MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 47


__ADS_3

Budayakan like setelah baca ya,Happy reading😘


“Sedang apa kau di sini?”


mendengar suara seseorang di belakang nya membuat Sandra dengan cepat menyembunyikan ponsel nya lalu ia berbalik ternyata Yoonia lah yang berada di sana


Yoonia yang curiga pada Sandra memilih mengikuti nya saat Sandra meninggalkan dapur dengan tergesa gesa,ia seperti tengah menghindari sesuatu sesaat setelah melihat keberadaan Sindy,jelas saja itu membuat Yoonia curiga


namun saat Yoonia mencoba menguping dari pintu tidak ada suara apapun yang terdengar dari dalam kamar membuat nya membuka kamar itu tanpa mengetuk terlebih dahulu


sial nya Sandra sudah lebih dulu menyembunyikan ponsel nya hingga Yoonia tidak bisa melihat ponsel mewah milik Sandra itu


“Sa-saya sedang emmm...” Sandra tampak berpikir untuk menjawab pertanyaan dadakan dari Yoonia,jujur saja otak nya kini tengah kekurangan ide untuk berucap


“gelang! iya saya sedang mencari gelang dari ibu saya, seperti nya tertinggal di kamar,tapi tidak ada” ucap nya berpura pura mencari sesuatu,melihat itu Yoonia pun pergi tanpa berucap sepatah kata pun


setelah kepergian Yoonia,Sandra pun bernafas lega,ia tidak bisa meremehkan Yoonia karena ia merasa jika Yoonia kini tengah mencurigai nya


Malam pun tiba,kini seluruh keluarga Yunita tengah berkumpul di meja makan untuk makan malam,Lagi Sandra di hadapkan pada keadaan yang tidak ia sukai lantaran harus bertemu dengan Sindy kembali


Dan lagi lagi Sindy menatap nya dengan lekat setelah menyadari jika Sandra mirip sekali dengan orang yang ia kenal di negara B,hanya saja perbedaan warna kulit dan tompel lah yang membuat Sindy ragu jika itu adalah orang yang ia kenal atau tidak


“Ayo makan Sindy.” teguran dari Ayah Yunita pun membuat Sindy tersadar dan segera menyantap makanan yang tersaji di meja makan itu


makan malam pun selesai Yunita mengajak Sindy untuk menginap di kamar nya saja padahal di rumah itu juga ada beberapa kamar tamu namun karena Yunita mengatakan sudah lama tidak tidur bersama Sindy maka tidak ada yang menolak ucapan nya


Sesampai nya di kamar Yunita,Sindy masih saja terlihat termenung memikirkan Sandra yang tak asing di indera penglihatan nya


“Hei,kau sedang memikirkan apa?” tanya Yunita yang memang sedari tadi sudah sangat penasaran dengan sahabat nya yang selalu merenung

__ADS_1


“Boleh aku bertanya?” ucap Sindy dan di jawab anggukkan oleh Yunita,ia juga mengerutkan kening nya lantaran aneh melihat sikap Sindy


“Dimana kau bertemu dengan Sandra?” tanya Sindy,raut wajah nya terlihat serius membuat Yunita pun menjawab dengan serius pula


“Di jalan anggrek Deket persimpangan, kenapa?” tak hanya kakak nya bahkan Sindy pun bersikap seolah olah seperti seorang detektif


“dia mirip sekali dengan orang yang aku temui di kampus ku di negara B.” ucap Sindy masih dengan wajah serius nya namun Yunita malah tertawa sumbang mendengar ucapan sahabat nya itu


“lalu? apa kau pikir Sandra adalah orang yang kau temui di negara B?” ucap Yunita di sela sela tawa nya,Rasa nya tidak mungkin jika Sandra adalah orang nya lantaran Sandra sendiri yang mengatakan jika ia berasal dari Desa


“Tapi mereka sangat mirip,hanya berbeda warna kulit saja.” ucap Sindy kesal lantaran Yunita yang terdengar seperti mengejek nya


“nah itu lah bukti jika mereka bukan orang yang sama.” ucap Yunita setelah menghentikan tawa nya lantaran melihat raut kekesalan di wajah sahabat nya itu


