
Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading 😘
Yunita kembali ke rumah dengan perasaan senang,sejenak ia melupakan jika sebelumnya ia merasa sedih dan khawatir,namun Regan bisa membuat nya melupakan hal itu meski sejenak,karena sesampai nya ia di rumah,ia langsung di suguhkan dengan beberapa pertanyaan oleh ayah dan bunda nya yang juga khawatir terhadap Sindy
“Bagaimana? apa sekarang sudah ada kabar dari Sindy?” tanya Bunda yang membawa makanan dan minuman untuk Yunita,ia tau jika Putri nya itu tentu belum merasakan makan dan minum karena mengkhawatirkan sahabat nya
“Belum Bun,penculik nya sangat cerdik hingga tak meninggalkan jejak sedikit pun.” lirih Yunita,kembali ia merasa bersalah karena tak bisa menjaga sahabat nya
“Sudah lah,kita berdo'a saja semoga Sindy baik baik saja dan segera pulang.” ucap Bunda Mira
Yunita hanya mengangguk lalu ia segera melangkah menuju kamar nya tanpa menyentuh makanan atau minuman yang bunda nya siap kan untuk diri nya,melihat itu bunda dan ayah nya pun merasa khawatir pada Putri mereka
karena untuk pertama kali nya mereka melihat jika Putri mereka tak menyentuh makanan dan minuman lebih dari 2 jam,karena Yunita adalah orang yang suka makan tak peduli apapun keadaan nya,karena ia benar benar tidak bisa menahan lapar
Yunita merebahkan diri di ranjang empuk milik nya,ia memejamkan mata nya menenangkan pikiran,namun semua itu terganggu saat ponsel nya tiba tiba berdering
dengan gerakan malas ia meraih ponsel nya yang berada di dalam tas kecil nya,tertera nama Regan di sana, memang sudah rutinitas jika jam tidur mereka akan melakukan sleep call
bukan keinginan nya melainkan keinginan Regan,dengan alasan tak ingin terkejut melihat wajah jelek Yunita saat tidur jika nanti mereka menikah,tentu saja Yunita tak terima dengan hal itu,ia pun menurut saja demi membuktikan bahwa diri nya tetap cantik meskipun dalam keadaan tidur
namun Yunita tak menyangka jika Regan tetap melakukan rutinitas mereka meskipun kini Yunita tengah merasa cemas. “Apa dia benar benar pohon pisang?” gerutu nya sebelum akhirnya mengangkat panggilan video dari Regan
“Astaga pantas saja dari tadi aku mencium bau tidak sedap,ternyata itu dari tubuh mu?” ucap nya setelah Yunita mengangkat panggilan nya
Yunita berdecak kesal,setelah ia dengan terpaksa harus mengangkat panggilan itu meski tubuh nya merasa lelah,ia juga mendapatkan pujian tak sedap dari calon suami nya itu
__ADS_1
“Mau aku matikan panggilan nya?” berbicara ketus adalah jurus andalan nya agar Regan menyadari jika kini ia merasa kesal dengan perkataan Regan
“seperti nya hidung bermasalah, sekarang aku mencium aroma wangi seperti bunga melati.”
