MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 28


__ADS_3

...Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading 😘...


setelah melewati drama penolakan dari Regan karena Yunita memaksa agar mereka pulang bersama Ryan,melihat kondisi Ryan yang tak memungkinkan untuk menyetir sendiri,akhirnya Regan pun pasrah karena ancaman Yunita yang mengatakan akan pulang berdua dengan Ryan


“Apa kakak tidak mau di obati dulu?” tanya Yunita pada Ryan yang kini duduk di jok belakang, pertanyaan kesekian kalinya dari Yunita pada Ryan,sejak tadi ia khawatir jika luka pada Ryan akan parah namun lagi lagi Ryan menolak


“Sudah lah jangan memaksa nya,dia sudah dewasa, pukulan kecil seperti itu tidak mungkin membuat nya tewas!” Yunita menggeplak Regan yang selalu berbicara sembarangan tanpa dipikir terlebih dahulu


“setidak nya itu mulut di kunci saja kalau tidak bisa berbicara sesuatu yang baik!” protes Yunita,benar benar berubah 180 derajat dengan Regan yang dulu bahkan tak pernah sedikit pun nimbrung dalam pembicaraan nya


sedangkan Ryan kini diam menatap luar kaca mobil,entah kenapa pikiran terus saja memikirkan hari esok,jujur saja ia benar benar takut jika nanti nya keluarga Sindy akan melarang nya bertemu Sindy dan anak nya


“Ayo turun!” ucap Regan seraya keluar dari mobil nya dan dengan cepat membukakan pintu untuk Yunita,hal itu membuat Ryan benar benar tak percaya jika itu adalah adik nya yang terlihat dingin selama ini


Regan mengantar Yunita sampai di pintu masuk rumah Yunita,dan hal itu tak lepas dari pandangan Ryan


“Masuk dan tidur lah dengan nyenyak! kau paham?” Yunita mengangguk malas,pasal nya tunangan nya itu menasehati namun lebih terlihat seperti mengancam


“Aku pulang dulu.” Lagi Yunita mengangguk,namun beberapa saat mereka terdiam dengan saling menatap. “Kenapa belum pergi?” tanya Yunita yang melihat Regan tak bergerak dari tempat nya


“Kau melupakan sesuatu.” ucap Regan pelan bahkan hampir tidak kedengaran oleh Yunita. mata nya tak lagi menatap Yunita melainkan menatap ke langit langit malam,ia terlihat tengah menghindari tatapan Yunita yang kini menatapnya dengan bingung


Yunita mengingat ingat apa saja yang ia bawa saat pergi kerumah sakit,namun tak ada yang ia bawa selain diri nya. “Tapi aku tidak membawa apapun?”


pupus sudah harapan Regan yang ingin mendapat kecupan selamat malam dari tunangan nya,fakta nya tunangan nya itu tak peka sedikit pun

__ADS_1


“Astaga kau benar benar tidak mengerti?” tanya Regan yang gemas pada wajah polos Yunita,Yunita menggelengkan kepalanya benar benar tidak mengerti dengan arah pembicaraan Regan


cup!


satu kecupan pun mendarat di bibir Yunita,hanya sekilas karena memang ia hanya menginginkan kecupan kecil saja,namun hal itu sudah mampu membuat Yunita memerah lantaran menahan malu


bagaimana tidak? Mobil Regan tepat berada di depan nya dan Ryan juga tidak sedang tidur,tentu saja ia merasa malu jika nanti Ryan melihat Regan ******** bibir nya meskipun sekilas


“Kau! apa kau tidak malu ******** bibir wanita di depan kakak mu?” tanya nya mencubit perut kotak kotak Regan


Regan meringis meskipun tidak begitu sakit. “Untuk apa malu? bahkan dia melakukan lebih pada Sindy!” ucap nya enteng Tanpa beban di mulut pedas nya itu


“Maksud mu?” tanya Yunita mengerutkan keningnya,jujur ia belum mengetahui apapun sama sekali karena memang Sindy tidak memberitahu nya apapun


“Dia pria brengsek yang menghamili Sindy!”


