
Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading 😘
Regan dengan cepat menginjak pedal rem kala melihat seseorang berlari ke arah mobil nya,beruntung ia ia mengendarai mobil tidak berkecepatan tinggi hingga kecelakaan masih bisa di elak kan,tapi orang itu sudah terjatuh di jalan padahal Regan yakin jika mobil nya belum mengenai tubuh orang itu
“Regan! kita menabrak orang?” tanya Yunita khawatir melihat orang itu yang kini tengah terduduk di jalanan
“Sebentar,akan aku periksa.”
Regan keluar dari mobil lalu menghampiri orang itu,seorang wanita yang penampilan nya acak acakan terlihat tengah memegang kedua lutut nya,ia juga meracau ketakutan saat Regan bertanya keadaan nya
”Tolong bantu aku tuan,aku mohon.”
Bukan Regan nama nya kalau peduli dengan keadaan orang itu,setelah ia memastikan jika perempuan itu baik baik saja ia pun kembali ke dalam mobil tanpa berniat membantu perempuan itu,tapi ia meninggalkan beberapa lembar uang seratus ribu untuk perempuan itu sebagai rasa bersalah nya
“Bagaimana? apa dia baik baik saja?” tanya Yunita begitu Regan masuk ke dalam mobil,Regan hanya mengangguk tanpa menjawab pertanyaan Yunita
merasa tak puas dengan jawaban Regan yang tak ikhlas,Yunita pun berinisiatif untuk keluar dan melihat keadaan orang itu,sempat di larang namun Yunita tak peduli sedikit pun
“Astaga nona,kau baik baik saja?”
sangat berbeda dengan respon Regan tadi,Yunita begitu khawatir melihat keadaan perempuan itu, penampilan nya kacau sekali seperti baru di siksa,pikir Yunita
“Nona tolong saya,tolong bawa saya pergi,saya sedang di kejar oleh orang jahat nona.”
perempuan itu memelas menggenggam tangan Yunita berharap agar Yunita mau menolong nya, Yunita yang merasa kasihan pun tanpa pikir panjang membawa perempuan itu masuk ke dalam mobil Regan
“Kenapa kau membawa nya?” protes Regan yang tak terima jika mobil nya kotor karena perempuan itu
“Astaga apa kau tidak kasihan pada nya,look at this girl.”
Regan menghela nafas pelan,bingung kenapa Yunita mudah sekali menolong orang yang tidak diketahui asal usul nya, bagaimana jika dia bukan orang baik baik? pikir Regan
“Mau di turunin di mana?” tanya Regan pada perempuan itu tanpa berniat menatap nya walau hanya sekilas
“Sa-saya ti-tidak tahu tuan.” balas perempuan itu,ia juga bingung karena ia juga tak tahu tentang jalan yang mereka lewati
“Apa maksud mu tidak tahu? apa kau berniat untuk meminta tempat tinggal pada kami?”
lagi Regan protes,jujur saja semenjak awal ia sangat tidak suka dengan kehadiran perempuan itu,selain tidak jelas asal usul nya perempuan itu juga merusak suasana,padahal tadi nya ia sudah berharap akan mendapat kecupan lagi dari Yunita namun semua kandas gara gara perempuan itu
__ADS_1
“Regan!” tegur Yunita karena merasa Regan sudah keterlaluan hingga membuat perempuan itu ketakutan
“Siapa nama mu?” tanya Yunita lembut,ia lupa untuk bertanya nama paa perempuan itu
“Cassandra nona.”
“Kau dari mana?” lagi Yunita bertanya
“Dari desa nona,saya ke kota ini untuk mencari pekerjaan tapi tiba tiba saya di bawa ke sebuah club oleh majikan saya.” ucap nya lirih,lalu ia menangis, mungkin ia masih merasa takut mengingat kejadian yang baru saja ia alami,pikir Yunita
“Kau dari Desa? tapi nama mu seperti orang kota.” perihal nama saja ia permasalahkan,punya dendam apa dia di masa lalu dengan perempuan itu?
Perempuan itu diam,ia sudah menduga sejak awal kalau Regan tidak menyukai kehadiran nya namun ia tak peduli karena ia tak ingin di tangkap oleh orang orang jahat itu lagi
“Berapa umur mu?” tanya Yunita mengalihkan pembicaraan,ia takut jika Cassandra tersinggung dengan ucapan Regan
“25 nona.” lagi ia menjawab dengan singkat
“Panggil aku kakak saja,nama ku Yunita dan ini tunangan ku namanya..”
belum ia menyelesaikan ucapan nya,Regan sudah menempelkan jari di bibir Yunita
“Jangan sembarangan menyebarkan namaku,aku tidak suka nama ku di ketahui oleh sembarang orang.” ucap nya menatap tajam ke arah perempuan yang duduk di jok belakang itu
“Baik lah Cassandra,apa kau mau tinggal di rumah kakak?” tawar nya, Perempuan itu pun mengangguk tanpa ragu lalu tersenyum.
