MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 77


__ADS_3

Salah besar jika mengira Yunita akan mempermudah tugas ketiga wanita itu,nyatanya yang ia minta bukan sembarang rujak,pantas saja ia memberikan uang lebih pada Sinta dengan alasan untuk beli minum


Sinta akhir nya pergi dengan hati tidak tenang,dimana ia harus mencari penjual rujak yang memiliki istri sedang hamil? pikir Sinta


Ingin berbohong namun ia di temani oleh orang suruhan Yunita agar Sinta tidak bisa membohongi nya nanti


Kini giliran Agnes dan Mika,kedua wanita itu kini semakin tegang, melihat bagaimana istri bos nya memberikan tugas pada Sinta,tentu tugas mereka juga tidak akan jauh berbeda dari teman kerja mereka


“Siapa yang mau memijat saya?” Tanya Yunita kemudian


Tak ada yang menjawab,kedua wanita itu justru hanya saling menatap lantaran mengira jika yang Yunita minta bukan pijatan biasa,entah apa yang akan ia minta nanti nya


Akhir nya mau tak mau Mika maju untuk menawarkan diri, meskipun sedikit takut namun ia tetap maju ketika melihat tatapan membola dari Agnes yang meminta nya untuk maju


“Pijat saya dengan benar.” ucap Yunita meluruskan kedua kaki nya di sofa,Mika hanya diam mematung lantaran mengira tugas nya akan sedikit berbeda


“Tunggu apa lagi? ayo pijat!” ucap Yunita sedikit membentak lantaran Mika tak kunjung bergerak dari tempat nya


“Pijat saja buk?” tanya Mika


“Kamu mau tugas tambahan?” tanya Yunita lantaran mendapat pertanyaan aneh dari Mika,tentu saja hanya memijat lalu apalagi? pikir Yunita


Dengan cepat Mika bergerak menghampiri Yunita,melihat Mika mendekat akhir nya Regan pun bangkit dan duduk di kursi kerja nya,ia kembali melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda akibat kerusuhan yang terjadi di bawah tadi


Mika benar benar mendapatkan tugas yang ringan lantaran hanya memijat kaki Yunita saja,hal itu membuat Agnes sedikit menyesal lantaran menolak tugas itu tadi


“Kalau tahu hanya memijat lebih baik aku saja tadi yang maju!” ucap nya membatin menatap iri pada Mika


“Lalu tugas saya apa ya buk?” tanya Agnes kemudian,ia berharap tugas nya lebih ringan lagi dari pada Sinta dan Mika


Yunita tampak berpikir ia belum mendapatkan ide untuk yang satu ini


“Yang pergi tadi siapa nama nya?” tanya Yunita yang lupa untuk menanyakan ketiga nama wanita itu

__ADS_1


“Sinta buk.” ucap Agnes dan Mika bersamaan


“Dan kau?” tanya Yunita pada Mika


“Saya Mika buk.” jawab Mika kemudian


“Saya Agnes buk.” ucap Agnes kemudian setelah mendapat tatapan tanya dari istri bos nya


Yunita manggut-manggut saja,beruntung nama ketiga wanita itu tidak sulit untuk di ingat


“Karena Sinta sudah pergi membeli kan saya rujak,jadi tugas kamu jadi pesuruh saya di sini.”


Agnes menelan Saliva dengan berat,entah mengapa muncul bayangan ia akan merasa lelah akibat di suruh oleh istri boss nya itu,Memang terlihat semena mena namun itu lebih baik dari pada harus di pecat oleh Regan


.


.


.


