MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 103


__ADS_3

Nyatanya tak hanya Yunita, Regan ternyata juga merasa aneh dengan perawat yang mereka temui itu, Yunita memilih untuk tidak memikirkan nya tapi Regan tidak, pria itu merasa ada yang janggal dan akan mencaritahu kenapa perawat itu bersikap aneh padanya dan juga Yunita.


“Aku ke kantor dulu sebentar, aku akan segera pulang nanti.”


Ucap Regan pada Yunita, wanita itu mengangguk lantaran sudah cukup lama suaminya itu tidak ke kantor hanya karena menemaninya dirumah, Regan pun segera melajukan mobilnya setelah mengantar Yunita masuk kerumah, nyatanya bukan ke kantor melainkan menemui orang suruhannya.


“Dimana kau?”


Ucap Kendra saat menghubungi orang suruhannya itu, tak lama ia pun mengentikan mobilnya atas permintaan orang itu lantaran orang itu menunggu tak jauh dari rumah Regan, mereka kemudian bertemu dan orang itu memberi sebuah amplop pada Regan.


“Itu foto orang yang merusak mobil anda pak, jika dilihat dari postur nya seperti nya dia seorang wanita.”


Regan menatap dengan teliti foto foto itu, foto itu di ambil dari cctv hingga jaraknya tidak begitu dekat namun benar apa yang orang itu katakan jika dilihat dari postur tubuh nya seperti nya orang ini memang seorang wanita meskipun memakai pakaian serba hitam, tapi siapa?


“Baiklah cari tahu siapa orang ini dan segera informasikan kepadaku.”


Regan kemudian kembali pulang kerumahnya setelah mendapatkan informasi, dirumah ia harus kembali tersenyum agar Yunita tidak curiga padanya, terlihat istrinya tengah menonton televisi namun seketika Regan merasa khawatir melihat Yunita yang menangis.


“Sayang ada apa? kenapa menangis?”


tanya Regan seraya menghampiri istrinya itu, Yunita menoleh pada Regan seraya menyeka air matanya lalu menunjuk pada Televisi dimana saat ini ia sedang menonton drama kesukaannya membuat Regan menghela nafas, padahal ia mengira jika Yunita menangis karena mengingat bayi mereka.


“Sayang, malam ini aku ingin kerumah teman ku, kau mau mengantarku?”


Tanya Yunita, Regan mengerutkan kening nya tapi disisi lain ia juga merasa sangat bahagia lantaran perlahan Yunita sudah mau beraktivitas di luar rumah seperti sebelum nya, Regan kemudian mengangguk tentu saja ia akan dengan senang hati menemani istri nya itu.


Hingga malam pun tiba, Yunita yang sudah bersiap siap pun kini segera mengajak Regan untuk berangkat kerumah Serly lantaran teman nya itu baru saja mempunyai bayi dan Yunita ingin menemui nya, barangkali ia bisa mengobati rasa rindunya pada bayinya yang sudah tiada.

__ADS_1


“Kenapa tiba tiba ingin kerumah teman mu?”


tanya Regan.


“Dia sudah menikah dengan suaminya selama 8 tahun dan belum dikaruniai seorang anak, dan sekarang ia sudah mendapatkan bayi, meskipun bukan bayi kandung.”


Regan mengangguk, hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi kini sampai di kediaman Serly, Regan pun ikut turun bersama Yunita dan masuk ke dalam untuk mengucapkan selamat pada teman istri nya itu, Namun saat masuk keduanya mengerutkan kening kala melihat sosok yang tak asing disana.


“Dokter Adhistia?”


Gumam Yunita membuat wanita itu menoleh, matanya membulat dan wajah nya seketika memucat melihat keberadaan Yunita dan Regan disana, ia kemudian menatap wanita di samping nya yang tak lain adalah perawat yang bertemu dengan Yunita dan Regan tadi pagi.


“Loh bukan nya itu perawat tadi pagi ya?”


Bisik Regan pada Yunita, Yunita hanya menaikkan kedua bahu nya lalu segera menghampiri Serly yang sedang menggendong bayi, namun baru saja Regan akan menyusul Yunita, tiba tiba ponselnya berdering membuat nya segera mengangkat nya lantaran dari orang suruhan nya itu.


Yunita mengangguk lalu segera duduk di samping Serly, mereka banyak mengobrol tetapi tidak dengan dokter Adhistia dan perawat itu membuat Yunita lagi lagi merasa aneh pada kedua nya.


“Jadi dokter Adhistia yang mencarikan bayi ini untuk mu?”


Tanya Yunita membuat Adhistia yang sedang melamun tersentak, Serly menganggukkan kepalanya menatap dokter Adhistia dengan senyuman yang sangat lebar, ia benar benar berterima kasih pada dokter cantik itu karena telah membantunya mencari bayi untuk di adopsi.


“Dan ibu perawat ini?”


Deg!


Sedangkan Regan kini berada cukup jauh dari rumah Serly setelah orang suruhan nya meminta untuk bertemu lantaran mendapat informasi siapa pelaku sebenarnya, mendengar hal itu tentu saja Regan tidak ingin menundanya lebih lama lagi dan segera menemuinya.

__ADS_1


“Pak, ini biodata pelakunya.”


Ucap orang itu menyerahkan sebuah kertas pada Regan, seketika matanya membulat, rahangnya mengeras melihat pelaku nya tak lain adalah Adhistia, sontak saja ia teringat pada Yunita yang saat ini berada di tempat yang sama dengan Adhistia.


“Sial! aku harus kembali!”


Ucap Regan hendak pergi tapi tangan nya di tahan oleh pria itu yang masih ingin memberikan satu kebenaran lagi pada Regan.


“Pak, masih ada kebenaran yang lain.”


Regan pun menoleh seraya mengerutkan kening nya kala orang itu memperlihatkan sebuah Video dimana seorang perawat yang baru keluar dari sebuah ruangan membawa seorang bayi.


“Ini adalah bayi anda, dia tidak meninggal dan perawat inilah pelakunya.”


Regan menatap lekat wajah perawat yang tak asing itu, lagi lagi matanya membulat melihat jika itu perawat yang sama yang berada di rumah sakit dan dirumah Serly tadi.


“Sial!!”


Tanpa kata Regan segera masuk kedalam mobilnya melaju kerumah Serly dengan kecepatan tinggi, sesampainya di sana Regan segera masuk mencari keberadaan Yunita.


“Dimana istriku?”


Tanya nya pada Serly yang kini tinggal sendiri bersama bayinya.


“Dia sudah pergi bersama dokter Adhistia, ada apa?”


Tanya Serly yang bingung melihat Regan yang sangat marah dan juga khawatir.

__ADS_1


“Sial! aku terlambat!”


__ADS_2