MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 24


__ADS_3

...Budayakan like setelah baca ya, Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading😘...


Semua pasang mata tertuju pada sumber suara yang berasal dari pintu,Dengan raut wajah bingung mereka menatap Ryan yang kini masuk kedalam ruangan Darrel di rawat. “Kamu?” Tuan Albert bersuara kala menatap wajah Ryan yang tak asing. “Saya Ryan Maheswara om.” ucap nya memperkenalkan diri


“Ah iya saya ingat,kamu putra tuan Maheswara kan?” tanya Papa Sindy yang mengingat wajah Ryan saat mereka mengadakan pertemuan untuk sebuah proyek kerja sama. “Iya om.” ucap Ryan mengangguk


“Kenapa bisa ada disini?” tentu saja Ia heran dengan kedatangan Ryan,karena seingat nya mereka tak ada hubungan kerja sama lagi dan mereka juga bukan saudara lalu kenapa Ryan bisa berada di ruangan cucu nya?


“Sayaa..”


“Dia yang mengantar Sindy pah.” ucap Sindy memotong ucapan Ryan dan tentu saja itu membuat papa Sindy kembali bingung, bagaimana bisa mereka kesini bersama? bukan kah Sindy pergi ke acara pertunangan sahabat nya?


“Adik kak Ryan yang bertunangan dengan Yunita pah,jadi kami bertemu di sana.” paham dengan raut wajah sang ayah yang merasa kebingungan,ia berinisiatif untuk menjelaskan nya tanpa di minta


mendengar itu papa nya hanya mengangguk, mengiyakan ucapan Sindy, sedangkan Ryan sedari tadi hanya menatap wajah bocah tampan yang kini terbaring, meskipun kaki nya di gif tapi ia tak menunjukkan raut wajah kesakitan sama sekali


“Dia memang benar benar anak ku!” ucap Ryan yang hanya mampu ia ucap kan di dalam hati nya. “Kalau begitu terima kasih Kak Ryan,kakak boleh pulang sekarang!” bukan nya bersikap tidak sopan,hanya saja Sindy sadar jika sedari tadi Ryan selalu menatap putra nya dengan tersenyum


Tuan Albert yang sadar dengan kode dari Sindy pun mengajak Ryan untuk berbicara di luar,ia ingat jika Darrel masih di sembunyikan dari dunia. “Ayo nak Ryan kita bicara di luar” Ryan yang tak bisa menolak pun hanya menurut saja,bisa saja ia menolak dan tetap berada di ruangan itu namun karena ia bukan tipe seperti Regan yang tak peduli dengan perasaan orang lain ia pun hanya menurut karena bagaimanapun tuan Albert lebih tua dari nya

__ADS_1


“Kak Ryan!!” pekik Yunita setiba nya Ryan dan tuan Albert di luar,Tuan Alber terkejut karena melihat sahabat putri nya juga ada di rumah sakit itu. “Selamat malam om.” ucap Yunita sopan,Tuan Albert mengangguk. “Selamat malam juga.” balas nya berusaha agar tidak panik


“Sindy dimana om?” tanya Yunita,terlihat tuan Albert sedikit gugup untuk menjawab pertanyaan Yunita. “Yunita udah tau om!” sadar jika papa Sindy tengah panik lantaran takut jika keberadaan anak Sindy diketahui oleh orang lain


Mendengar itu Tuan Albert sedikit tersentak lalu sedetik kemudian ia pun menunjuk pintu ruangan yang mengisyaratkan bahwa Sindy ada disana,tak berlama lama Yunita pun segera masuk setelah mengucapkan terima kasih dan meninggalkan ketiga pria itu di luar


“Sin!” panggil Yunita begitu masuk ke ruangan itu tak ada sopan nya memang karena di dalam ruangan itu juga ada mama Sindy yang sangat ia kenali. “Eh Tante!” ucap nya tersenyum kikuk,malu pasti karena ia sebelum nya tidak sopan dengan masuk sembarangan,belum lagi suara nya yang merdu itu memekik di ruangan itu


“Nita? a-apa kabar? kamu makin cantik ya?” nampak sekali jika kini mama Sindy gugup,terlihat dari cara bicara nya yang gagap sama seperti saat papa Sindy yang gugup melihat kedatangan Yunita


