
Saat akan keluar dari rumah Serly, tiba tiba saja ponsel Regan berdenting, dengan cepat pria itu membuka ponselnya, terlihat pesan masuk dari Yunita membuatnya segera membuka isi pesan itu.
[Tolong aku, Adhistia membawaku pergi, jangan hubungi aku nanti mereka menyadarinya, aku akan mengirim lokasinya.]
Regan kemudian segera masuk kedalam mobilnya dan mengikuti lokasi yang Yunita kirimkan padanya, entah kemana Adhistia akan membawa Yunita pergi, yang jelas wanita itu benar benar sudah tidak bisa di biarkan lagi.
Tak lupa Regan juga menghubungi Agus agar segera menghubungi polisi agar Adhistia bisa segera di tangkap atas apa yang ia lakukan pada Regan dan Yunita, hingga akhirnya lokasinya berhenti disebuah gedung yang terbengkalai.
Regan terus saja mengikuti mereka, terlihat dari jauh Adhistia dan perawat itu menarik paksa Yunita agar mengikuti langkah mereka hingga mereka berada di lantai paling atas gedung itu, setelah mengirimkan alamatnya pada Agus, Regan segera masuk untuk menyelamatkan Yunita, tentu dengan berhati hati agar mereka tidak menyadari keberadaan nya.
Sedangkan diatas gedung saat ini Adhistia tengah mengikat Yunita di sebuah kursi, lalu menatap tajam paa Yunita yang benar benar ia benci, bagaimana tidak? lantaran Yunita adalah satu satunya wanita yang sangat Regan cintai setelah dirinya, Adhistia bisa melihat bagaimana sikap Regan pada Yunita dan hal itu yang membuatnya merasa kesal karena Yunita mendapatkan begitu banyak cinta dari Regan.
“Lepaskan aku Adhistia! apa mau mu?”
Sentak Yunita yang tak tahu apa sebenarnya yang Adhistia inginkan darinya, entah apa kesalahannya hingga wanita itu melakukan hal itu padanya, Adhistia hanya tersenyum sinis pada Yunita yang entah sedang berpura pura tidak tahu dengan apa yang Adhistia rasakan.
“Mau ku? mau ku adalah Regan! kau harus melepaskan Regan agar dia kembali padaku! Regan hanya milikku bukan milik orang lain!”
Yunita mengerutkan keningnya, jadi semua ini Adhistia lakukan hanya demi mendapatkan Regan? entah pemikiran dari mana yang ia dapatkan hingga berani melakukan hal konyol seperti ini.
“Ini salah Adhistia, dengan begini kau tidak akan mendapatkan cinta Regan tapi justru kebenciannya.”
mendengar itu jelas saja Adhistia tidak terima, wanita itu kemudian menampar Yunita dengan begitu keras bahkan tak hanya sekali lantaran Yunita terus saja mengocehkan hal yang membuat Adhistia merasa kesal.
“Lebih baik kau mati saja, agar aku bisa bersama Regan!”
Ucap Adhistia kemudian melepaskan tali yang mengikat tubuh Yunita dan berniat untuk mendorong Yunita dari atas gedung, namun beruntungnya Regan datang tepat waktu dan segera menarik tangan Yunita agar menjauh dari Adhistia.
__ADS_1
“Re-regan? bagaimana bisa kau ada disini?”
Tanya nya terkejut melihat keberadaan Regan disana, ini bukan bagian dari rencananya, bagaimana bisa Regan ada di sana disaat ia akan menjalankan rencananya untuk menghabisi Yunita? sedangkan Regan kini menatap tajam pada Adhistia.
“Kau gila? apa yang kau pikirkan? kau ingin membunuh orang lain hanya demi ambisimu itu?”
Adhistia menggelengkan kepala nya, seumur hidup belum pernah Regan semarah ini padanya meskipun ia memilih meninggalkan pria itu dulu, tapi kali ini ia benar benar bisa melihat tatapan kebencian Regan padanya membuatnya benar benar tidak bisa berpikir jernih, tatapan nya kini tertuju pada Yunita yang berada dalam pelukan Regan.
“Ini semua salahmu! kenapa kau harus hadir di antara aku dan juga Regan?”
Ucapnya yang entah tidak sadar jika dirinya lah yang berada diantara kehidupan Regan dan Yunita bahkan berniat untuk mencelakai mereka, Regan yang kesal pun hampir saja menyakiti wanita itu jika saja Yunita tidak menahan nya.
