
Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, happy reading 😘
Keesokan harinya Yunita bersiap siap untuk menjemput sahabat nya di bandara, meskipun sudah berteman lama tetapi tetap karena sudah lama tidak bertemu membuat nya menjadi gugup. “Astaga kenapa jadi gugup begini?” heran dengan dirinya sendiri padahal ia hanya akan menemui sahabat nya bukan kekasih nya,tapi kenapa gugupnya seperti ini?
Cantik dengan rok pendek putih senada dengan atasan nya,Yunita pun tak bisa jika tidak memuji penampilan nya. “Kau memang sangat cantik Yunita!” terlalu bosan karena sering dipuji oleh orang lain,sesekali biarkan dia memuji kecantikan nya sendiri
Segera ia keluar dari kamar nya menenteng tas kecil berwarna putih namun tiba tiba langkah nya terhenti kala melihat pria yang membuat nya kesal kemarin malam
“Apa yang sedang dia lakukan di sini?” jauh dari Lubuk hati nya ingin menghampiri pria tampan itu namun otak nya melarang untuk menjaga image sebagai seorang perempuan,jual mahal dikit gapapa lah ya
Ia memilih untuk langsung pergi saja tanpa menghiraukan Regan yang kini tengah berbincang dengan kakak dan kakak ipar nya di ruang tamu. “Kak,bilangin sama bunda,Nita pergi ke bandara.” sedikit keras ia berbicara agar Regan bisa mendengar ucapan nya
“Hm,tapi mobil gaada, semuanya lagi masuk rumah sakit.” sambil mengelus perut nya Yoonia berbicara santai seakan akan itu adalah hal yang sangat tidak penting, memang tidak penting bagi nya namun beda lagi bagi Yunita
“What? Kenapa bisa kompak semua?!” tanya nya setelah memastikan memang benar tidak ada mobil yang terparkir di garasi rumah nya. “Kakak yang ngempesin.” entah memang ia tengah jujur atau hanya bercanda yang jelas kini Yunita merasa kesal juga malu tentu nya
“Lalu,aku pergi nya gimana?” mana mungkin Yoonia peduli dengan masalah Yunita,ia hanya mengangkat kedua bahu nya sambil menyomot cemilan
“Kenapa tidak minta antar sama calon tunangan mu! Sayang loh di anggurin!” kini gantian kakak iparnya yang menggoda nya,benar benar pasangan serasi sekali mereka
“Tidak! Lebih baik aku minta bantuan pria badjingan saja!” ucap Yunita tersenyum miring namun ketika berbalik badan,wajah nya malah berubah menjadi kesal
__ADS_1
“Tahan Yunita tahan, sebentar lagi dia akan menyusul mu..” percaya sekali jika Regan akan menyusul nya,dan benar saja harapan nya sesuai dengan ekspektasi nya,tak lama Regan menyusulnya entah karena takut jika Yunita benar benar meminta bantuan Harlan atau karena memang ia sudah berniat menemani Yunita ke bandara
“ganti pakaian mu kalau mau pergi,Aku tunggu di mobil” hanya itu yang ia katakan lalu berjalan memasuki mobil,Yunita menatap pakaian nya. “Kenapa pakaian ku tidak pernah benar di mata nya?!” tak ingin berdebat akhirnya Yunita pun kembali ke kamar nya,ia memilih jeans dan kaos putih untuk hari ini
“Kenapa diam saja?” tanya Regan melihat Yunita hanya diam saja tanpa melirik nya
“Kenapa aku harus bicara kalau aku sedang sendiri?” mendengar itu Regan mengerutkan keningnya memahami ucapan Yunita. “Jadi maksud mu aku ini ghaib?”
