MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
Bab 95


__ADS_3

Suasana kini menjadi canggung setelah Yunita mengetahui siapa dokter cantik yang menjadi dokter kandungan nya, sesekali ia mengumpat lantaran menerima saran dari sahabat nya itu


“Kalau tahu begini lebih baik aku cek dengan dokter lama saja!” ucap nya membatin, jujur ia benar benar ketar ketir saat ini lantaran wanita yang pernah di sukai oleh suami nya ternyata sangat cantik bahkan sangat sempurna menurut nya


Mata nya tak henti henti melirik dokter Adhistia bahkan saat USG berjalan, ia benar benar tak fokus pada keadaan bayi nya karena selalu melirik Regan dan dokter Adhistia takut jika mereka akan bertatap pandang


“Sudah, kondisi bayi nya sangat sehat bahkan sangat aktif.” ucap dokter Adhistia tersenyum, namun entah mengapa Yunita tak menyukai senyuman dokter itu karena jika ia tersenyum terlihat sangat cantik


“Terima kasih dokter.” ucap Yunita kemudian ia turun dari brankar dan di bantu oleh Regan, Regan dengan cekatan memeluk pinggang Yunita takut jika istri nya itu akan terjatuh


Tentu saja hal itu tak lepas dari pandangan dokter Adhistia, dokter Adhistia menatap lekat pada pasangan yang terlihat sangat romantis itu, ia teringat saat dulu Regan yang juga bersikap sangat manis pada nya


Dulu Regan memang pendiam namun sangat manis dan masih peduli dengan orang sekitar nya,tepat di kelas 8 Regan menyatakan cinta nya pada Adhistia karena sudah lama memendam, wanita kalem cantik dan ramah seperti Adhistia siapa yang tidak tertarik?


Mereka menjalani hubungan hingga mereka lulus Meskipun Adhistia yang akan melanjutkan bersekolah di luar negeri karena harus ikut kedua orang tua nya hubungan mereka tetap baik baik saja


Hingga di saat tahun ke dua mendadak Adhistia berubah, jarang memberi kabar dan selalu marah jika Regan menghubungi nya karena rindu, padahal Regan sudah berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengganggu kegiatan sekolah Adhistia


Namun tetap saja ia selalu salah di mata gadis itu hingga akhirnya ia tahu jika Adhistia memiliki kekasih di luar negeri, tentu saja Regan marah dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka saat itu juga


Tak hanya hubungan yang berakhir, bahkan kontak dan medsos Adhistia juga lenyap dari pandangan nya, ia benar benar tak ingin mengingat gadis itu lagi hingga ia tak pernah membuka kotak yang juga berisi foto nya dan juga Adhistia, ia menyimpan kotak itu hanya karena tak ingin membuang kenangan masa kecil nya dan bukan remaja nya


“Dokter, kami pulang dulu.. terima kasih.” ucap Yunita membuyar lamunan dokter Adhistia, mendengar itu entah mengapa ada rasa tak rela membiarkan mereka berdua untuk pergi, ralat tepat nya tak rela membiarkan Regan pergi

__ADS_1


Adhistia masih merasa bersalah lantaran pernah menduakan pria baik itu dulu, namun ia sadar jika Regan sudah memiliki seorang istri yang terlihat sangat mencintai nya dan begitu pula sebalik nya


Dokter Adhistia mengangguk lantaran ia tak bisa menahan mereka untuk tetap berada di sana karena Yunita terlihat sangat tidak nyaman berada di sana setelah mengetahui jika dokter Adhistia adalah mantan pacar suami nya


“Ayo sayang.” ucap Yunita seraya menarik tangan Regan dan keluar dari ruangan itu, Regan pun menurut saja lantaran ia juga merasa tak nyaman di tatap terus menerus oleh dokter Adhistia


Sepanjang perjalanan Yunita dan Regan hanya diam dalam pikiran masing masing, Yunita memikirkan bagaimana jika suami nya itu masih memiliki perasaan pada wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter itu?


