MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 41


__ADS_3

Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy Reading 😘


FLASHBACK ON


“Baik lah,ayo kita menikah.”


Ucap Sindy yang membuat Ryan merasa terkejut sekaligus bahagia,akhirnya usaha nya membuahkan hasil,Ryan yang bahagia langsung memeluk Sindy dan tak lupa memberikan kecupan bertubi tubi di wajah wanita itu


“Tapi bagaimana kita menikah tanpa ada wali dan saksi?” tanya Sindy,ia baru ingat jika menikah siri pun tetap membutuhkan wali dan juga saksi, sedangkan papa atau kakak nya tidak akan setuju jika ia memberitahu mereka


Ryan pun tampak berpikir,sama seperti Sindy yang tidak akan di izinkan menikah jika memberitahu keluarga nya begitu pula Ryan,beda nya keputusan mereka akan di tolak keluarga Ryan karena belum mendapatkan izin dari keluarga Sindy


Mereka kini sama sama kalut dalam pikiran masing masing hingga terlintas satu ide di otak Sindy


“paman.” ucap nya menatap Ryan yang kini menatap nya dengan tatapan bingung,kenapa ia menyebut paman nya? apa dia akan meminta bantuan paman nya? pikir Ryan


dan benar saja tebakan Ryan tidak meleset memang itu yang sedang bersarang di pikiran Sindy,ia pun meminta izin untuk pergi menemui paman nya yang rumah nya lumayan jauh dari sana mungkin sekitar 1 jam perjalanan


Namun Ryan tidak mungkin membiarkan Sindy pergi sendirian dan meminta izin sendirian pada paman nya tentu saja itu akan menjatuhkan harga diri Ryan sebagai laki laki,ia pun ikut menemani Sindy ke sana meskipun harus melanggar hukuman dari papa nya


mereka pergi dengan perasaan gugup, Sindy tengah menyusun kata kata kata pada sang paman agar nanti tidak menimbulkan curiga,namun usaha nya sia sia lantaran paman nya merasa curiga dengan alasan Sindy


Sindy mengatakan bahwa papa nya tidak menyetujui pernikahan mereka lantaran perbedaan usia,tentu saja hal itu tidak di percaya oleh Mario,ia sangat mengenal kakak nya,tidak mungkin karena umur yang terpaut tidak lebih dari 10 tahun membuat kakak nya tidak menyetujui pernikahan mereka


lalu Mario pun mengancam dengan mengatakan akan menelpon papa nya Sindy jika mereka tidak mengatakan hal yang sejujur nya,mau tak mau Sindy dan Ryan menceritakan semua kejadian itu dari awal mereka menjalani hubungan secara diam diam hingga kini mereka di pertemukan kembali


Mario marah bahkan sempat menghadiahkan Ryan sebuah bogem mentah begitu pula dengan Aryo putra dari Mario yang marah karena sepupu nya di sakiti oleh pria yang berada di hadapan nya,namun Sindy meyakinkan paman nya jika semua tidak murni kesalahan Ryan,ia juga salah karena tidak bisa menjaga harga diri nya


merasa emosi nya mulai mereda,Mario pun memberi saran nya pada Ryan dan Sindy untuk tidak menikah tanpa izin dari kedua orang tua mereka,karena restu dari kedua orang tua adalah hal yang paling penting dalam sebuah pernikahan

__ADS_1


mendengar itu Sindy dan Ryan mulai putus asa,rencana nya untuk meminta bantuan paman nya pun seperti nya tidak berjalan dengan mulus,pikir Sindy


“Kalian memang jangan menikah dulu,tapi kalian bisa mengaku sudah menikah di depan keluarga kalian.”


Mario kembali bersuara ketika melihat raut wajah kesedihan di kedua manusia yang saling mencintai itu, mendengar itu Ryan dan Sindy pun menatap bingung pada Mario,apa maksud ucapan nya? sadar akan kebingungan kedua orang itu,Mario pun kembali bersuara menjelaskan maksud dari ucapan nya


“Kalian mengaku lah jika kalian sudah menikah,paman akan membantu kalian,kita hanya perlu menjernihkan pikiran papa mu,maka dia akan setuju dengan pernikahan kalian.”


mengerti dengan rencana paman nya,Sindy dan Ryan pun mengangguk setuju,ia percayakan semua nya pada sang paman karena memang hanya paman nya lah yang bisa menenangkan sang papa


mereka ber 3 pun memutuskan untuk datang ke kediaman Sandy Albert dengan perasaan gugup,berharap semua yang mereka rencanakan berhasil


