
Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading 😘
Yunita keluar dari kamar nya menuju ruang tamu di mana keluarga nya dan keluarga Regan berkumpul,tidak seperti sebelum nya, sekarangg ia berpenampilan lebih baik karena tak ingin terlihat memalukan di depan calon mertua nya
“Selamat pagi om, Tante.” sapa nya ramah,ia juga menyalami tangan kedua calon mertua nya itu dan di sambut dengan baik oleh mereka
jujur saja mereka sama sekali tidak menaruh perasaan tidak suka pada Yunita, bagaimana pun penampilan Yunita di depan mereka asal kan sopan,itu tidak masalah
hari ini Yunita berpakaian sopan tidak seperti hari hari sebelum nya,mulai saat ini ia memutuskan untuk berpakaian sedikit tertutup bukan hanya demi Regan saja tapi juga kedua orang tua nya yang sudah lama meminta nya untuk mengubah cara berpakaian nya yang terlalu minim itu
“Nah berhubungan calon menantu kami sudah di sini jadi kami ingin memberitahu beberapa hal sebelum mereka menikah.” ucap Maheswara membuka suara,memang sejak tadi mereka belum memberitahu maksud dan tujuan mereka bertamu lantaran menunggu calon menantu nya turun
“beberapa hal? apa itu calon besan?” tanya Brasmayanto mengerutkan kening nya,apa ada masalah? tapi seingat nya semua baik baik saja saat pertunangan mereka sampai saat ini
“Tenang calon besan,kami hanya ingin mempercepat pernikahan Regan dan Yunita dan juga kami ingin memberitahu Yunita bahwa nanti Regan akan berhenti jadi profesi nya sekarang dan mengelola perusahaan saya.”
Yunita bernafas lega,untung saja bukan kabar yang buruk,pikir Yunita
Regan akhirnya menyetujui permintaan papa nya yang meminta nya untuk mau menjalankan perusahaan papa nya yang lain,umur nya yang sudah tua membuat nya tak mampu lagi menjalankan perusahaan yang telah lama ia bangun
Regan pun di minta untuk menjalankan perusahaan cabang karena perusahaan pusat sudah di jalankan dengan baik oleh kakak nya,Ryan
Regan pun setuju dengan syarat jika pihak rumah sakit membutuhkan nya maka ia akan tetap bersedia membantu, mengingat jika profesi sebelum nya adalah seorang dokter dan ia tak bisa meninggalkan hal itu sesuka hati nya mengingat sumpah seorang dokter
“Gapapa kan kalau pernikahan kalian di percepat?” tanya Mama Regan pada Yunita,Yunita yang bingung lalu menatap kedua orang tua nya,mereka pun tersenyum menatap pada Yunita seolah olah menyerahkan semua keputusan pada Putri mereka
__ADS_1
“mana baik nya aja tante.”
jujur saja ia tak masalah jika pernikahan nya di percepat atau di tunda asal kan pernikahan nya tidak di batal kan saja
“Baik lah bagaimana 3 hari lagi?”
bukan mama atau papa Regan yang berbicara melainkan Regan nya sendiri,benar benar defenisi pohon pisang sesungguhnya,punya jantung tapi tidak punya hati padahal Yunita kini masih bersedih dengan kehilangan Sindy yang sampai saat ini belum di ketahui dimana keberadaan nya
“3 hari? kau pikir 3 hari waktu yang cukup untuk mempersiapkan semua nya?” protes Yunita
Memang Yunita setuju setuju saja untuk mempercepat pernikahan nya tapi tidak secepat itu,apa dia pikir mempersiapkan semua nya sangat lah mudah? atau dia hanya menginginkan akad saja tanpa ada nya resepsi? pikir Yunita
“Kan akad dulu, resepsi nya bisa kapan kapan.”
