
Budayakan like setelah baca ya, Happy reading 😘
Akhirnya hari pernikahan tiba,pagi pagi sekali Yunita sudah di ganggu oleh sang kakak, bagaimana tidak? Hari sudah terang tapi Yunita masih bersembunyi di balik selimut nya padahal hari ini adalah hari pernikahan nya
“Bangun Yunita,ini sudah pagi!” ucap Yoonia sedari tadi mencoba membangunkan adik nya itu,sudah hampir menjadi istri orang tapi kebiasaan susah bangun nya masih belum hilang
Begitu lah Yunita ia paling susah untuk di bangunkan,bahkan ia sudah mengatakan pada Regan dan juga ia sudah mengatakan jika cara tidur nya sangat jelek,namun Regan menjawab dengan jawaban yang sangat menyebalkan di telinga Yunita
“Tidak masalah jika tidur mu jelek,nanti akan ku ikat saja kau supaya kau tidur dengan aman dan tidak mengganggu ku.”
tentu saja Yunita protes, seumur hidup ia belum pernah di ikat hanya karena cara tidur nya yang sangat jelek,bahkan kakak nya yang sampai terjatuh dari tempat tidur saja tidak pernah mengikat Yunita
“Biarkan aku tidur kak,karena nanti malam Regan tidak akan membiarkan ku tidur nyenyak.”
masih teringat di otak nya ucapan Regan yang mengatakan jika malam pertama ia akan di buat kelelahan hingga pagi
“Kau akan merasakan nya jika kau sudah sah menikah!” kesal juga karena Yunita selalu saja bisa menjawab nya dengan jawaban yang tepat padahal otak adik nya itu dulu tidak terlalu pintar tapi semenjak menjadi calon istri orang pintar ia malah mendadak menjadi pintar pula,pikir Yoonia
“Astaga kak!! apa ini karena bawaan bayi mu?” kakak nya yang berulah tapi bayi yang belum lahir menjadi korban tuduhan Yunita,ia kesal lantaran kakak nya melempar nya dengan bantal tanpa henti
“Jangan nistakan bayi ku ya! cepat lah mandi atau mau ku mandikan di kasur mu ini?” ancam Yoonia namun Yunita benar benar masih enggan bergerak dari kasur empuk nya
“Anii!! ambilkan Air satu ember!” pekik nya seketika membuat Yunita berlari ke kamar mandi,ia tahu jika ancaman kakak nya itu tidak akan hanya mampir di mulut saja
Yoonia tersenyum puas melihat Yunita yang akhirnya memutuskan untuk segera mandi meskipun butuh waktu untuk membuat nya bergerak dari kasur milik nya
__ADS_1
“Cepat lah MUA nya sudah menunggu,ingat akad kalian 4 jam lagi!” pekik Yoonia di depan pintu kamar mandi,sengaja ia berteriak agar Yunita mendengar ucapan nya dengan jelas
Di ruangan lain dengan tempat yang sama kini Sindy sedang di hias oleh MUA,memang ruangan nya dan Yunita berbeda lantaran tak ingin jika nanti para MUA di buat kewalahan dengan tingkah laku dua sahabat itu
15 menit di kamar mandi akhirnya Yunita selesai juga dengan ritual mandi nya,ia langsung di sambut oleh 3 orang wanita yang di yakini adalah MUA yang akan merias nya
Yunita pun langsung di rias oleh wanita wanita itu tak terlalu tebal lantaran wajah Yunita yang memang sudah cantik alami bahkan wajah nya sangat mulus melebihi jalan tol
3 jam berlalu Yunita dan Sindy pun sudah siap dengan kebaya cantik mereka yang berwarna putih,bahkan keluarga Sindy pun juga sudah datang ke kediaman Brasmayanto,hanya tinggal menunggu kedatangan calon pengantin pria nya saja
Dan di saat ini lah Sandra menjalankan rencana yang sudah ia susun dengan sang kakak,keadaan pun seperti tengah berpihak pada mereka para tamu yang datang tidak terlalu ramai lantaran hanya para rekan bisnis dan keluarga besar mereka saja yang di undang
dan para penjaga hanya di tempat kan di luar rumah saja,hal itu memudahkan rencana mereka untuk menculik Yunita,dan para MUA yang telah menyelesaikan pekerjaan mereka pun kini sudah terlihat keluar dari ruangan Sindy dan juga Yunita
mereka mengira jika pria pria itu di tugaskan untuk menjaga kamar pengantin,Setelah mengantarkan para pria itu menuju kamar Yunita,Sandra pun pergi meninggalkan mereka agar ia tidak di curigai nanti nya
para pria itu menunggu keadaan aman terlebih dahulu baru lah satu orang di antara mereka masuk ke dalam kamar Yunita berada,dengan bermodalkan sapu tangan yang sudah di beri obat bius
terlihat seorang wanita yang di yakini adalah Yunita tengah duduk di tepi ranjang memakai pakaian pengantin,dengan posisi membelakangi pintu masuk ia tidak sadar jika ada orang yang tengah berusaha untuk menculik nya
dengan mudah pria itu membekap mulut Yunita hingga tak butuh waktu lama target pun pingsan lantaran menghirup bius yang ada di sapu tangan tersebut
setelah berhasil,pria itu memberi isyarat pada teman nya untuk membantu nya membawa Yunita,satu orang lagi masuk untuk membantu namun mereka bingung bagaimana harus membawa Yunita?
“Di sana ada karpet,kita gulung saja dia bersama karpet itu.” yang satu nya cukup cerdik seperti sudah ahli dalam soal culik menculik
__ADS_1
dengan cepat mereka merentangkan karpet itu lalu merebahkan Yunita di atas nya,mereka pun melipat karpet tersebut dengan hati hati lalu membawa keluar kamar,beruntung suasana di lantai dua itu tengah sepi jadi mereka dengan mudah membawa Yunita pergi
sempat di hentikan saat berada di luar rumah,namun mereka berhasil lolos dengan alasan karpet nya kotor karena ke tumpahan makanan, dan tuan rumah lah yang meminta mereka untuk membuang karpet tersebut
mereka pun berhasil membawa Yunita pergi dari kediaman Brasmayanto,tak lama kemudian Mobil keluarga Maheswara pun terlihat memasuki pekarangan rumah Brasmayanto
mereka di sambut dengan baik oleh kedua keluarga itu tentu saja keluarga Brasmayanto dan keluarga Albert, meskipun ada sedikit percekcokan antara keluarga Maheswara dan Albert namun tidak mungkin mereka menunjukkan perselisihan itu di depan para tamu
Akhir nya waktu yang di nanti nantikan segera tiba,akad pertama dilakukan oleh Ryan dan Sindy semua berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikit pun
lalu tiba lah waktu akad bagi Regan dan Yunita,Regan yang selama ini selalu tenang pun kini terlihat sangat gugup
“padahal hanya berbicara pada satu orang saja tapi kenapa aku se gugup ini?” ucap nya membatin,tangan nya tak henti henti mengibas untuk menghilangkan rasa gugup nya
“Panggilkan pengantin wanita nya.” ucap pak penghulu,Bunda Mira pun berdiri hendak menjemput sang putri namun di tahan oleh Sandra
“Biar Sandra saja nyonya.” tawar nya,Bunda Mira pun hanya mengangguk membiarkan Sandra menjemput Yunita,namun tak lama kemudian Sandra kembali dengan wajah panik
“Nyonya,kak Yunita tidak ada di kamar!”
...Terima kasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di ceritaku🥰...
...Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏...
...Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ sesuai penilaian readers,terima kasih 🥰🙏...
__ADS_1