“Kau menyusul? lalu bagaimana dengan acara pertunangan mu?” alasan dia saja sebenarnya,ia hanya tak ingin Yunita melihat Darrel dan bertanya tentang Darrel


Sindy gemetar bahkan susah untuk menelan Saliva mendengar ucapan Yunita,ia lupa jika sahabat nya ini bukan tipe manusia yang bisa di bodoh bodohi jika menyangkut hal seperti ini


tatapan Yunita pun beralih pada seorang bocah tampan yang menatap nya dengan tatapan bingung. “Hai tampan,siapa nama mu?” sapa Yunita lembut.


Darrel tak langsung menjawab,ia menatap mama nya mengingat selama ini mama nya tak mengizinkan dia berbicara dengan orang asing


Yunita pun ikut menatap ke arah Sindy. “Kenapa dia tidak mau bicara padaku?” heran Yunita tidak mungkin dia belum bisa bicara padahal kalau di liat umur nya sudah seusia 3-4 tahun.

__ADS_1


“Mama gak izinin Darrel bicara sama orang asing.” ucap Darrel menjawab,ternyata dia juga cepat tanggap. “Kenapa?” tanya Yunita dengan raut bingung, sebenarnya ia tak terlalu bingung,hanya saja ia mendapat kan celah untuk menjadi dekat dengan anak Sindy ini


“Darrel gak tau. Mama bilang begitu kan ma?” Sindy hanya diam menatap sendu ke arah putra nya,jika di ingat ingat ia memang sangat kejam pada putra nya,bukan kejam fisik tapi kejam mental,ia selama ini tak pernah mengizinkan Darrel keluar rumah atau pun berbicara pada orang asing


pernah Darrel mencoba keluar diam diam dari rumah nya di negara B,ia juga sangat senang melihat anak anak bermain di taman,sifat ke kanak Kanakan nya pun muncul untuk ikut bermain,namun belum sempat ia ikut bermain,ibu nya sudah datang menjemput nya dan memarahi nya habis habisan,tak lupa ibu nya juga menangis membuat Darrel merasa bersalah dan sejak saat itu lah ia tak pernah membantah ucapan Ibu nya


“Kau!” Yunita sedikit membentak Sindy merasa Sindy terlalu kejam pada anak nya hingga merenggut masa anak anak putra nya, namun ia urung mengingat di sana ada Mama Sindy


Yunita kembali menatap Darrel wajah tampan nya mengingatkan nya dengan seseorang tapi siapa? pikir Yunita. “Jadi nama mu Darrel?” Mendengar itu Darrel menutup mulutnya dengan kedua tangan nya dengan mata melotot,sadar jika ia kelepasan bicara pada orang asing dan melanggar perintah ibu nya


Melihat itu Yunita tak dapat menahan tawa nya,benar benar mirip dengan Sindy yang suka kelepasan bicara, pikir Yunita. “Tenang lah,mama mu tidak akan marah padamu,karena Tante adalah sahabat mama mu.”


Darrel menatap bingung pada Yunita,benarkah dia sahabat mama nya? mengingat selama ini mama nya tak pernah terlihat bergaul dengan orang lain,ia hanya pergi ke kantor lalu pulang ke rumah,bahkan ia tak pernah ikut berkumpul dengan teman teman nya


“Kau tidak percaya?” Tanya Yunita melihat Darrel hanya diam dan sesekali menatap mama nya. “Heh! katakan pada anak mu kalau apa yang aku katakan itu benar!” kesal juga karena sedari tadi sindy hanya diam tak menjawab apa pun padahal sedari tadi Darrel selalu menatap nya meminta jawaban


“tante Nita benar sayang,dia sahabat mama,dan Darrel boleh berteman dengan Tante Nita.”


...Terima kasih telah membaca karya ku sampai bab ini,semoga para readers suka,dan jangan lupa kritikan dan saran nya jika ada kesalahan atau ketidakpuasan dalam membaca🥰...

__ADS_1


...Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya sesuai penilaian readers,terima kasih 🥰🙏...


__ADS_2