“Kau yang seharusnya pergi Adhistia, apa kau tidak sadar dengan apa yang kau lakukan padaku dan juga istriku? kau menyabotase mobilku hingga kami kecelakaan, dan kau juga yang menyabotase kematian bayi kami! sekarang dimana bayi kami?”
Ucap Regan membuat Yunita seketika menatap suaminya itu, apa maksud dari perkataan Regan? bayi mereka masih hidup? dan semua hanya rencana dari Adhistia yang ingin menghancurkan kehidupan mereka?
“Jadi semua perbuatannya? dan bayi kita? apa bayi kita benar benar masih hidup?”
“Dimana bayiku! katakan sekarang juga!!”
Adhistia hanya tersenyum sinis kala Yunita menarik rambutnya dengan kasar, tentu ia tidak akan membuka mulut tentang hal itu karena jika itu terjadi maka kehidupan Regan dan Yunita akan kembali bahagia, sedangkan dirinya? ia tidak akan mendapatkan Regan sampai kapanpun.
“Bayi mu ada di..”
Bisik Adhistia lalu dengan cepat ia mendorong tubuh Yunita hingga wanita itu hampir terjatuh dari atas gedung, beruntung perawat itu menangkap tangan Yunita dengan cepat hingga membuat Regan dengan cepat membantu perawat itu menarik Yunita naik keatas.
”Suci! kenapa kau membantunya?!!”
__ADS_1
sentak Adhistia yang merasa dikhianati oleh perawat itu, Suci hanya menatap Adhistia dengan tajam, pasalnya wanita itu mengatakan hanya ingin memberi pelajaran pada Yunita saja dan bukan berniat untuk membunuh wanita itu.
“Maaf, tapi saya tidak ingin menjadi seorang pembunuh!”
ucapnya lalu hendak pergi dari tempat itu, namun di saat yang bersamaan Agus datang bersama para polisi yang akan menangkap mereka, dalam keadaan seperti ini tentu saja Adhistia merasa panik, wanita itu kemudian menatap sekeliling, lalu tatapannya tertuju pada Suci yang juga terkejut melihat keberadaan polisi disana.
Dengan cepat Adhistia menarik Suci lalu mengancam akan mendorong suci dari atas gedung jika mereka memaksa untuk menangkapnya, tentu semua orang merasa khawatir saat ini, di tambah Adhistia yang terus saja berjalan mundur.
“Letakkan senjata kalian!!!”
Pekik Adhistia, Suci pun merasa gemetar kala melihat jarak gedung ke tanah yang begitu jauh, rasanya jika ia jatuh maka nyawanya akan benar benar hilang di sini, Suci menatap Agus yang seperti memberi isyarat untuk menyiku perut Adhistia.
Wanita itu mengangguk setelah mengerti dengan apa yang Agus maksud lalu segera menyiku perut Adhistia membuat wanita itu segera melepaskan tangan nya dari tubuh Suci, Suci segera berlari menjauh dari Adhistia Sedangkan Adhistia yang kesakitan terus saja berjalan mundur hingga tanpa ia sadari ia sudah berada di ujung pijakan.
“Akhhh!!!”
pekik nya kala merasakan tubuhnya yang melayang di udara, wanita itu menatap kebawah dimana kini ia bisa merasakan dirinya tergantung dari atas gedung, lalu kini tatapan nya tertuju pada tangannya yang tengah di pegang oleh Yunita.
Ya wanita itu menolong Adhistia yang hampir terjatuh, hal itu tentu saja membuat Adhistia benar benar terharu dan juga merasa bersalah, padahal ia sudah menyakiti Yunita terus menerus tapi wanita itu tetap saja membantunya.
“Ayo naik Adhistia.”
Ucap Yunita namun wanita itu memilih untuk tidak menuruti ucapan Yunita, Yang lainnya juga berusaha untuk membantu Adhistia namun wanita itu mengancam akan segera melepaskan tangan nya dari Yunita, membuat mereka kembali mundur.
“Tidak, aku rasa hidupku hanya sampai di sini saja, tolong maafkan aku karena sudah menyakitimu dan Regan, aku terlalu buta karena obsesi ku pada kehidupan bahagia kalian, hingga aku lupa jika aku juga punya kehidupan lain, yaitu putri ku.
Dan bayi kalian, bayi kalian bersama Serly, aku memberikan nya pada Serly, semoga kalian bisa hidup bahagia.”
__ADS_1
Ucapnya lalu sengaja melepaskan tangan nya dari tangan Yunita.
”Adhistia!!”