MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 105


__ADS_3

sebulan berlalu, kini Yunita dan Regan sudah bertemu dengan putra mereka yang Adhistia berikan pada Serly, sedangkan Suci harus menerima hukuman atas apa yang ia lakukan bersama Adhistia, wanita itu harus mendekam di penjara sendirian lantaran Adhistia yang memilih untuk pulang ke sang pencipta.


“Hai Reyhan, sudah bangun? putra ibu sudah bangun?”


Ucap Yunita pada putranya, ya ia memilih agar anaknya memanggilnya dengan sebutan ibu, entah mengapa ia merasa panggilan itu lebih berasa dan ia benar benar menyukainya, Baby Reyhan sekarang berumur hampir dua bulan, wajah tampannya benar benar mewarisi kedua orang tuanya.


Regan yang baru saja keluar dari kamar mandi kini tersenyum menatap dua orang yang sangat ia cintai di dunia ini sekarang, istri dan anaknya, pria itu menghampiri kedua nya lalu mengecup sang istri, baru setelahnya sang putra, hidupnya benar benar lengkap saat ini setelah semua masalah yang mereka hadapi.


“Uncle, aunty.”


Regan dan Yunita menoleh ke sumber suara dimana kini seorang gadis kecil tengah berdiri di ambang pintu dengan wajah cantiknya, Yunita melambaikan tangan pada gadis kecil itu memintanya untuk segera masuk, dengan senyuman manisnya gadis itu masuk menghampiri Regan dan Yunita.


“Sudah bangun Gresia?”


Gadis itu mengangguk, Ya gadis itu adalah putri dari Adhistia yang berumur 8 tahun, gadis keturunan bule yang benar benar memiliki paras yang sangat cantik, Yunita dan Regan memilih untuk membawanya kerumah mereka lantaran melihat gadis itu menangis di samping jasad ibunya.


“Reyhan sudah bangun?”

__ADS_1


Yunita mengangguk, selama tinggal bersama mereka Gresia benar benar berperilaku sangat baik padanya bahkan pad Reyhan, mungkin didikan dari sang mama yang benar benar mendidiknya menjadi anak yang baik, Gresia tidak akan tinggal lama bersama mereka lantaran gadis itu masih memiliki seorang ayah di negara lain.


kabarnya ayah gadis itu akan segera menjemput putrinya ke negara ini setelah beberapa hari yang lalu Regan mendapatkan nomer telepon keluarga ayah Gresia, Regan kemudian mengusap puncak kepala gadis itu, ada rasa kasihan padanya yang masih sangat muda tapi sudah kehilangan sosok sang mama.


“Uncle, kapan Daddy datang menjemput Gresia?”


Regan menatap Yunita, ia juga tidak tahu kapan ayah gadis itu datang lantaran mereka tak pernah lagi menghubungi Regan, hingga tak lama asisten rumah mereka datang mengetuk pintu kamar mereka.


“Tuan, nyonya ada tamu di luar, katanya keluarga non Gresia.”


Regan dan Yunita sontak saja saling menatap lalu segera turun kebawa memastikan jika itu memang benar keluarga Gresia, Gresia yang melihat daddynya sontak saja berlari menghampiri sang Daddy yang sudah cukup lama tidak ia temui lantaran kedua orang tuanya berpisah.


pekik Gresia memeluk sang Daddy, pria bule itu juga memeluk erat putrinya seraya mengecup nya berkali kali, Adhistia memang sangat egois hingga memilih untuk kembali ke negaranya setelah mereka berpisah, padahal ia tahu bahwa pria itu tidak ingin jauh dari putrinya.


“Are you ok?”


Gresia mengangguk lalu kembali memeluk sang Daddy, pria itu kemudian menatap Regan dan Yunita seraya mengucapkan terima kasih karena sudah menampung putrinya selama sebulan penuh, Regan dan Yunita pun tersenyum membalas ucapan pria itu.

__ADS_1


“Ayo kita pulang dad, Gresia sudah merindukan grandma.”


Pria itu mengangguk lalu tak lama asisten rumah Regan turun membawa sebuah koper berisi pakaian Gresia, mereka pun berpamitan lalu segera pergi dari sana, sedangkan Yunita dan Regan kini saling menatap bahagia, beruntung Gresia masih memiliki sang Daddy.


“I love you.”


Ucap Regan tiba tiba seraya mengecup puncak kepala Yunita.


“I love you too.”


Ucap Yunita, Regan pun mendekatkan wajahnya pada wajah Yunita yang sudah menutup mata, pria itu memiringkan kepalanya hendak mencium bibir istrinya namun digagalkan dengan suara tangisan Reyhan.


“Ah, seperti biasa, dia suka mengganggu kita.”


Ucap Regan mendapat cubitan kecil dari Yunita, mereka kemudian tertawa lalu menghampiri Reyhan yang sepertinya sudah tidak sabar ingin meminum susunya.


Keduanya pun hidup bahagia setelah semua masalah yang mereka hadapi, kuman kuman yang hinggap di kehidupan mereka pun tidak membuat mereka berpisah dan justru menguatkan perasaan satu sama lain.

__ADS_1


...TAMAT...


TERIMA KASIH SUDAH SETIA MEMBACA KARYA AUTHOR YANG HAMPIR TENGGELAM INI, SAMPAI BERTEMU DI KARYA BERIKUTNYA GUYS👋


__ADS_2