
Budayakan like setelah baca ya, Happy reading 😘
Kini Regan dan Yunita berada di dalam mobil yang hening, sepi tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Yunita mau pun Regan,Yunita kalut dalam pikiran nya yang merencanakan mulai dari mana ia akan menghajar wanita perusak itu nanti
Yunita terpaksa ikut Regan dan meninggalkan kakak nya yang tengah berkunjung kerumah utama padahal ia ingin sekali bercerita dengan kakak nya itu dan meminta saran juga atas masalah yang kini mendatangi kehidupan nya dan Regan
Sedang kan Regan kalut dalam pikiran nya yang memikirkan bagaimana reaksi istri nya ketika bertemu orang yang ia yakini sebagai orang ketiga dalam rumah tangga mereka
Tanpa di sadari Regan terkekeh membayangkan hal itu,membuat Yunita yang berada di samping nya menatap bingung pada suami nya itu,tentu saja ia merasa aneh lantaran mereka sedari tadi hanya diam namun tiba tiba Regan tertawa. Aneh bukan?
“Kenapa tertawa? Kau kehilangan waras mu sekarang?” tanya Yunita mencebik pada Regan
Regan tak menghiraukan ucapan Yunita ia tetap fokus menyetir membuat Yunita merasa kesal lantaran merasa di abaikan,belum bertemu dengan wanita itu saja ia sudah di abaikan,apalagi jika nanti mereka bertemu,pikir Yunita
Yunita menghela nafas menatap jalanan yang di penuhi pepohonan,kening nya berkerut lantaran merasa tak asing dengan jalanan yang mereka tempuh,ingatan nya tertuju pada ucapan nya saat ia masih sekolah
ia masih ingat dulu saat masih bersemangat mengejar cinta Regan,ia pernah mengatakan ingin membangun rumah mereka di tempat yang alami, banyak di tumbuhi pepohonan dan jauh dari kota lantaran tak ingin merasakan berisik dan banyak polusi
“Apa dia menyembunyikan wanita itu di sini?” ucap Yunita membatin, matanya menatap tajam Regan yang kini tengah fokus menyetir
“Kau,apa kau ingat dulu aku pernah mengatakan ingin membangun sebuah rumah di tempat yang persis seperti ini?” tanya Yunita pada Regan
“Hm.” jawab Regan yang hanya berdehem, meskipun sedikit kesal dengan jawaban singkat dari suami nya,Yunita tetap melanjutkan pertanyaan nya demi menghilangkan rasa penasaran nya
“Apa kau menyembunyikan wanita itu di sini?”
“Bisa di bilang begitu.” ucap Regan santai tanpa menatap Yunita sedikit pun,ia tak ingin jika nanti tak dapat menahan rasa tawa melihat wajah Yunita yang kesal
“Jangan bilang kau membelikan rumah untuk nya di sini?” ucap Yunita perlahan,berharap jika apa yang ia pikirkan tak menjadi kenyataan
“Akan.”
“Are you crazy?” cecar Yunita sedikit meninggikan suara nya,kini puncak amarah nya sudah berada di level 100,bisa bisa nya Regan akan membelikan sebuah rumah untuk wanita itu terlebih di tempat seperti yang Yunita impikan selama ini
__ADS_1
“No, I'm still sane.” ucap nya santai tanpa beban sedangkan Yunita kini menatap nya tajam dengan deru nafas yang tidak beraturan,mata nya pun sudah berkaca kaca mendengar jawaban santai Regan
“kau masih waras tapi berniat membelikan rumah di lingkungan yang selama ini aku impikan?” pekik Yunita dengan refleks memukul lengan Regan
“Yap.” lagi Regan berucap santai yang semakin membuat Yunita merasa ingin mencekik suami nya itu
“It's my dream Regan! Not her!” ucap Yunita bak seperti di film kesukaan nya tentang pelakor
Regan tak menanggapi ucapan Yunita yang menurut nya terlalu kebanyakan menonton film drama hingga membuat nya ikut ikutan terbawa emosional,padahal istri nya itu memang benar benar tengah emosi lantaran mengira ia benar benar berselingkuh
“Gila kamu! turunin aku di sini!” ujar Yunita mengambil tas nya yang berada di jok belakang,namun Regan tak menuruti keinginan nya
“Aku bilang stop di sini!” ucap Yunita lagi,dan lagi lagi Regan tak menanggapi permintaan nya
“Sebentar lagi,nanggung.”