“Apa?!!! jadi kak Ryan pria brengsek itu?” pekik Yunita terkejut, bagaimana tidak? ia yang mengira Ryan adalah pria yang lebih baik dari Regan melihat sikap Ryan yang jauh lebih baik dari pada Regan,ternyata melakukan kesalahan yang sangat fatal bahkan kepada sahabat nya


“Hei! dia kakak ku!” protes Regan yang tak terima Yunita mengumpat kakak nya,aneh sekali padahal ia lah yang mengumpat kakak nya terlebih dahulu,namun sekarang mendadak ia tak terima jika kakak nya di umpat oleh orang lain


“Lalu apa aku harus menyebut nya pria malaikat?!” timpal Yunita yang juga kesal pada Regan yang protes pada nya, Regan memilih diam demi menghindari perdebatan dengan tunangan nya itu


“Baik lah terserah kau saja. aku pulang dulu,kau istirahat lah,mengerti?” kini ucapan nya lebih lembut dari sebelumnya bahkan ia mengelus rambut Yunita,Yunita mengangguk lalu tangan nya menahan pergerakan Regan yang akan melangkah menuju mobil nya


“Apa?” tanya Regan,Yunita segera menarik tengkuk Regan lalu membenamkan bibir nya di bibir Regan,hanya sekilas saja. “Selamat malam.” ucap nya setelah melepas ******* bibir mereka

__ADS_1


Regan mengusap bibir Yunita. “Selamat malam.” ucap nya sebelum ia benar benar pergi dari sana,setelah memastikan Yunita benar benar memasuki rumah nya dengan selamat,Regan pun melajukan mobil nya menuju kediaman Adiwijaya


“Kau bisa bersikap romantis juga ternyata.” dalam keadaan nya yang tidak begitu enak untuk di pandang pun masih sempat untuk mengejek Regan yang bucin pada Yunita


“Tidak usah mengejek ku,siapkan saja diri mu untuk menjawab semua pertanyaan yang papa berikan nanti.” ucap nya menarik sebelah sudut bibir nya,ia tahu sesampainya mereka di kediaman Adiwijaya maka Ryan tak akan selamat dari amukan sang papa


“Jangan menakut nakuti ku setan!” padahal dirinya sedari tadi berusaha untuk tidak memikirkan hal tersebut,namun dengan enteng adik nya itu malah membahas hal itu untuk menakut nakuti nya


“Hei! kau sedang berada di mobil ku! apa kau mau aku campak kak disini?”


“Ah tapi aku tidak akan mencampak kak mu,jika tidak aku tidak akan bisa melihat amukan papa pada mu!” memang defenisi adik yang kejam pada Kakak nya,bukan nya membantu untuk mencari solusi,ia malah berharap jika kakak nya akan terkena amukan dari sang papa


Ryan menghela nafas pelan, bagaimana bisa adik satu satu nya malah terlihat seperti musuh nya,benar benar tidak sesuai dengan ekspektasi Ryan,ia dulu mengharapkan seorang adik yang patuh pada nya agar bisa ia suruh untuk melakukan apapun yang ia inginkan,namun realita nya sangat berbeda


“Bisa bisa nya adik ipar setuju untuk menikah dengan mu.”gumam Ryan, meskipun hanya gumam man,tapi masih terdengar jelas di telinga Regan.


“Dan bisa bisa nya Sindy mau berhubungan dengan mu bahkan memberikan mahkota nya padamu!” beruntung disana tidak ada Sindy,jika tidak tentu Sindy akan sangat tersinggung, meskipun apa yang Regan katakan adalah fakta


“Tentu saja,karena aku adalah idaman semua wanita,bukan seperti mu,romantis saja tidak bisa.” protes Ryan yang mengarah pada ejekan untuk Regan,namun bukan Regan nama nya jika tidak bisa menjawab ucapan orang dengan tajam


“Hei apa kau tau,pria spesies diri mu itu murahan,dengan mudah mengatakan hal romantis pada setiap perempuan,dan aku adalah spesies langka,karena hanya bisa mengatakan hal romantis pada satu wanita saja!”


Ryan terdiam mendengar jawaban menohok dari Adik nya,memang benar ia dengan mudah mengatakan hal romantis pada perempuan,tapi setelah bertemu Sindy jangan kan untuk romantis,melirik wanita lain saja Ryan tak minat,karena ia memang benar benar tulus pada Sindy


“Hanya perasaan mu saja!” tak punya jawaban lagi untuk menjawab ucapan Regan,Ryan memilih fokus menyiapkan diri dari amukan sang papa

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya ku sampaii bab ini, semoga readers suka,dan jangan lupa untuk memberi kritikan dan saran nya jika ada kesalahan atau ketidakpuasan dalam cerita ku🥰...


...Author minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya,sesuai penilaian Readers,terima kasih🥰🙏...


__ADS_2