MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 62


__ADS_3

Budayakan like setelah baca ya, Happy reading 😘


Akhir nya perdebatan dan pertengkaran kecil antara suami dan istri itu di akhiri dengan Ariana yang tetap kekeh tidur di sofa,Regan pun tak lagi memaksa istri nya itu,ia pun memilih berbaring di ranjang dengan menutup kedua mata nya


Setelah memastikan jika Regan benar benar tertidur akhir nya Yunita pun menyusul Regan memasuki alam mimpi nya,setelah 30 menit berlalu,Regan membuka kembali kedua mata nya


Fakta nya pria itu tak sepenuh tidur ia menunggu istri nya itu terlelap,ia bangkit dan ranjang lalu kembali menghampiri istri nya yang terlelap dengan wajah sedikit basah sisa tangisan nya tadi


Regan mengusap sisa sisa air mata Yunita lalu mengecup kedua mata Yunita secara bergantian,wajah damai Yunita saat tidur selalu berhasil menenangkan hati Regan


“Kenapa keras kepala sekali? bagaimana jika besok tubuh mu sakit sakit?” ucap Regan mengusap puncak kepala Yunita,ia begitu heran dengan keras kepala istri nya itu,entah diturunkan oleh siapa, mungkin ayah mertua nya melihat sikap Ayah mertua nya yang tegas,pikir Regan


Regan pun mengangkat tubuh Yunita lalu membaringkan nya di kasur,ia berdecak kesal seharus nya ia melakukan nya dari tadi saja tanpa perlu buang buang energi bertengkar dengan Yunita


“Kau tahu? Aku tidak akan pernah berpaling dari mu,secantik apapun wanita di hadapan ku, aku tidak akan tertarik pada nya,karena kau lah bidadari ku.” ucap Regan kembali mengecup bibir Yunita sekilas


Ia benar benar candu pada bibir Yunita yang beraroma seperti buah,ia menarik selimut menutupi tubuh istri nya lalu ia menarik tubuh Yunita pada dada bidang nya


Ia menghirup aroma rambut Yunita yang begitu harum,kadang ia bingung padahal mereka memakai sampo yang sama namun kenapa ia merasa harum rambut Yunita berbeda dengan rambut nya


“Maaf aku selalu menjahili mu.” ucap Regan sebelum akhir nya ia benar benar menyusul Yunita ke alam mimpi


.


.


.

__ADS_1


Langit gelap gini berganti dengan langit cerah,kicauan burung di pagi hari yang terdengar merdu,dan cahaya silau matahari pun membuat kedua pasangan itu terbangun


Regan membuka kedua mata nya,hal yang pertama ia lihat adalah wajah cantik istri nya yang begitu alami tanpa polesan apapun,jari nya menelusuri setiap inci wajah Yunita,bibir nya yang tipis,hidung nya yang mancung semua terlihat sempurna,pantas jika para pria tertarik dengan istri nya itu


“Aku beruntung mendapatkan mu terlebih dahulu.” ucap Regan mengecup kening istri nya cukup lama


Yunita yang merasa ada sesuatu yang menempel pada kening nya pun mencoba untuk menyingkirkan nya dengan menepuk nepuk nya,tentu saja yang tepuk adalah wajah Regan membuat pria itu menahan untuk tidak bersuara


“Bahkan di saat tidur ia tetap kejam.” ucap Regan membatin,mulut nya komat Kamit lantaran merasa kesal istri nya menepuk wajah nya dengan keras


Merasa Kesal,Regan pun kembali mendarat kan bibir nya di wajah Yunita bahkan berkali kali lipat agar wanita itu merasa terganggu


“Oh astaga setan apa yang mengganggu ku.” ucap Yunita dengan suara serak nya,mata nya masih belum terbuka lantaran memang belum memiliki niat untuk bangun dari tidur nya


“Setan? aku?” gumam Regan membelalakkan mata nya,merasa semakin kesal dengan ucapan istri nya Regan pun menautkan kedua bibir mereka,sedikit dengan paksaan lantaran Yunita sedikit memberontak