Benar saja tak lama kemudian mobil yang mereka kendarai berhenti di depan bangunan yang belum sepenuh nya jadi,mungkin masih 40% pengerjaan
Tanpa menunggu,Yunita pun keluar dari mobil dan menutup pintu mobil dengan kasar,ia melangkah hendak menjauh dari mobil itu namun langkah nya terhenti kala melihat bangunan besar di depan nya
“Kenapa berhenti di sini? apa jangan jangan ini rumah yang akan dia beli untuk perempuan itu?” ucap nya membatin menatap bangunan besar itu,jujur ia benar benar iri jika memang benar itu terjadi dan tentu ia akan benar benar marah pula
Yunita mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan Regan yang tak ia temui. “Dimana dia?” tanya nya menajamkan penglihatan nya,mata nya terhenti kala melihat Regan berjalan menuju bangunan yang belum siap itu
“Dia kesana? jadi benar ini rumah untuk perempuan itu?” ucap nya yang merasakan dada nya semakin sesak,ingin rasanya ia berteriak saat itu juga
“Dia benar benar gila! aku tidak akan tinggal diam! akan ku beritahu semua orang sekarang!” ucap nya merogoh ponsel nya dari dalam tas
Ia menekan nomor ponsel kakak nya mengingat kakak nya itu kini berada di rumah utama
tuuutt tuuuttt
tak butuh waktu lama akhirnya Yoonia menjawab telepon nya. “Halo?” terdengar suara Yoonia dari telepon
__ADS_1
Yunita yang belum sanggup untuk memberitahu semua nya pun hanya bisa menutup mulut menyembunyikan tangis nya,hal itu membuat Yoonia kembali bersuara kala mendengar Isak tangis adik nya
“Kau kenapa? kenapa menangis?” tanya Yoonia panik,lantaran adik dan adik ipar nya beberapa puluh menit yang lalu pamit ingin keluar lalu tiba tiba adik nya menelpon tanpa berbicara dan hanya terdengar Isak tangis dari adik nya,tentu saja hal itu membuat wanita yang tengah mengandung itu merasa khawatir
“Kalian tidak apa apa kan? apa terjadi sesuatu?” tanya Yoonia kembali
“Kak,Regan cosplay jadi mas Aris.” ucap Yunita masih dengan isakan tangis nya
“Mas Aris? Mas Aris siapa maksud...” Yoonia terbelalak menyadari jika yang Yunita maksud adalah pria yang berada di film pelakor itu
“Maksud mu Regan itu?” tanya Yoonia memastikan,Yunita tak menjawab,ia hanya mengeraskan suara tangis nya membuat Yoonia paham dengan jawaban adik nya itu
“Dimana kalian sekarang? kakak suruh mas Agus jemput kamu.” ucap Yoonia kini terdengar serius,tentu ia tak suka jika Adik nya di khianati
“Nita di..”
Regan segera merampas ponsel Yunita lalu mematikan ponsel tersebut membuat Yunita memekik kemarahan bahkan memukul pria itu secara bertubi tubi
“Kembalikan ponsel ku brengsek!” ucap Yunita memukul Regan dengan sangat keras membuat pria itu harus menahan sakit
“Dengar dulu..” ucap Regan mencengkeram tangan Yunita erat hingga membuat wanita itu terdiam dan menatap nya dengan tajam
“Apa lagi? kau mau pamerr jika itu rumah yang akan kau bangun untuk perempuan itu begitu?” ucap Yunita dengan nafas menggebu-gebu
“ikut aku dulu,kita akan bertemu dengan seseorang.” ucap Regan menarik pergelangan tangan Yunita namun di tahan oleh wanita yang berstatus sebagai istri nya itu
“Aku mau pulang! aku tidak Sudi bertemu dengan nya,dan setelah ini aku minta...”
Cup!
“Jangan pernah sekali pun mengucapkan kata itu.”
*Terima kasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di ceritaku🥰
__ADS_1
Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰
Author juga minta tolong kasi rate nya sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏*