
...Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading 😘...
Keesokan Hari nya keadaan di kediaman Brasmayanto semakin sibuk lantaran besok adalah hari akad nikah dua pasang pengantin, Ya Sindy dan Ryan pun akan akad di kediaman Brasmayanto dan itu sudah di sepakati oleh ketiga keluarga besar itu
Hari ini Sindy akan datang kerumah Yunita ia juga akan menginap bukan karena tradisi hanya saja memang keinginan kedua perempuan itu yang ingin menghabiskan waktu bersama
meskipun Yunita tak ikut melakukan pekerjaan tapi tetap saja ia memantau para pekerja agar tak ada kesalahan lantaran ini bukan perihal pernikahan dia saja melainkan juga sahabat nya
pagi pagi Yunita sudah kesal bukan karena harus memantau dekorasi tetapi karena Regan yang sedari tadi menghubungi nya tanpa henti lantaran tidak di izinkan bertemu sampai hari akad besok
padahal ia sudah beruntung karena hanya selama dua hari saja mereka tidak bisa bertemu,sedangkan kakak dan kakak ipar nya dulu lebih lama dari itu
“Astaga apa kau tidak punya pekerjaan lain selain menelpon ku?” kesal nya yang sudah jengah mendengar ponsel nya berdering
“Tidak! aku bekerja setelah sebulan kita akad.”
nyata nya memang benar ia belum memulai pekerjaan baru nya sebagai seorang CEO,tapi yang membuat Yunita heran kenapa sebulan setelah mereka menikah? bukan kah biasanya hanya seminggu cuti saja? pikir Yunita
“Sebulan? kenapa lama sekali?” protes Yunita bukan karena tak suka terus terusan melihat Regan nanti,hanya saja ia berpikir jika nanti ia juga butuh uang untuk keperluan nya,mungkin karena Yunita belum mengetahui jumlah kekayaan Regan saja
“kenapa? apa kurang? mau ku tambah jadi setahun?”
senang sekali diri nya menggoda Yunita yang jelas jelas kini protes lantaran ia akan libur sebulan lalu sekarang ia ingin menambah menjadi setahun?
Yunita hanya bisa menghela nafas,percuma saja protes lantaran dia akan semakin di buat kesal dengan jawaban Regan yang menyebalkan
__ADS_1
“Sudah dulu,Sindy sudah datang!”
alasan saja sebenarnya nyata nya Sindy belum menampakkan diri di rumah nya,hanya saja ia benar benar tengah kesal untuk mendengarkan ucapan Regan
”Lalu? memang nya kenapa kalau ada sahabat mu?” benar benar terlalu bucin bahkan tak ingin memutuskan telepon untuk sedetik pun, sebenarnya ia memang sudah begini sejak dulu atau memang baru merasakan virus bucin? pikir Yunita
“Astaga Regan,belum menikah saja sudah begini, bagaimana jika nanti sudah menikah?” ucap Yunita asal lantaran Regan tak mau memutuskan sambungan telepon mereka
“tentu saja kau akan selalu berada di kamar dengan ku,untuk apa kau harus keluar?”
pertanyaan asal maka di jawab dengan jawaban asal pula,menyesal rasanya ia bertanya jika tahu jawaban Regan akan membuat nya ketar ketir,pikiran nya sudah traveling kemana mana saat mendengar kata kamar
Beberapa menit mereka diam akhirnya Regan memutuskan sambungan telepon lantaran mendapat panggilan dari kakek nya,Yunita pun bernafas lega akhirnya ia bisa bebas barang sejenak,jujur mata nya sudah sangat lelah menatap layar ponsel sejak tadi
Tak lama kemudian Sindy benar benar datang bersama Darrel, Yunita Dan keluarga nya pun menyambut mereka dengan sangat baik,tak ingin jika nanti Sindy merasa dikucilkan lantaran menikah setelah ia melahirkan anak
Mereka pun mengobrol di ruang tamu dan tak lama kemudian Sandra datang membawa beberapa minuman dan cemilan,Sindy pun menatap Sandra dengan lekat lantaran merasa tak asing dengan wajah perempuan itu
“Kenapa aku merasa mengenal perempuan ini,tapi siapa?” ucap Sindy membatin, pandangan Sindy terhadap Sandra pun tak lepas dari Yunita,ia sedari tadi memperhatikan sahabat nya yang memperhatikan Sandra hanya saja ia mengira mungkin Sindy hanya bingung karena belum pernah melihat Sandra
“Dia pembantu baru di sini,aku temukan di jalan karena ia sedang di kejar oleh orang jahat.” ucap Yunita berinisiatif menjelaskan tanpa di tanya oleh Sindy terlebih dahulu, Sindy hanya mengangguk tapi otak nya masih mengingat wajah Sandra
Sandra pun gelagapan melihat wajah Sindy,ia sangat ingat jika mereka pernah satu kampus di Negara B walaupun mereka tidak berteman hanya saja karena dari negara yang sama mereka mudah saling mengenali
beruntung sekali ia sedang menyamar dengan warna kulit nya yang di buat lebih gelap dan tompek besar di pipi,jadi Sindy tidak langsung mengenal nya
__ADS_1
Buru buru Sandra Kembali ke dapur demi menghindari Sindy,ia merutuki diri nya lantaran tidak mencari tahu dengan detail orang orang terdekat Yunita hingga ia harus terjebak dalam keadaan seperti saat ini
“Jadi dia sahabat Yunita yang akan menikah dengan kakak nya Regan?” batin nya berucap
mengingat seberapa tampan nya Regan membuat ia juga penasaran dengan ketampanan kakak Regan,karena sedikit banyak yang ia tahu umur Sindy dan juga kakak Regan terpaut cukup jauh tapi Sindy tetap menyukai kakak Regan,hal itu lah membuat Sandra penasaran seberapa tampan kakak Regan itu
“Astaga bukan kah mereka dari keluarga terpandang? kenapa aku tidak terpikir untuk searching saja?” umpat nya pada diri sendiri
ia pun kembali ke kamar nya untuk mencari tahu tentang keluarga Regan karena tidak mungkin ia mengeluarkan ponsel mahal nya di tempat terbuka,bisa bisa ia akan di curigai oleh orang orang di sana
jari jemari nya dengan lihai mengetik nama keluarga Regan di internet. “Nah ketemu!” ucap nya setelah menemukan beberapa artikel
“Omg! dia kakak nya Regan? pantas saja Sindy menyukai nya ternyata dia juga tidak kalah tampan dari Regan,bahkan dia tidak pelit tersenyum,tapi kenapa tidak ada foto Regan? apa dia hanya anak pungut?” ucap nya sambil mencari foto Regan di sana namun nihil tidak ada satu pun foto Regan yang terlihat
“Ah mungkin dia tidak suka jika wajah tampan nya di publish.” tebak nya
dan hal itu memang benar,fakta nya Regan sedari kecil lebih tertutup dan tidak suka jika di foto,bahkan ia meminta pada papa nya untuk tidak memajangkan foto nya di sembarang tempat,bahkan di kamar nya saja tidak ada foto nya selain foto saat ia kecil saja
aneh memang pria pilihan Yunita ini,jika orang tampan akan sering memamerkan ketampanan nya maka Regan lebih memilih menyembunyikan ketampanan nya dengan alasan tidak ingin di kejar kejar oleh wanita
namun usaha nya sia sia karena ketika ia memasuki sekolah dasar,sudah banyak siswa perempuan yang mengajak nya berteman bahkan hingga kuliah pun masih banyak yang mengejar nya,karena tak hanya tampan,Regan juga sangat pintar
“Sedang apa kau disini?”
...*Terima kasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan dan ketidakpuasan di cerita ku🥰...
__ADS_1
...Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏...
...Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏*...