Mika yang sejak tadi memijat Yunita kini merasa kebas lantaran memijat Yunita tanpa henti,memang tugas nya di bilang paling mudah namun juga tak semudah yang di lihat. Tangan nya yang kebas harus memijat kaki istri bos nya yang mungkin tidak merasakan apapun


Tak jauh berbeda dari Agnes yang sejak tadi sudah berpuluhan kali naik turun lift lantaran memenuhi permintaan istri bos nya yang meminta makanan penunda lapar sebelum Sinta kembali,Kaki nya terasa mati rasa saat ini,ingin mengeluh namun takut jika nanti hukuman nya akan di tambah jadi lebih berat


Sedang kan Sinta yang memiliki tugas paling berat kini harus keliling jalan hanya untuk mencari rujak yang penjual nya mempunyai istri yang sedang mengandung,beruntung Sinta bisa menemukan nya meskipun harus berkeliling ber jam jam terlebih dahulu


“Permisi buk,ini rujak nya.” ucap Sinta dengan nafas tersengal-sengal menandakan betapa lelah nya ia seharian ini mencari rujak seperti yang di inginkan istri bos nya


Yunita meraih kantong kresek yang Sinta berikan pada nya. “Apa penjual nya memiliki istri yang sedang mengandung?” tanya Yunita


Sinta mengangguk lantaran tak sanggup untuk mengucapkan sepatah kata pun,sedangkan pria berbadan kekar yang menjadi bodyguard nya hari ini juga mengangguk setelah mendapat tatapan dari bos nya


“Terima kasih,kau pasti sangat lelah.” ucap Yunita menyodorkan jus jeruk yang tadi ia minta Agnes untuk membelikan nya

__ADS_1


Sengaja ia tidak meminumnya lantaran memang akan memberikan nya pada Sinta,Sinta tampak ragu untuk mengambil minuman tersebut namun akhir nya ia pun meraih minuman itu dan meneguk nya


Sedang kan rujak yang tadi ia beli justru di berikan Yunita kepada ketiga wanita itu,jelas saja Sinta merasa terkejut,susah payah ia mencari rujak itu namun Yunita justru mengembalikan nya pada mereka


“Makan lah untuk kalian,aku juga sudah memesan makanan di bawa untuk kalian.” ucap Yunita datar


Memang sikap awal nya terlihat kejam namun ia juga tak sekejam itu,ia masih memiliki rasa kasihan dengan membelikan mereka makanan yang sudah ia siap kan di bawah


Ketiga karyawan itu pun membungkuk seraya mengucapkan terima kasih sebelum akhir nya mereka keluar dari ruangan tersebut dan di ikuti oleh bodyguard nya tadi


“Kenapa kau bersikap baik pada mereka?” tanya Regan mendekati istri nya setelah mereka tinggal berdua di ruangan tersebut


“Nanti baby kita ikutan jahat kalau mommy nya jahat.” ucap Yunita terkekeh,ia tak berbohong ia sangat percaya apapun yang di lakukan mommy nya akan diikuti oleh bayi nya


Regan tersenyum seraya mengelus perut Yunita dengan lembut,bahkan ia juga lupa jika mereka akan menjadi orang tua nanti


“Jadi anak yang baik ya Dek.” ucap Regan mengecup perut rata Yunita


Yunita pun mengusap lembut kepala Regan,namun kecupan itu justru naik ke dada dan leher Yunita membuat nya merasa sedikit geli


“Ini kantor sayang.” ucap Yunita mencubit perut Regan lantaran merasa kesal


Bisa bisa nya suami nya itu melakukan hal mesum di kantor, bagaimana jika ada yang masuk dan melihat mereka,tentu itu akan menjadi hal yang sangat memalukan


“Hanya mencium,apa tidak boleh?” Rajuk Regan


Hanya mencium namun tangan nya sudah bergerak kemana mana,piki Yunita


“Pulang dulu,baru boleh itu.”


Sengaja ia menggoda suami nya dengan mengedipkan sebelah mata nya,tentu hal itu membuat Regan tersenyum dengan manis,sudah beberapa hari ini ia libur olahraga malam dengan Yunita lantaran takut jika nanti akan menyakiti janin mereka


“Sudah jam 4 sore,ayo pulang.” ucap Regan kemudian mengecup bibir Yunita sekilas,lalu membereskan meja nya dan bersiap siap untuk pulang

__ADS_1


__ADS_2