yunita mengaget kan dokter Adhistia yang tengah menatap Regan dengan sedikit senyuman
“Hah? ah tidak, tidak lihat siapa siapa.” ucap Dokter Adhistia tersenyum canggung seraya menyelipkan sedikit rambut nya ke belakang
Yunita menarik sebelah sudut bibir nya, bisa bisa nya dokter Adhistia mengelak sedangkan jelas Yunita sudah menyadari arah pandangan nya
Tatapan Yunita pun beralih pada cookies yang tak banyak tersisa. “you want this right?” ucap nya menyodorkan coookies itu pada dokter Adhistia
Dokter Adhistia menatap cookies itu yang berada di tangan Yunita seraya menggelengkan kepala. “Tidak apa, kau boleh memakan nya.” ucap dokter Adhistia ramah
Namun keramahan dokter itu tak ada artinya di hadapan Yunita, Yunita menarik tangan dokter Adhistia lalu menaruh beberapa cookies itu seraya tersenyum sinis
“Kau bisa mengambil nya dok karena memang kau yang dulu memiliki nya, lagi pula aku tidak suka melirik atau mengambil sesuatu yang sudah jelas jelas milik orang lain.” ucap Yunita lembut namun mampu menusuk relung hati dokter Adhistia
Dokter Adhistia hanya bisa tersenyum kaku mendengar skakmatt dari Yunita, jujur ia benar benar merasa tersinggung dengan ucapan Yunita yang seperti sedang menyindir diri nya
Sedangkan Yunita kini pergi meninggalkan dokter Adhistia setelah memberinya ucapan yang menusuk jantung dengan merubah raut wajah nya yang semula tersenyum manis di hadapan dokter Adhistia kini justru berubah menjadi datar
“Kau pikir aku akan membiarkan mu mendekati suami ku kembali?” gerutu nya seraya berjalan mendekati Regan
Regan pun menatap Yunita yang kini terlihat berjalan menghampiri nya seketika ia mengerutkan kening kala melihat sosok yang tak asing berada di belakang istri nya itu
__ADS_1
“Clara disini?” gumam nya