
Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading 😘
”What Nikah?!” bukan Regan dan Yunita namun hanya Yunita saja yang memekik tidak terima di nikahkan,bukan karena tak Sudi menikah dengan Regan,hanya saja ia memiliki impian jika sudah menikah akan menjadi ibu rumah tangga saja yang fokus mengurus rumah tangga nya,sedangkan ia kini tengah mengelola perusahaan cabang milik ayah nya yang baru di kelola hari ini,bukan kah tiak lucu jika ia harus berhenti sehari setelah ia bekerja?
“Kau benar nak,mereka harus di nikahkan tapi tidak secara mendadak,karena itu akan menjadi bahan omongan oleh masyarakat.” ucap Adiwijaya,benar juga jika dinikahkan secara mendadak maka bisa saja orang berasumsi yang tidak tidak pada keluarga mereka
“Benar! Mari kita bicarakan pertunangan mereka terlebih dahulu.” ucap Brasmayanto merangkul pundak Adiwijaya dan membawa nya keluar dari kamar Regan tentu saja bersama istri tercinta nya. Melihat itu Yunita merasa kebingungan padahal baru saja ia merasa takut akan kemarahan ayahnya yang memuncak namun tiba tiba mereka ditinggal begitu saja?
Kini tinggal lah dua pasangan itu,Yoonia menghampiri adiknya yang kini tengah mematung di bantu oleh Agus yang memeluk pinggang Yoonia agar tidak terjatuh. “Ciee yang mau nikah.” ucap Yoonia membentur kan bahunya pada bahu Yunita sehingga membuat Yunita tersadar dari lamunannya
“Kak! Kakak tega fitnah Nita!” ucapnya kesal pada sang kakak. “fitnah apaan? Kan beneran tadi kalian ehem ehem!” ucap Yoonia kembali menggoda Yunita dengan senyum yang sangat menjengkelkan di mata Yunita
Jika saja tidak mengingat bahwa kini kakaknya tengah hamil besar maka sudah dapat dipastikan ia akan menjambak rambut kakaknya saat itu juga. “Selamat bro!” ucap Agus dengan merangkul Regan sambil membawanya keluar dari kamar. “Terima kasih paman!” ucap Regan sebelum akhirnya mereka melangkah menuju pintu
“Adik ipar ku,tolong jaga kakak mu ya,kakak ipar mu ini akan memberikan beberapa tips menjadi seorang suami yang baik pada calon suami mu ini!” ucap Agus sebelum benar benar meninggalkan ruangan itu. “Suami yang baik katanya!” ucap Yoonia mencebik,sedangkan Yunita kini terperangah menatap kepergian Regan dan Agus
Ada apa ini? Kenapa semua nya bersikap biasa saja setelah membuat nya terkejut setengah mati. “Kak ini ada apa?” tanya Yunita pada Yoonia yang kini tengah duduk di atas ranjang sambil memakan makanan yang tadi Regan bawa untuk Yunita,memang semenjak hamil nafsu dan porsi makannya bertambah
__ADS_1
“Apa nya?” tanya Yoonia yang tak begitu acuh pada ucapan Yunita dan masih fokus memakan makanan itu. “Kenapa aku merasa ada yang aneh disini?” Yunita pun duduk di samping kakak nya menyomot makanan yang ada di piring. “Ih!” bentak Yoonia merasa kesal karena Yunita memakan makanan yang telah menjadi hak miliknya
“heh itu makanan ku!” ucap Yunita mencebik,memang kedua kakak adik ini suka sekali makan namun mereka berada di tim walaupun suka makan banyak namun berat badan mereka gak nambah. “kak, Nita nanya kok gak dijawab.” lagi ia bertanya kala Yoonia tak menjawab pertanyaan nya
“apasih,udah gausah banyak tanya deh, langsung nikah terus entar bikin anak,jangan lupa belajar dulu.” ucap Yoonia terkekeh lalu pergi meninggalkan Yunita yang merasa kesal karena tak dapat jawaban dari pertanyaan nya. “Astaga punya kakak satu gaada akhlak nya sama sekali!” ucap nya menatap kepergian sang kakak,lalu kembali ia memindai seluruh ruangan itu bingung hendak melakukan apa disaat keadaan masih membingungkan baginya
Akhirnya Yunita memilih untuk turun karena selain merasa bosan ia juga merasa sangat lapar. “Dasar kakak lucnut,adik nya lagi sakit tapi dia yang makan!” gerutu nya yang tak habis habisnya mengomel untuk sang kakak,saat telah berada di depan ruang tamu seluruh tatapan pun tertuju pada Yunita entah mengapa hal itu membuat nya bergedik ngeri
“Apa aku melakukan kesalahan? Kenapa mereka semua menatap ku seperti itu?” tanya nya membatin pada diri sendiri. “Ni..Nita lapar!” setelah mengatakan hal itu semua orang pun kembali mengobrol dan mengabaikan Yunita
“Ish! Aku kan sedang sakit kenapa tidak ada yang mau menemani ku makan? Terus makanan nya juga ada dimana? Astaga aku bingung sekali!” ucapnya setelah berada di dapur, ia sangat kesal karena tak ada yang mau menemani nya terlebih ia juga tidak mengetahui tata letak di dapur itu
Rasa yang dulu sempat hilang kini kembali datang. “hm,bukan kah kau ingin ada yang menemani?” mendengar itu wajah Yunita pun memerah. “Astaga jadi dia mendengar nya?” ucap Yunita membatin. “Tidak perlu malu,itu bukan khas dari dirimu!” what? Apa maksudnya? Apa menurut nya Yunita tidak memiliki rasa malu?