“manis sekali senyum nya” batin Yunita
“Panggil Sandra saja kak.” ucap nya
lalu Regan melajukan kendaraan nya membelah jalan di malam yang sunyi itu,hingga mobil nya berhenti setelah memasuki gerbang rumah Yunita,ia pun membuka pintu mobil untuk Yunita
“Masuk dan istirahat lah.” ucap Regan datar seperti biasa nya, tak lupa ia mengecup kening Yunita bahkan di depan Sandra,Sandra hanya bisa meneguk Saliva nya entah kenapa ada perasaan iri melihat hal itu
“Apa kau tidak malu melakukan hal itu di depan orang lain?” bisik Yunita yang protes lantaran Regan tanpa malu mencium kening nya di depan Sandra
“untuk apa malu? aku bahkan tidak malu untuk mengecup bibir mu di depan nya.”
Yunita berdecak kesal,ia bahkan sengaja berbisik agar tidak kedengaran oleh Sandra,namun tunangan nya yang tidak memiliki rasa malu ini malah sengaja berbicara dengan keras di depan Sandra
__ADS_1
“pulang lah,hati hati di jalan,ingat ja...”
“jangan ngebut,biarlah lambat asalkan selamat.” sambung Regan, jujur saja ia sudah sangat bosan mendengar nasehat dari Yunita ini
Yunita tersenyum lalu melambaikan tangan nya melihat mobil Regan yang mulai menjauh
“Ayo masuk.” ucap Yunita pada Sandra,Sandra pun menurut saja lalu mengekor Yunita dari belakang
“Assalamu'alaikum Bunda,Ayah..” ucap nya begitu ia masuk ke rumah
“Wa'alaikumussalam..” ucap mereka serempak,tak hanya bunda dan ayah melainkan Yoonia dan Agus dan Aaron juga berada di sana
“Kamu bawa siapa Nit?” tanya Yoonia begitu melihat seorang perempuan berpenampilan lusuh berada di belakang adik nya
“Dia Sandra,tadi hampir ketabrak karena dia kabur dari orang orang jahat.” jelas nya pada keluarga nya
“Astaghfirullah.” ucap Bunda Mira merasa kasihan pada Sandra, pantas saja penampilan nya sangat kacau, pikir Bunda Mira
“Dia boleh tinggal di sini kan Bun,sampai dia mendapatkan pekerjaan?” tanya Yunita hati hati, sebenarnya ia bukan takut pada Bunda nya melainkan Ayah nya
ia tahu jelas jika Ayah nya tidak suka keluarga nya membawa sembarang orang kerumah apalagi untuk tinggal meski sementara
“Gak apa apa kok, kalau Sandra mau dia bisa kerja di sini,kebetulan kita butuh asisten tambahan.”
mendengar itu Mata Sandra berbinar-binar tak masalah jika hanya sebagai asisten rumah tangga yang penting pekerjaan nya halal
“Saya mau nyonya.” ucap nya tak bisa menahan senyum di wajah nya
namun berbeda dengan Yoonia,ia menatap perempuan itu dengan tidak suka,entah mengapa ia merasa perempuan itu bukan orang baik baik
Bunda Mira pun meminta asisten rumah tangga nya untuk mengantar Sandra ke kamar belakang lalu menjelaskan pekerjaan yang harus ia lakukan besok
setelah kepergian Sandra,Yunita pun menghampiri kakak nya yang kini tengah mengunyah makanan tanpa henti
“Hai baby, apa kau tidak kasihan melihat mommy mu terus mengunyah makanan?” bukan bertanya lebih tepatnya kini ia tengah menyindir kakak nya yang tak henti henti nya mengunyah makanan
“jangan menyindir,nanti kau juga begitu kalau bunting.” ucap nya ketus,Bunda Mira dan Brasmayanto pun hanya geleng kepala melihat kelakuan kedua putri nya padahal mereka sudah sangat dewasa tapi masih saja sering bertengkar
...Terima kasih telah membaca karya ku sampaii bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika ada kesalahan atau ketidakpuasan di ceritaku🥰...
__ADS_1
...Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰...
...Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ sesuai penilaian readers terima, kasih🥰🙏...