Merasa jika istri nya tak lagi memberontak,Regan pun melakukan nya dengan kelembutan,Ciuman lembut kini berubah menuntut lantaran mendapatkan balasan dari sang istri


“Regan.” ucap nya membatin lantaran kini bibir nya masih menyatu dengan bibir Regan,Jika awal nya ia ingin memberontak maka kini ia menginginkan lebih lantaran terbuai dengan sentuhan yang diberikan oleh suami nya


“Ah.” hal yang sedari tadi ia tahan kini lolos lantaran merasakan tangan Regan yang kini mere-mas buah milik nya


“I want you, baby.” bisik Regan dengan suara berat nya


Yunita pun mengangguk meskipun hati nya masih merasakan kesal pada suami nya namun tubuh nya berkhianat lantaran ia juga menginginkan nya saat ini


Dengan cepat Regan naik di atas tubuh istri nya,lalu kembali mendarat kan kecupan di kening,mata lalu turun ke bibir Yunita

__ADS_1


Yunita pun tak mau kalah,kini tangan nya mengelus dada bidang milik Regan dengan menggoda,sengaja ia menggigit bibir bawah nya saat Regan mulai menciumi bagian leher nya


“Jangan tinggalin bekas di sana.” pinta nya pada Regan,tahu jika suami nya itu akan menggigit kecil di bagian sana seperti biasa


“Kenapa?” tanya Regan kemudian, mata nya memicing menunggu jawaban dari sang istri,curiga jika Yunita tak ingin orang orang tahu jika ia sudah menikah


Yunita menghela nafas panjang,ia teringat kejadian malu terakhir kali saat pertama kali melakukan penyatuan dengan sang suami,Bunda nya yang mengejek nya lantaran melihat bekas di bagian leher Yunita,tentu saja ia tak ingin hal itu terjadi kembali,apalagi ia dengar dari bunda nya jika kakak nya hari ini akan berkunjung


“Kemarin di lihat sama Bunda,aku malu.” ucap nya dengan raut wajah kesal ketika mengingat hal itu


Regan terkekeh kecil mendengar jawaban sang istri,namun bukan nya menurut ia justru melakukan nya di tempat lain. “Aku tinggal kan di sini saja ya.” ucap nya menyentuh bagian **** Yunita


Yunita mendengus kesal,memang akan sia sia berbicara pada suami nya itu lantaran tak akan di turuti jika menyangkut perihal yang iya iya


“Terserah yang penting gak bisa di lihat orang.” ucap nya pasrah,tidak masalah jika di area sana lantaran ia bisa memakai pakaian yang memiliki kerah sedikit tinggi


Regan tersenyum puas lalu kembali mendarat kan bibir nya di sana,hingga akhir nya mereka kembali melakukan penyatuan di pagi yang cerah itu,Yunita pun melupakan kekesalan pada suami nya sejenak lantaran mendapatkan nikmat surga yang di berikan oleh Regan


Setelah di rasa cukup untuk beristirahat,Yunita pun bangkit dari ranjang nya menuju ke kamar mandi dengan tubuh polos,tak peduli jika Regan melihat tubuh nya,toh mereka sudah saling mengetahui lekuk tubuh mereka masing masing


Regan yang sempat tertidur pun terbangun merasakan ada nya pergerakan di kasur,benar saja ia melihat Yunita yang sudah berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh polos yang kembali menggoda nya


Dengan cepat ia berlari ke kamar mandi sebelum Yunita mengunci pintu kamar mandi tersebut. “Aaaaahh.” pekik Yunita kaget lantaran Regan yang tiba tiba masuk,padahal ia masih ingat jika tadi suami nya itu masih tertidur


“Kuy,mandi biar cepat bertemu orang ketiga.”


Terima kasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku🥰

__ADS_1


Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏


Author juga minta tolong kasi rate nya sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏


__ADS_2