
...Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading 😘...
“Danil!”
Semua mata tertuju pada pemilik suara,Sindy lah yang berbicara entah apa maksud dan tujuan nya menyebut satu nama di saat Ryan akan mengungkapkan hal yang sebenarnya
“Siapa Danil?” tanya Tuan Albert,jujur ia belum pernah mendengar nama itu sebagai teman atau kekasih dari Putri nya
“Nama ayah Darrel adalah Danil.” ucap nya dengan raut wajah yang serius, dan hal itu membuat Ryan tampak marah dan tanpa sadar kedua tangan nya terkepal
entah mengapa hati nya sakit saat Sindy menyebut nama pria lain sebagai ayah dari Darrel disaat dia akan mengungkapkan hal yang sebenarnya, Mungkin Sindy sengaja agar Ryan tak berpikir jika Darrel adalah putranya,pikir Ryan
Namun tidak semudah itu untuk membohongi Ryan,ia sudah sangat yakin jika Darrel adalah putra nya,bahkan saat pertama kali melihat Darrel ia sudah merasakan sesuatu yang aneh pada diri nya,ingin sekali ia memeluk putra nya itu jika tuan Albert tak mengajak nya berbicara
“Danil? kenapa papa tidak pernah mendengar nama nya?”
“Papa tidak mengenal nya pah,Sindy bertemu dengan nya saat di negara B.” lagi ia berbicara bohong pada sang papa,tentu saja agar papa nya tak mengetahui hal yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Ryan
“Kenapa kau tidak mengatakan nya dari dulu? jika tidak kakak mu pasti sudah menemukan brengsek itu!” Tuan Albert marah mendengar nama pria yang Sindy sebut sebagai ayah dari Darrel, mungkin jika Danil berada di sana maka kemungkinan besar pria itu hanya akan tinggal nama saja
“Karena Dulu Sindy benar benar membenci pria itu sampai menyebut nama nya saja Sindy tidak sudi,tapi sekarang Sindy tidak peduli dengan pria itu lagi baik dia hidup maupun mati!”
sesak sekali dada Ryan mendengar wanita yang masih ia cintai begitu membenci dirinya,ya Ryan tahu ucapan Sindy itu tertuju untuk nya melihat saat berbicara,Sindy menatap Ryan sekilas
“Apa kau pernah bertemu dengan pria itu lagi?” Tanya Regan yang merasa aneh pada sikap Sindy dan juga Kakak nya,sejak tadi Regan selalu memperhatikan sikap Sindy dan kakak nya yang selalu curi curi pandang seperti orang sedang pacaran diam diam
namun beda nya Sindy menatap Ryan dengan tatapan tajam sedangkan Ryan menatap Sindy dengan tatapan sendu
__ADS_1
Sindy mengangguk. “Baru baru ini aku bertemu dengan nya saat aku pulang ke indonesia.” jawaban Sindy sukses membuat Tuan Albert terbelalak, bagaimana bisa Sindy tidak memberitahu nya tentang pertemuan tidak sengaja nya dengan ayah biologis Darrel
“Apa? kapan? dimana?” kenapa tidak beritahu ayah? jadi dia juga tinggal di Indonesia? apa dia orang Indonesia?” begitu banyak pertanyaan yang di lontarkan Tuan Albert pada Putri nya,dan hal itu di maklumi oleh Regan dan Ryan, bagaimana pun ia juga ingin memberi pelajaran pada Pria itu
Namun berbeda dengan Ryan yang menatap Tuan Albert dengan raut wajah kesedihan lantaran merasa bersalah karena telah menyakiti anak perempuan yang begitu di sayangi oleh ayah nya
“Ini lah alasan Sindy tidak memberitahu papa dan kakak,Kalian tidak bisa mengontrol emosi kalian,Sindy gak mau ada pertumpahan darah.” ucap nya jujur,mengingat dulu bagaimana kakak dan ayah nya memberi pelajaran pada laki laki yang pernah menganggu Sindy saat SMP
