
Kini ketiga wanita itu sudah berada di ruangan kerja Regan,tubuh ketiga wanita itu sudah bergetar sejak tadi lantaran mendapat tatapan tajam dari bos mereka
Regan duduk di sofa bersama Yunita yang kini tengah duduk bersandar di dada bidang milik nya,sedari tadi tangis Yunita tak kunjung berhenti lantaran merasa sedih kehilangan makanan yang ia buat dengan susah payah
Memang sedikit lebay jika dilihat oleh orang orang yang tidak mengetahui jika Yunita kini tengah mengandung,berbeda lagi dengan Regan yang paham dengan sikap istri nya yang begitu sensitif
“Kalian bertiga tau kan kesalahan kalian?” tanya Regan tegas,jika mereka adalah seorang laki laki mungkin sudah babak belur di tangan Regan
Ketiga wanita itu mengangguk dengan tertunduk,tak berani menatap bos mereka yang memang sejak masuk ke kantor itu terlihat dingin dan cuek,di tambah kini mereka harus menghadapi kemarahan bos mereka
Sial sekali nasib mereka bertiga,di hari pertama bertemu dengan bos baru,mereka justru mendapat kan masalah besar yang bisa mengancam pekerjaan mereka
Jujur mereka tidak tahu jika Regan sudah menikah lantaran tak ada informasi yang mengatakan hal tersebut karena memang pernikahan Regan dan Yunita tidak di adakan resepsi
“Apa kau selalu seperti ini di saat tamu yang bertanya pada kalian?”
Bukan hanya karena mereka melakukan itu pada Yunita,namun Regan juga mempertanyakan bagaimana mereka jika pada orang lain nanti
Tak ada jawaban dari ketiga wanita itu,karena mereka hanya melakukan itu pada wanita cantik saja,di tambah Yunita tidak mengenakan pakaian kantor jelas ia tak memiliki urusan kantor di sana
“Kalian diam artinya itu benar!”
Kesal juga melihat ketiga wanita itu yang hanya diam setelah melakukan kesalahan,bahkan tak ad kata maaf yang terlontarkan dari mulut mereka pada Yunita
”Kalian mau di pecat? jawab saya!”
Sontak ketiga wanita itu mengangkat kepala mereka,hal yang mereka takut kan terjadi,dengan cepat mereka memohon pada Regan dan Yunita untuk tidak memecat mereka dengan alasan jika mereka adalah tulang punggung keluarga
Namun bukan Regan nama nya jika peduli dengan masalah mereka,berani berbuat berani pula bertanggung jawab,tak ada toleransi dari Regan untuk orang orang seperti mereka
“Sayang,aku rasa tidak perlu memecat mereka.” ucap Yunita kemudian sontak membuat Regan menatap nya bingung,kenapa istri itu tiba tiba merasa kasihan pada ketiga wanita itu
__ADS_1
“Tapi mereka sudah..”
“Ssttt, tidak harus memecat mereka,kau bisa memberi pelajaran lain pada mereka.” ucap Yunita tersenyum manis penuh arti pada ketiga wanita tersebut
Ketiga wanita itu tersenyum manis pada Yunita,merasa jika Yunita memiliki hati yang besar dengan tidak memecat mereka. Namun salah,Yunita bukan merasa kasihan melainkan memiliki rencana lain untuk ketiga wanita itu
“Tidak baik memecat mereka,karena jika sudah keluar dari kantor ini tentu mereka akan sangat sulit untuk mencari pekerjaan di kantor mana pun,Turun kan saja jabatan mereka, seperti nya di sini kekurangan office girl”
Damn it!
