MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 102


__ADS_3

tiga Minggu berlalu Akhirnya Yunita dan Regan kini kembali ke kediaman mereka, namun wajah kedua nya masih sangat murung lantaran mereka masih teringat dengan calon bayi mereka yang tidak bisa di selamatkan, terlebih Yunita yang benar benar merasa kehilangan.


“Sayang, ayo makan.”


Ucap Regan pada Yunita yang tengah melamun di balkon kamar mereka, Yunita menoleh pada Regan lalu mengangguk, bagaimana pun ia masih punya suami yang harus ia urus, dan ia juga tidak ingin merepotkan Regan dengan menyakiti diri sendiri.


“Besok kita kerumah sakit lagi, cek kondisimu.”


Ucap Regan, Yunita lagi lagi mengangguk karena memang sudah jadwalnya untuk mengecek kembali kondisi nya, namun entah mengapa rasanya tidak siap untuk kembali ke rumah sakit itu, takut saja jika ia akan teringat pada bayi nya.


Setelah menyelesaikan makan nya Yunita kemudian beristirahat tentu atas perintah Regan, sudah beberapa hari ini Regan yang mengurus semua keperluan Yunita, ia juga tidak pernah meninggalkan istri nya itu sendirian, bahkan ia bekerja dari rumah dan mempercayakan semua pekerjaan kantor pada asisten pribadi nya.


Regan kembali ke dalam kamar untuk menghampiri sang istri, bibir nya tersenyum kala melihat sang istri yang tertidur pulas di atas ranjang, ia kemudian mendekati Yunita dan merebahkan diri di samping wanita itu, Regan membayangkan kejadian malam itu dimana tiba tiba rem mobilnya tidak berfungsi.


“Kenapa aku merasa ada yang janggal?”


Regan membatin, ia kemudian mengambil ponsel nya dan menghubungi seorang detektif terkenal untuk mencaritahu tentang apa yang terjadi pada mobil nya, takut saja jika mobilnya memang ada yang merusaknya hingga terjadi kecelakaan, Regan kemudian kembali menatap Yunita dan mengelus puncak kepala wanita itu dengan lembut.


“Aku akan mencaritahu tentang ini, dan jika memang benar ada dalang dibalik kecelakaan kita maka akan ku buat orang itu menyesal.”


Regan membatin, entah lah kenapa ia baru terpikirkan saat ini? padahal semua nya memang sudah sangat janggal jika di pikir pikir, Regan kemudian ikut menyusul Yunita di alam mimpi hingga malam menjelang Regan terbangun lantaran tak mendapati sang istri di samping nya.


“Sayang? kau dimana?”

__ADS_1


Pekik Regan khawatir, pasalnya tak biasanya Yunita pergi tanpa izin dari nya, apalagi kondisi Yunita memang belum terlalu pulih membuat Regan semakin khawatir, Regan membuka pintu kamar mandi namun Yunita juga tak ditemukan di sana.


Hingga akhirnya pria itu memilih untuk keluar dari kamar, dan mencari ke lantai bawah namun lagi lagi ia tak menemukan keberadaan istri nya, namun saat akan kembali ke dalam kamar ia mendengar suara dentingan di dapur membuat nya segera berjalan menuju dapur.


Pria itu menghela nafas lega kala melihat keberadaan sang istri di sana, namun keningnya berkerut kala melihat Yunita kembali bergulat dengan peralatan dapur, Regan kemudian menghampiri Yunita seraya memeluk wanita itu dari belakang.


“Sudah bangun? padahal aku belum selesai memasak.”


Ucap Yunita mengerucutkan bibirnya ke depan, padahal ia ingin membuat kejutan untuk Regan dengan memasak makan malam, tapi suaminya itu justru terbangun lebih awal sebelum ia menyelesaikan masakan nya.


“Tidak masalah, aku akan menunggumu selesai memasak.”


Ucap Regan mengecup bahu Yunita dengan lembut, wanita itu tersenyum lalu segera menyelesaikan masakan nya agar bisa dinikmati bersama dengan Regan, setelah selesai Yunita pun segera menyajikan makanan nya pada Regan.


“Bagaimana rasanya? enak?”


“Buka mulutmu.”


Ucap Regan seraya menyuapi sesendok makanan Yunita, wanita itu menurut dan membuka mulutnya, beruntung sikap Regan tidak berubah padanya masih sangat memperlakukan nya seperti seorang ratu dalam kehidupan nya,setelah menyelesaikan makan nya Regan kemudian mencuci piring kotor nya dengan Yunita.


“Sayang, apa kau ingin honeymoon untuk kedua kalinya?”


Tanya Regan pada istri nya, Yunita menoleh pada Regan seraya menggelengkan kepala nya tak lupa dengan senyuman tipis nya membuat Regan mengangguk, ia juga tidak ingin memaksa istri nya itu untuk segera melupakan apa yang terjadi lantaran ia juga tahu bagaimana rasa sakitnya.

__ADS_1


“Kau ingin punya berapa anak?”


Regan menoleh pada Yunita yang tiba tiba menanyakan hal itu padanya, pria itu diam seraya berpikir tak lupa satu jarinya ia tempelkan di dagu membuat Yunita gemas pada kelakuan suaminya itu, Yunita kemudian mengecup bibir Regan tiba tiba membuat Regan tersenyum manis.


“Berapa saja sayang, aku tidak ingin memaksamu.”


ucap Regan mengecup kening Yunita, Yunita kembali mengangguk, ya seperti nya mereka harus segera kembali menata masa depan mereka nanti, agar tidak terlalu larut dalam kesedihan dimasa sekarang, kedua nya kemudian memilih untuk segera tidur lantaran besok harus segera kerumah sakit.


Namun di tengah malam, Regan terbangun kala mendengar suara ponsel nya, dengan cepat pria itu keluar dari kamar lantaran tak ingin Yunita sampai terganggu dengan suara deringan ponselnya, lagi pula ini sangat rahasia.


“Halo? bagaimana? kau menemukan sesuatu?”


Tanya Regan pada orang yang menjadi lawan bicaranya di telepon, tak lama terlihat Regan mengepalkan tangan mendengar jawaban dari orang itu dan segera menutup panggilan telepon nya, pria itu menarik nafas panjang sebelum akhir nya kembali masuk ke dalam kamar.


Sesampainya di kamar, Regan kembali merebahkan diri di samping Yunita, pria itu memeluk erat tubuh sang istri seraya mengecup puncak kepala Yunita.


“Ternyata benar, memang ada yang menginginkan kecelakaan itu terjadi pada kita.”


Regan membatin, setelah mendengar jawaban dari orang suruhan nya ia benar benar sudah tidak sabar mengetahui siapa yang menjadi dalang dibalik kecelakaan nya, dan ia sudah tidak sabar untuk menghancurkan orang itu.


Hingga keesokan nya, pagi pagi sekali Yunita dan Regan sudah bersiap untuk kerumah sakit, kini Yunita sedikit lebih tenang dari Minggu sebelum nya.


“Ayo berangkat.”

__ADS_1


ucap Yunita pada Regan yang sudah menunggu nya sejak tadi, Regan mengangguk lalu segera berangkat ke rumah sakit, hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi kini memasuki rumah sakit, beberapa orang yang mengenal keduanya tentu menyapa mereka dengan ramah, namun ada salah satu perawat wanita yang melihat mereka dengan sedikit takut.


Membuat Yunita merasa aneh dengan perawat wanita itu, entah mengapa ia merasa jika perawat itu sengaja menghindari nya, namun ia tidak ingin ambil pusing lantaran tujuan nya untuk berobat.


__ADS_2