bukan nya bahagia,Yunita justru semakin kesal lantaran Regan memuji nya dengan asal asalan seperti itu. “Kau pikir aku mbak Kunti?” kesal nya
entah memang Regan tak paham dengan kata kata romantis atau memang sengaja membuat Yunita emosi,yang jelas kini Yunita benar benar kehilangan selera untuk melakukan panggilan video dengan Regab
“Astaga,aku salah lagi?” tanya nya tanpa dosa, bagaimana mungkin ia tak menyadari jika kata kata nya itu bukan memuji melainkan tengah mengejek Yunita
“pikir saja sendiri!” setelah mengatakan hal itu Yunita pun melempar ponsel nya ke ranjang, sedangkan dia kini memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri yang terasa lengket karena sempat bermain dengan Darrel
“oh ayolah aku sedang tidak ingin berpikir keras.” ucap Regan namun terlambat karena Yunita lebih dulu memasuki kamar mandi dan tidak mendengar ucapan nya
Regan yang sudah paham jika Yunita sedang berada di kamar mandi pun hanya bisa menunggu sampai wanita nya itu selesai dengan ritual pembersihan diri nya,selang beberapa menit akhirnya Yunita pun selesai
Ia memilih piyama biru gelap,setelah memakai pakaian nya ia pun meraih ponsel nya yang tergeletak di ranjang,namun aneh nya tak ada Regan di sana. “Apa dia sedang di kamar mandi?” ucap nya bermonolog dengan diri nya sendiri
tak ingin ambil pusing,kini Yunita yang gantian menunggu Regan yang entah kemana,Yunita pun memejamkan mata nya barang sebentar menunggu Regan
Tak lama kemudian Regan muncul kembali di panggilan video itu, Mungkin memang benar ia dari kamar mandi
“Astaga dia tertidur? aku bahkan menunggu nya selama 20 menit tapi dia sudah tertidur dalam beberapa menit saja?” ucap nya menatap wajah Yunita yang kini terlihat jelas tengah memejam kan mata
“Lihat lah tidur nya sangat jelek!” ia mengatakan jika Yunita terlihat jelek tapi sangat berbeda dengan raut wajah nya yang tersenyum menatap wajah cantik Yunita
__ADS_1
“Aku masih mendengar mu beruang kutub!” Regan tersedak ludah kala Yunita berucap dengan mata terpejam, bagaimana tidak? ia mengira jika wanita nya itu sudah terlelap dengan pulas namun ternyata ia masih mendengar ucapan Regan
“Kau belum tidur? ku kira kau sudah masuk ke alam mimpi mu.” ucap nya se akan akan tidak terjadi apapun sebelum nya
“Aku baru akan tidur,tapi suara mu itu sangat mengganggu ku!”
masih dengan mata terpejam ia berucap, rasanya berat sekali meskipun hanya untuk membuka kelopak mata nya
“Tidur lah aku akan diam.” ia benar benar tengah berbaik hati mengizinkan Yunita untuk tidur,jujur ia juga merasa kasihan pada tunangan nya itu,terlihat sekali jika ia sangat kekalahan menjaga anak Sindy dan Darrel seharian ini
“Astaga Rian,karena kau kini Yunita ku merasa kelelahan! awas saja kau nanti!” umpat nya yang tentu saja hanya bisa ia ucapkan di dalam hati nya karena tak ingin jika nanti Yunita mendengar semua nya
“Apa sebegitu lelah nya kau menjaga seorang anak? kalau begitu kita tidak perlu memiliki anak,karena hidup berdua bersama mu saja sudah cukup bagi ku.”
kata kata yang sangat jarang ia lontarkan kini ia ucapkan pada Yunita,sayang sekali Yunita kini sudah memasuki alam mimpi nya hingga ia tak mendengar perkataan manis dari Regan
Sedangkan di tempat lain kini Sindy dan Ryan tengah saling menatap,setelah Ryan menceritakan kejadian yang membuat mereka berdua berpisah itu kini Sindy memikirkan kembali jika memang itu tak sepenuh nya kesalahan Ryan,ia juga salah karena tak mendengar kan penjelasan Ryan terlebih dahulu
“Kau percaya?” tanya Ryan yang melihat Sindy hanya diam tanpa memberi respon apapun pada nya padahal ia sudah bercerita dari Sabang sampai Merauke
“Jawab atau aku akan membuat mu berbicara dengan cara ku sendiri!” ancam nya dengan sudut bibir yang terangkat menampilkan senyuman yang penuh arti pada Sindy
“Eumpphhhh!!”
Terima kasih sudah membaca karya ku sampaii bab ini, Semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika ada kesalahan atau ketidakpuasan di ceritaku 🥰
__ADS_1
mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏
Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