“Terserah kau saja,yang jelas aku tidak menyukai dia,dia terlihat seperti bukan orang baik.” ucap Sindy berlalu keluar kamar Yunita,Yunita pun tak menghentikan Sindy lantaran ia masih kalut dalam pikiran nya


kenapa semua orang mencurigai Sandra? mengapa semua orang menganggap Sandra bukan orang yang baik? padahal yang Yunita lihat selama ini Sandra tidak pernah melakukan sesuatu yang membuat ia berpikir jika Sandra bukan orang baik


di tempat lain kini Sandra tengah berada di taman tengah menelpon seseorang yang di yakini adalah Harlan,sengaja ia keluar agar tidak ada yang bisa mendengar percakapan nya dengan kakak nya


“Besok pernikahan mereka,apa yang harus kulakukan?” tanya nya pada Harlan,ia sudah menduga waktu sesingkat itu tidak akan berhasil untuk menghancurkan hubungan Regan dan Yunita


Namun bukan salah kakak nya juga lantaran mereka memang tidak tahu jika pernikahan Regan dan Yunita akan di laksanakan secepat itu


“tidak ada pilihan lain,besok kakak akan menyuruh beberapa orang untuk menculik Yunita,dan kau harus memberi arahan pada mereka.” ucap Harlan yang benar benar mantap untuk menculik Yunita di hari pernikahan Yunita dan Regan


“Tapi kak,apa kakak pikir mudah untuk menculik Yunita di hari pernikahan nya? besok akan ramai sekali orang, bagaimana jika ketahuan?” kesal juga rasanya mendengar ucapan sang kakak yang tidak memikirkan kegagalan yang kemungkinan lebih besar dari pada keberhasilan dari rencana nya


“itu tugas mu untuk mengalihkan perhatian mereka.” enteng sekali kakak nya berbicara,jika saja Sandra tidak di tawarkan dengan tawaran yang menggiurkan maka ia tidak akan Sudi untuk membantu kakak nya

__ADS_1


“astaga apa kakak tidak tahu kalau Regan itu bukan berasal dari keluarga biasa? dia keturunan Maheswara kak,mereka juga pasti akan menempatkan beberapa penjaga di sini.”


“Aku tidak peduli,yang ku inginkan adalah rencana ini berhasil dan aku bisa bersama dengan Yunita,dan kau bukan kah kau juga tertarik pada Regan?” Sandra terbelalak bagaimana bisa kakak nya tahu jika ia tertarik pada ketampanan Regan?


“Tidak usah terkejut,aku tau kau tertarik pada Regan,dan kau bisa saja merebut hati nya nanti.” ucap Harlan meyakinkan adik nya


“Benar kah aku bisa membuat Regan menyukai ku?” tanya nya bersemangat,ia lupa jika kini ia berada di kediaman Brasmayanto


“kenapa tidak sekalian berbicara menggunakan mic saja?” kesal Harlan pada adik nya,Sandra akan berbicara begitu keras jika tengah bersemangat dan hal itu bisa saja menggagalkan rencana mereka


“Maafkan aku,kalau begitu aku tutup dulu telepon nya.” ucap Sandra lalu mematikan telepon nya,ia berbalik dan tersentak kaget kala melihat seseorang berada di belakang nya


“sedang apa kau malam malam disini?” Tanya Yunita yang kini tengah berada tak jauh dari tempat Sandra berdiri


“A-aku hanya merasa kepanasan di dalam.” ucap nya asal, di dalam hati ia merutuki kebodohan nya menjawab pertanyaan Yunita,kepanasan apa nya? padahal di kediaman Brasmayanto itu tidak kekurangan pendingin sedikit pun


“ooh.” ucap Yunita dengan mulut yang membulat kecil


“kakak sejak kapan berdiri di sana?” tanya Sandra,jujur saja ia kini tengah gugup menunggu jawaban Yunita,takut jika Yunita mendengar semua percakapan nya dengan kakak nya


“Baru saja,aku lihat kau baru saja mematikan telepon,kau sedang menelpon siapa? dan ponsel siapa yang kau pinjam?” tanya Yunita polos, mendengar pertanyaan Yunita membuat Sandra bernafas lega,beruntung Yunita tidak mendengar ucapan nya


“mmm ini ponsel milik Ani kak,tadi Sandra meminjam nya untuk menghubungi ibuk di kampung.” mendengar hal itu Yunita pun hanya mengangguk saja


“Kalau begitu Sandra masuk dulu kak.” ucap nya lalu melangkah kan kaki nya meninggalkan Yunita yang kini duduk di kursi ayunan di sana


“hufff hampir saja ketahuan!”


...Terima kasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku🥰...

__ADS_1


...Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏...


...Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ sesuai penilaian readers,terima kasih 🥰🙏...


__ADS_2