“Tapi kau juga salah Sindy,karena tidak memberitahu pada Ayah atau kakak mu,bagaimana pun mereka berhak tahu siapa ayah dari putra mu.” Ryan menimpali, sebenarnya ia hanya ingin memberi isyarat pada Sindy untuk mengatakan hal yang sebenernya,ia juga sudah siap menerima segala konsekuensi nya
“Tidak perlu,lagi pula dia juga tidak peduli dengan ku dan juga putraku!” lagi ia meremehkan perasaan tulus Ryan yang berjanji akan menikahi nya dulu
“Kau tahu dari mana kalau dia tidak peduli?” Kesal lantaran perasaan nya di remeh kan,padahal selama ini ia selalu memantau pergerakan Sindy di luar negeri
“tentu saja tau! logika saja,jika memang perasaan nya tulus,tidak mungkin ia tak pernah mencoba mencari tahu tentang Wanita nya dan juga anak nya!” ucap Sindy tak kalah keras
suasana kini menjadi semakin panas antara Sindy dan Ryan,sedangkan Regan hanya menyimak Pembicaraan mereka,yakin jika memang ada sesuatu yang mereka sembunyikan,Begitu pun dengan tuan Albert yang ikut menyimak
“Lalu jika dia tidak mengetahui tentang keberadaan anak yang berada di kandungan ku maka ia tak peduli tentang ku begitu!” semakin berbeda arah dengan pikiran Ryan,Ryan benar benar di buat frustasi dengan pertanyaan Sindy
“Tidak begitu! bagaimana jika pria itu hanya ingin menuruti perkataan mu yang meminta nya untuk tidak pernah menemui mu lagi?” ucap Ryan,mereka kini sama sama tidak sadar jika tengah membicarakan masalah mereka sendiri
“Apa itu bisa dijadikan sebuah alasan? Ck, dasar pria lemah!” bukan Sindy melainkan Regan yang sengaja memanas manasi Situasi agar mereka berbicara yang sebenarnya meskipun karena kelepasan bicara
jujur kini Regan semakin yakin jika memang kedua orang itu menyembunyikan kebenaran,lebih tepat nya Sindy yang menghalangi Ryan untuk membuka mulut
“Kau benar! dia memang pria brengsek yang tak menepati janji nya!” ucap Sindy dengan sorot mata tajam menatap Ryan yang juga terlihat marah bahkan kini wajah nya memerah
__ADS_1
bagaimana tidak? meskipun Regan tidak tahu bahwa yang ia umpati itu adalah kakak nya sendiri tentu saja Ryan tetap merasa marah karena ia lah yang di umpat,belum lagi dengan Sindy yang meyahuti umpatan Regan
“Pria itu memang tidak pantas menjadi ayah dari putramu! karena tak memiliki keberanian dan tak memiliki tanggung jawab, bagaimana mungkin pria seperti itu menjadi ayah dari putra mu?” Regan semakin memanasi situasi melihat reaksi Ryan yang begitu emosi setiap kali dirinya mengumpat pria itu
“Kau beruntung tidak menikah dengan nya Sindy,karena putra mu pantas mendapatkan sosok ayah yang berani dan bertanggung jawab pada nya dan juga kau.” Sindy hanya mengangguk mendengar ucapan Regan
Sedangkan kini kedua tangan Ryan sudah terkepal,benar benar tersinggung dengan ucapan adik nya sendiri
“Seperti nya aku punya kenalan pria,apa kau ingin coba untuk berkenalan dengan nya? akan ku pastikan kau dan Putra mu bahagia dengan nya.” sengaja sekali ia membahas pria lain pada Sindy di depan kakak nya,dan tentu saja untuk melihat reaksi kakak nya
“Tutup mulut mu brengsek!”
“Bughh!!”
“Bugh!!!”
“Hei apa yang kalian lakukan?!!” pekik Sindy melihat kedua kakak beradik itu saling memberi bogem satu sama lain
“Dasar brengsek!!! kau mencoba mencari calon ayah untuk anak kakak mu sendiri?!!!”
“Apa?!”
“Deg!”
...Terima kasih sudah membaca karya ku sampaii bab ini,*semoga readers suka,dan jangan lupa untuk memberi kritikan dan saran jika ada kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku🥰🙏...
...Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏*...
__ADS_1