Senyuman manis di wajah ketiga wanita itu kini memudar,Yunita bukan membantu mereka melainkan ingin membalas mereka dengan tetap berada di kantor ini
Tentu nanti nya ia akan senantiasa menyuruh ketiga wanita itu untuk melakukan apapun yang ia perintahkan, setidak nya untuk sebulan mereka harus menjalankan hukuman tersebut,pikir Yunita
Sedangkan Regan kini tersenyum menatap istri nya yang masih saja tidak berubah,sikap ini lah yang selalu Regan ingat sejak dulu,bersikap lembut namun menyakitkan bagi lawan nya
“Kau benar sayang,di kantor ini memang sedang kekurangan office girl.” ucap Regan mengusap puncak kepala Yunita
Ia yang paling takut di sini karena ia yang saling menjambak dengan istri bos nya itu,ingin sekali rasanya ia berhenti dari sana namun mengingat ancaman dari Yunita membuat nyali nya menciut
“Kenapa? apa masih sakit?” Tanya Regan panik,ia meniup kepala Yunita dengan pelan di hadapan ketiga wanita itu yang kini belum jelas posisi nya
“Sedikit,tapi tidak apa apa.” ucap Yunita kemudian
Tatapan Yunita kini tertuju pada Sinta,sontak wanita itu kembali menunduk kan kepala nya melihat tatapan tajam dari Yunita,mendadak perasaan nya tak enak saat ini
“Apa aku bisa minta tolong pada kalian?” ucap Yunita pada ketiga wanita itu,dengan cepat ketiga wanita itu mengangguk tanpa tahu apa yang akan Yunita perintah kan pada mereka
“Jabatan kalian akan tetap turun menjadi office girl,terserah kalian akan tetap bertahan atau tidak di kantor ini,namun yang jelas,sekali kalian keluar dari kantor ini maka akan sulit bagi kalian mendapatkan pekerjaan di kantor mana pun!”
Kembali mereka mendengar ucapan menakutkan itu dari bibir Yunita,tak peduli harus menjadi office girl,yang terpenting mereka harus tetap bekerja sebelum akhir nya mendapatkan pekerjaan lain nanti
__ADS_1
“Tugas pertama kalian yaitu menuruti perintah ku, apapun!”
Dengan susah payah ketiga wanita itu menelan Saliva nya,mereka yakin jika perintah dari istri bos nya itu tidak akan semulus wajah cantik mereka, terlihat dari tatapan dan seringaian sinis di bibir Yunita kini
“Kalian setuju?” Tanya Yunita,jelas saja mereka harus setuju lantaran tak memiliki pilihan lain saat ini,Menyesal sekali mereka melakukan hal bodoh pada Yunita karena mengira Yunita adalah perempuan lemah
Ketiga wanita itu mengangguk ragu,mendadak degup jantung nya semakin cepat dari sebelum nya,entah apa yang akan di minta oleh istri bos mereka ini,namun mereka berharap itu bukan sesuatu yang mustahil untuk di turuti
“Sayang,kau ingin menyuruh mereka melakukan apa?” tanya Regan berbisik lantaran melihat istri nya yang terus saja tersenyum sejak tadi
“Tidak susah,aku nya ingin mereka membelikan aku rujak.”
Ketiga wanita itu menghela nafas lega,beruntung hanya rujak saja,dari pada harus membelikan nya mansion,kan bisa bangkrut
“Siap bu.” ucap ketiga wanita itu serempak lalu mereka pamit undur diri,namun baru saja melangkah Yunita kembali menghentikan mereka keluar dari ruangan tersebut
“satu orang saja,putuskan siapa yang akan membelikan nya?” ucap Yunita memberi pilihan
Ketiga wanita itu saling menatap,lalu Sinta akhir nya menawarkan diri untuk membeli rujak yang Yunita ingin kan
“Biar saya saja bu.” ucap Sinta percaya diri,Yunita mengangguk lalu mengambil dompet suami nya dan mengeluarkan beberapa lembar uang dan diberikan pada Sinta
Jelas Sinta bingung padahal hanya membeli rujak kenapa harus sebanyak itu memberikan uang? apa dia ingin memberikan bonus pada ku karena menuruti permintaan nya?pikir Sinta
“Kenapa banyak sekali buk?” tanya Sinta kemudian
Yunita tersenyum. “Barangkali kamu nanti kehausan.” ucap nya santai
“Baik lah kalau begitu saya permisi buk,pak.” ucap nya membalikkan badan,namun lagi lagi langkah nya terhenti
“Belikan Rujak yang Abang penjual nya punya istri yang sedang hamil.”
__ADS_1
Deg!