FLASHBACK OFF


sempat marah lantaran adik nya membohongi diri nya namun semua itu di urung ketika melihat Darrel yang merasa bahagia saat mengetahui bahwa ia memiliki seorang papa


Darrel terbangun saat tak lagi merasakan seseorang di samping nya,tentu saja Yunita yang ia cari,ia pun keluar dari kamar lalu ia mendengar suara orang orang yang keras,ia sedikit mengintip lalu melihat sosok yang sudah ia rindukan 2 hari ini


Mereka yang tengah berdiskusi di sofa pun langsung menoleh ke sumber suara,Sindy langsung memekik memanggil Darrel,bukan karena rindu,ia merasa khawatir karena melihat Darrel yang berusaha turun dari tangga


selama ini ia belum pernah membiarkan Darrel turun dari tangga sendirian apalagi setelah kejadian ia terjatuh,Sindy semakin tidak berani untuk meninggalkan Darrel


Setelah menjemput Darrel dari lantai dua,Sindy pun membawa Darrel bertemu dengan Ryan dan keluarga nya,ia juga mengatakan bahwa Ryan adalah papa nya


“Jadi om adalah papa Darrel? jadi Darrel tidak kesepian lagi?” sedari tadi ia hanya menanyakan itu pada Ryan,Ryan menatap putra nya dengan sedih juga bahagia,sedih lantaran tak pernah ada di sisi Putra nya saat pertama kali ia melihat dunia,pertumbuhan nya dan saat ia bicara untuk pertama kali


“maaf kan papa yang terlambat menjemput Darrel dan mama.” ia memeluk Darrel dengan sangat erat seakan akan tidak akan pernah melepaskan nya lagi


“it's okay papa.” Darrel membalas pelukan sang papa yang belum pernah ia rasakan selama ini,dulu ia sangat sering menatap anak anak yang jalan jalan dengan kedua orang tua nya dari jendela rumah nya lantaran mama nya tidak pernah mengizinkan nya untuk keluar,ia pun tak tahu alasan sang mama melarang nya

__ADS_1


ia bahkan sering bertanya kenapa ia tak memiliki seorang papa, sedangkan anak anak lain memiliki mama dan papa,namun lagi Sindy tak pernah menjawab pertanyaan Darrel


sekarang ia sangat senang kehidupan nya sudah sangat berubah,ia bisa bermain keluar rumah meskipun harus bersama mama nya dan yang lebih membahagiakan sekarangg ia memiliki seorang papa sama seperti anak lain nya


“papa ayo kita ke kamar,Darrel ingin bercerita saat papa belum menjemput Darrel di negara B.”


ia sangat bersemangat menarik tangan papa nya untuk ikut ke kamar,namun Ryan masih enggan untuk bergerak,bukan tak peduli hanya saja ia masih membutuhkan izin untuk bisa masuk ke kamar Darrel mengingat kini ia belum resmi menjadi anggota keluarga Albert


“Darrel nanti saja ya, sekarang Darrel harus berkenalan dengan kakek dan nenek nya papa.” ucap Sindy menunjuk kedua orang tua Ryan yang sedari tadi sudah menatap haru pada Darrel yang begitu mirip dengan Ryan sewaktu kecil


Akhirnya diskusi yang dilakukan dua keluarga itu pun berakhir dengan hari akad Ryan dan Sindy yang akan di laksanakan bersamaan dengan hari akad Yunita dan Regan


mereka pun pulang bersama sama sementara Regan pialang bersama Yunita karena harus mengantar calon istri nya itu


namun di mobil Yunita terlihat sangat bahagia sedangkan Regan memasang raut wajah cemberut lantaran tak terima hari akad nya sama dengan kakak nya


“Ikhlas kan saja Regan.”


sejak tadi Yunita selalu menggoda Regan,entah kenapa mood nya menjadi sangat baik setelah melihat wajah cemberut Regan, sedangkan Regan tetap tak menggubris perkataan Yunita yang begitu menyebalkan di telinga nya


cup!


“jika kau tersenyum maka aku akan memberi mu bonus.” ucap Yunita setelah memberikan kecupan singkat di pipi Regan


Ciiiiitttttt!!!!


Brakk!!!


Terima kasih sudah membaca karya ku sampaii bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku 🥰

__ADS_1


Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏


Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏


__ADS_2