dugaan Yunita tidak meleset karena memang nyatanya Regan menginginkan sebuah akad terlebih dahulu, sedangkan Yunita ingin akad dan resepsi di lakukan di hari yang sama
“tidak masalah besan,ucapan nya tidak salah,memang yang terpenting adalah akad terlebih dahulu.” ucap Brasmayanto karena ia memang merasa jika tak ada yang salah dalam usulan Regan
“Jadi bagaimana? 3 hari lagi akad kan?” tanya nya sekali lagi berharap jika pernikahan nya segera terlaksana kan dan Yunita resmi menjadi istri nyaa,bahkan ia tidak peduli jika ada nya resepsi atau tidak karena bagi nya akad saja sudah cukup untuk mengikat dua orang menjadi satu
“Enggak! gak mungkin aku nikah di saat sahabat aku belum juga di temukan!” protes nya yang sedari tadi sudah ia tahan,kesal lantaran Regan tak melihat situasi dan kondisi saat ini
Regan menghela nafas pelan, jujur saja mulut nya sudah sangat gatal untuk mengungkapkan semua nya bahwa Sindy baik baik saja dan sedang bersama Ryan,hanya saja ia tak ingin di anggap terlibat dalam rencana Ryan meskipun ia tahu
“Baik lah,setelah Sindy di temukan kita akan segera menikah, Bagaimana?” tawar Regan yang tak dapat di tolak oleh Yunita,ia pun mengangguk setuju karena memang itu lah alasan nya tak menerima permintaan Regan
__ADS_1
Maheswara menatap putra nya, ia tahu jika kini Regan pasti sedang kesal dengan kakak nya,karena rencana kakak nya malah berimbas pada diri nya
jujur sama Maheswara pun tahu tentang Ryan yang menculik Sindy,karena sebelum nya Ryan juga meminta pada sang papa untuk menghilangkan jejak nya namun papa nya tak ingin ikut campur lalu menyarankan Ryan untuk meminta bantuan pada paman nya yaitu Agus
sedang kan di tempat lain kini Sindy tengah duduk di ranjang empuk nya, meskipun Ryan yang menculik nya tapi tetap saja pria itu tak mengizinkan nya untuk keluar secara bebas sebelum Sindy benar benar menerima permintaan maaf dari Ryan
sebenarnya Sindy merasa bahagia setelah mengetahui kebenaran nya namun balik lagi ia memikirkan tentang keluarga nya yang tentu akan menentang keras jika ia memutuskan untuk kembali bersama Ryan
“Sayang.” Sindy pun tersadar dari lamunan nya mendengar suara Ryan yang memanggil nya sama seperti dulu mereka masih berhubungan
“Kau sedang memikirkan apa? Darrel?” tebak Ryan yang yakin jika Sindy tengah memikirkan keadaan Darrel saat ini. Sindy mengangguk,karena memang yang dipikirkan nya saat ini adalah Darrel
“Apa aku juga harus menculik nya agar kita bisa bersama sama?” Sindy pun menoleh pada Ryan setelah sesaat Ryan mengutarakan saran nya,bukan karena setuju melainkan protes dengan saran konyol dari Ryan
“kau gila? kau mau hal ini semakin larut dan melibatkan polisi?” protes Sindy
sebenarnya ia juga takut jika keluarga nya melibatkan polisi dalam hal ini, ia khawatir jika nanti Ryan akan di tahan atas kasus penculikan
“Lebih baik kau lepaskan saja aku kak, semua keinginan mu tidak akan pernah terwujud karena keluarga ku tidak mungkin menerima kau.” ucap Sindy lirih,sudah berulang kali ia mengatakan hal itu namun Ryan tak juga mau mengerti
“Mereka akan menerima ku jika kau mengandung benih ku!”
“Deg!”
Terima kasih telah membaca karya ku sampaii bab ini, semoga readers suka, dan jangan lupa untuk memberi kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan dalam cerita ku🥰
__ADS_1
Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏
Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