“Aku tidak bilang begitu!” mengelak adalah jalan ninja bagi Yunita,melihat kini tatapan tajam yang menghunus dari Regan pada nya,memilih diam hingga sampai di bandara,Yunita keluar sendiri dari mobil, sedangkan Regan tak berniat sedikit pun untuk menyusul calon tunangan nya itu
“Terima kasih tumpangan nya.” ucap Yunita sebelum akhirnya pergi memasuki bandara sedangkan Regan hanya terpaku mentapa kepergian wanita itu,apa maksud nya mengucapkan terima kasih? Apa dia benar benar hanya menganggap ini sebuah tumpangan? Pikir Regan
Mata Regan masih tertuju pada Yunita yang berdiri sambil melirik ke kiri dan kanan,lalu tiba tiba seorang pria datang menghampiri Yunita, mungkin pria itu ingin bertanya apa yang membuat Yunita berdiri selama beberapa menit disana
“Terima kasih mas.” Mas? Regan tidak salah dengar memang Yunita memanggil pria itu dengan sebutan mas membuat hati Regan kembali memanas,Yunita berbalik ia terkejut luar biasa kala melihat Regan yang telah berdiri di belakang nya dengan tatapan tajam
“kau! Kau belum pulang? Dan kenapa bisa disini?” terkejut karena ia pikir Regan akan langsung pulang setelah mengantar nya namun pria itu masih berada di tempat itu bahkan kini ia menyusul nya
“Kau kenal pria tadi?” bukan nya menjawabnya pertanyaan Yunita,ia malah memberikan Yunita pertanyaan
“Tidak! Kenapa? Apa kau kenal?” terasa aneh karena tiba tiba Regan menanyakan hal itu padanya. ”kenapa kau memanggil nya dengan sebutan mas?” dibuat tak percaya dengan pertanyaan Regan,apa sekarang dia sedang cemburu? Pada pria yang bahkan Yunita tidak kenal?
__ADS_1
“Lalu aku harus memanggil nya apa?”
“Bisa om,kakek,yang penting bukan mas!” kenapa malah dia yang kesal? Bukan kah seharusnya Yunita yang kesal karena di interogasi padahal ia tak melakukan kesalahan apapun?
“Astaga kau!!” Yunita melangkahkan kakinya mengingat kini mereka berada di bandara rasanya tak lucu jika mereka menjadi pusat perhatian karena sedang bertengkar
“Dimana teman mu itu?” tanya Regan dengan santai seperti tak terjadi apapun sebelumnya. “Udah pulang duluan! Kamu sih nyuruh ganti pakaian segala!” ia memang berpikir jika semua ini terjadi karena kesalahan Regan karena tak mau jika dirinya di salahkan
“aku?” Padahal Regan menyuruh nya mengganti pakaian adalah demi kebaikan nya sendiri dan tentu saja karena Regan tak rela jika lekukan tubuh calon Istri nya di lihat oleh laki laki lain selain diri nya
Yunita kembali mencoba menghubungi nomor Sindy namun lagi lagi ponsel nya tidak bisa dihubungi. “Apa dia benar benar sudah pulang dengan selamat?” entah kenapa mendadak perasaan nya menjadi tidak enak,pikiran nya terus saja tertuju pada sindy,ia benar benar mengkhawatirkan sahabat nya itu
Tak lama kemudian ponsel Yunita berdering tertera nama Sindy di sana,dengan segera ia mengangkat telepon nya itu. “Astaga!! Kau dari mana saja? Apa kau sudah pulang kerumah mu? Apa kau baik baik saja?” ucap nya mengintrogasi Sindy dengan beberapa pertanyaan
“Astaga Nita bisa pelan pelan sedikit tidak? Aku baik baik saja,tadi kau terlalu lama jadi aku pulang duluan,kau tenang saja aku sudah sampai dengan selamat dirumah orang tua ku!” ia mengerti jika sahabat nya itu merasa khawatir namun ia tidak bisa melakukan apapun karena mau menghubungi Yunita saja tidak bisa dikarenakan baterai ponsel nya yang habis
Yunita menghela nafas pelan. “Hufff, syukurlah! Kalau begitu aku akan segera kerumah mu!”
“Tidak tidak! Tidak perlu,kau harus tetap berada di rumah,Nita! Ingat nanti malam adalah acara pertunangan mu!” astaga lebay sekali Sindy,padahal acara nya malam dan ini masih pagi,kenapa harus se khawatir itu? Bahkan di dengar dari suara nya,ia mendadak gugup.
“Kenapa? Apa kau tidak merindukan ku? Aku ingin bertemu dan bercerita banyak hal padamu, mungkin nanti malam saja tidak cukup untuk menyelesaikan cerita ku!” entah hal apa yang ingin ia ceritakan pada sahabat nya sampai satu malam saja tidak cukup untuk menyelesaikan cerita nya
__ADS_1
“Lebay!” bukan sindy yang menjawab tapi Regan,ia sedikit geli mendengar ucapan Yunita yang menurut nya terlalu berlebihan
Author minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya sesuai penilaian Readers,terima kasih🥰🙏