“jadi maksud mu aku tidak punya rasa malu begitu?” ucap Yunita yang tentu saja marah karena dirinya di katai tidak memiliki rasa malu. “kurang lebih begitu!” astaga benar benar merusak mood Yunita saja! “Kenapa kau selalu membuat ku ke...” satu suapan masuk kedalam mulut Yunita sebelum ia menyelesaikan ucapannya
“Makan! Kau harus sangat sehat di hari pertunangan kita!” mendengar kata pertunangan mengingat kan Yunita pada sikap semua orang sebelum nya membuat nya ingin sekali bertanya pada Regan. “aku tanya tidak ya? Bagaimana jika nanti dia meminta imbalan?” ucapnya merenung membuat Regan menoyor kepala Yunita
__ADS_1
“Aku suruh makan bukan melamun!” Yunita hanya bisa meringis sambil memegangi kepalanya. “Apa kau ingin bertanya sesuatu?” melihat raut wajah Yunita yang kebingungan saat melamun membuat Regan yakin jika Yunita ingin menanyakan sesuatu padanya,Yuntia mengangguk “Kenapa semua orang bersikap aneh? Maksudku kenapa semua orang bersikap tenang setelah melihat kita sedang...”
Yunita pun langsung menutup mulutnya rapat rapat tak ingin jika nanti mulutnya itu mengatakan hal yang bisa membuat nya merasa malu. “Maksud mu kejadian di kamar tadi?” tanya Regan memperjelas maksud ucapan Yunita,lagi Yunita mengangguk mengiyakan pertanyaan Regan. “Ooh itu,saat kau masih pingsan kami memang sudah membicarakan tentang pernikahan kita.” ucap Regan santai dengan wajah tanpa dosa nya
“Kenapa tidak ada yang memberitahu ku?!” ucap Yunita kesal. “Kenapa harus memberitahu mu?” pertanyaan macam apa itu? Disini Yunita lah peran utama nya namun ia bertanya kenapa Yunita harus diberitahu? “Hei aku lah yang akan menikah,tentu saja aku harus diberitahu!”
“Aku juga akan menikah!” jawab Regan tak mau kalah. “Astaga apa aku sanggup hidup dengan pria ini selamanya?” kini Yunita pun ragu dengan pria yang pernah ia cintai itu melihat betapa menyebalkan nya seorang Regan. “Terserah! Tapi aku masih mau bekerja di kantor!” satu permintaan Yunita yang masih bisa dikabulkan oleh Regan
“Tentu,selama kita belum sah maka kau boleh bekerja di kantor!” sedikit kecewa karena ia harus merelakan pekerjaan yang baru saja ia mulai. “Baiklah,aku ada kontrak dengan perusahaan Harlan jadi..”
“Harlan?” Yunita mengangguk. “kami baru saja menandatangani kontrak dan...”
“Kau tidak boleh bekerja mulai besok dan seterusnya!”
“apa?!” pekik Yunita tak percaya baru saja Regan memberinya izin untuk bekerja namun setelah mendengar nama Harlan ia langsung berubah pikiran. “Kau tidak bis...” kembali Regan menyuapi Yunita agar ia tak bisa melanjutkan ucapannya
“Regan!!” pekik Yunita dengan mulut yang terisi penuh
__ADS_1
Author minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya,terima kasih🥰🙏Kembang kopi nya jangan lupa😘😘😋