Jujur ia benar benar merasa insecure melihat betapa cantik nya dokter Adhistia, pantas saja Regan menyukai wanita itu dulu dan masih menyimpan foto nya hingga saat ini


“Baby kita mau makan sesuatu?” tanya Regan tiba tiba, Yunita yang tak fokus pun tak mendengar ucapan Regan yang tengah bertanya pada nya


“Sayang?” panggil Regan kembali lantaran istri nya itu tak menjawab pertanyaan nya, ia sudah curiga jika diam nya Yunita sejak tadi karena memikirkan Clara


Regan mendekat kan wajah nya pada perut Yunita seraya mengelus pelan dan mengecup nya dengan lembut


“Aku tanya, apa baby kita ingin makan sesuatu? mumpung di luar.”


Tanya Regan kembali lantaran tak ingin repot harus bolak balik jika Yunita menginginkan sesuatu setelah berada di rumah


Yunita menggeleng lalu kembali menatap jalanan membuat Regan bingung, jujur dia lebih suka jika Yunita meluapkan emosi nya dari pada harus diam seperti ini


“Ada apa? kenapa diam terus?” tanya Regan, Yunita hanya melirik sekilas seraya menggelengkan kepala

__ADS_1


Ya Tuhan istri nya itu kenapa mendadak diam? kenapa tidak mengomel saja seperti biasa nya pikir Regan, ingin sekali ia memaksa Yunita berbicara namun sepertinya tidak ada guna nya


Regan pun kembali melajukan mobil nya menuju rumah nya tanpa ada sepatah kata dari nya atau Yunita hingga kini mobil nya memasuki gerbang kediaman nya Yunita tetap diam seperti sebelum nya


Frustasi? tentu saja hal itu sedang di rasakan Regan, istri nya yang biasa nya cerewet dan galak kini mendadak diam seribu bahasa bahkan ia mengacuhkan Regan saat ini, Regan pun merasa ada yang hilang dari nya lantaran rumah nya menjadi sepi tanpa omelan Yunita


“Ya ampun Yunita! kau ini sebenarnya kenapa?” tanya nya kala mengikuti langkah istri nya yang berjalan menuju kamar mereka


Lagi lagi Yunita mengabaikan ucapan Regan dan memilih untuk masuk ke dalam kamar mereka dan merebahkan diri di ranjang empuk nya seraya memainkan ponsel


Regan menghela nafas, seperti nya dengan cara seperti itu tidak akan bisa membuat Yunita untuk berbicara lagi pada nya, ia kembali mendekati Yunita dengan merebahkan diri di samping wanita itu seraya mengelus perut Yunita


“Baby, lihat lah mommy mu mendiamkan daddy.” ucap Regan dengan raut wajah yang di buat sesedih mungkin, jujur ia juga merasa geli dengan tindakan nya saat ini namun ia terpaksa melakukan nya agar bisa membujuk istrinya itu


Yunita masih diam namun raut wajah nya kini terlihat berbeda karena kini ia mengulum senyum menahan agar tawa nya tidak pecah mendengar suara suami nya yang terdengar menggelitik perut


“Lihat kan mommy masih diam, Daddy harus bagaimana? apa Daddy harus menari?”


Damn it! bodoh! kenapa kata kata itu harus keluar dari mulut nya? bukan menyesal karena harus bersikap manja, namun kata menari yang ia keluarkan justru membuat nya ketar ketir, bagaimana jika istri nya itu menginginkan hal itu?


Regan menatap Yunita yang kini menatap nya dengan senyuman sinis, sumpah demi apapun Regan merasa tak tenang dengan senyuman itu, tatapan Yunita kini turun ke perut nya, seperti nya ia akan mengeluarkan jurus andalan nya saat ini


“Hm? jadi Baby mau Daddy menari?”

__ADS_1


“Sial!” umpat Regan membatin


__ADS_2