
Waktu berlalu dengan sangat cepat kini tiba di akhir bulan di mana jadwal Yunita untuk memeriksa kandungan nya, seperti yang di sarankan oleh Sindy sebelum nya, Yunita dan Regan kini mendatangi rumah sakit yang berada di kota.
Sindy mengatakan jika ia sudah membuat janji dengan dokter yang bernama Adhistia Clara itu, Regan tak banyak bertanya lantaran ia percaya dengan pilihan kakak ipar nya
“Apa kau sudah menelpon Sindy?” tanya Regan saat berada di dalam mobil, tak ingin jika nanti mendapatkan kesulitan, Regan meminta Yunita untuk menghubungi Sindy yang lebih kenal dengan dokter itu
Yunita mengangguk, sebelum nya ia sudah menghubungi sahabat nya itu dan Sindy mengatakan jika dokter Adhistia sudah menunggu mereka
Tak lama akhir nya mobil yang Regan dan Yunita kendarai sampai di tempat tujuan, Yunita dan Regan pun menghampiri resepsionis untuk bertanya ruangan dokter Adhistia
Setelah di beri petunjuk oleh petugas di rumah sakit itu, Regan dan Yunita pun melangkah kan kaki mereka menuju ruangan yang sudah di beritahu oleh petugas itu
“Ah ini.” ucap Yunita kemudian mengajak Regan untuk masuk namun saat akan masuk mendadak ponsel Regan berdering membuat pria itu mengurung kan niat nya untuk masuk dan menyuruh Yunita masuk terlebih dahulu
Yunita pun menurut saja lalu segera masuk ke dalam ruangan itu, saat membuka pintu terlihat seorang wanita menggunakan jas dokter tengah berdiri membelakangi nya
“Permisi dok?” ucap Yunita membuat dokter itu berbalik menghadap diri nya lalu menampilkan senyuman manis pada Yunita
Yunita pun membalas nya dengan senyuman tak kalah manis namun kening nya berkerut lantaran merasa pernah melihat dokter cantik itu
“Buk Yunita ya?” tanya dokter itu dan di balas anggukan oleh Yunita
“Dokter Adhistia ya?” tanya Yunita kembali, mereka sama sama tertawa dengan tingkah mereka yang seperti anak kecil
“Silahkan duduk buu..” tawar Dokter itu dan langsung di turuti oleh Yunita, dengan pelan ia mendarat bokong nya di kursi tepat di hadapan dokter cantik itu
Dokter Adhistia melirik sekitar Yunita lantaran heran karena wanita itu hanya datang sendirian
“Maaf bu, ibu kesini sendirian atau..?”
__ADS_1
“Oh iya saya sama suami saya tapi dia masih di luar soalnya harus mengangkat telepon dulu.” jawab Yunita tak heran lantaran setiap dokter kandungan yang ia temui selalu bertanya seperti itu jika ia datang sendirian
Dokter Adhistia manggut-manggut lalu menanyakan keluhan apa yang Yunita alami baru baru ini, Yunita pun mengatakan jika tak ada keluhan apapun hanya saja hormon nya yang mudah berubah, dokter Adhistia tersenyum lantaran hal itu biasa terjadi pada ibu hamil
“Baik lah sekarang kita lihat keadaan bayi nya bagaimana?” tanya dokter Adhistia kemudian
Yunita pun meminta waktu sebentar untuk menunggu suami nya yang masih berada di luar, ia tak ingin menjadi sasaran amukan dari Regan yang melewatkan momen yang selalu ingin ia abadikan yaitu saat USG bayi nya
“Bisa tunggu suami saya sebentar dok?” ucap Yunita sedikit ragu
Dokter Adhistia hanya tersenyum lantaran ia paham jika kedua calon orang tua tidak ingin melewati momen pertumbuhan calon bayi mereka di dalam perut sang ibu
“Baiklah kalau begitu saya persiapkan dulu.” ucap Dokter Adhistia seraya bangkit dari duduk nya menuju ruangan di mana perut Yunita akan di USG
Yunita mengangguk hendak berdiri menemui Regan yang entah mengapa begitu lama berada di luar, entah apa yang sedang ia bicarakan di telepon hingga membutuhkan waktu yang begitu lama
Namun baru saja ia berdiri terdengar suara pintu di buka yang menampilkan Regan dengan wajah tidak bersalah nya, sedangkan Yunita kini menatap nya dengan wajah di tekuk lantaran kesal Regan yang begitu lama
Regan hanya menyengir seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sebenarnya ia sudah lama selesai menelpon hanya saja ia bertemu dengan teman sekampus nya di luar hingga tanpa di sadari ia sudah cukup lama berada di luar
“Maaf sayang, tadi ketemu temen di luar.”
Yunita memicing mata menatap Regan. “Cew...”
“Cowok!” timpal Regan yang sudah tahu jika Yunita akan bertanya pria atau wanita yang ia temui di luar
Yunita mengangguk lalu segera menarik tangan Regan agar segera duduk di samping nya seraya menunggu dokter Adhistia kembali, Regan pun menurut saja namun mata nya tertuju pada papan nama dokter tersebut yang mengingatkan nya pada nama seseorang yang pernah singgah di hati nya
“Namanya sama dengan Clara.” ucap Regan membatin menatap papan nama tersebut
__ADS_1
Tak lama kemudian Dokter Adhistia kembali, langkah nya terhenti kala melihat pria yang berada di samping pasien nya, bibir nya bergetar ingin mengatakan sesuatu namun entah mengapa terasa berat untuk mengeluarkan suara nya
Begitu pula dengan Regan yang kini diam mematung menatap wanita yang berjas putih yang ada di hadapan nya saat ini, namun seketika ia memalingkan wajah nya tak ingin terus terusan menatap dokter itu
“Dok, kenalkan ini suami saya.” ucap Yunita memperkenalkan Regan pada dokter Adhistia, Dokter Adhistia sedikit tersentak saat mendengar Yunita memperkenalkan pria yang pernah menjadi bagian dalam hidup nya
“Oh, salam kenal pak Regan.” ucap Dokter Adhistia spontan menyebut nama Regan, tentu hal itu membuat Yunita merasa bingung, bagaimana dokter itu tahu nama suami nya padahal ia belum menyebut kan nama Regan sebelum nya
“Dokter tahu dari mana nama suami saya?” tanya Yunita dengan wajah yang tak bisa di artikan, bingung, curiga kini menjadi satu
Dokter Adhistia mendadak panik mendengar pertanyaan Yunita, merutuki kebodohan nya yang dengan santai meyebut nama Regan
“Saya.. saya..” ucap Dokter Adhistia mencari alasan untuk menjawab pertanyaan dari Yunita
“Dia teman sekolah ku dulu.” jawab Regan kemudian dengan wajah datar nya, Yunita mengerutkan kening seraya mencebik, kenapa teman sekolah Regan yang ia temui rata rata seorang perempuan? pikir Yunita
“Oh ya? pantas saja saya merasa tidak asing melihat wajah anda, apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Yunita kemudian yang sedari tadi sudah penasaran dengan hal ini
Dokter Adhistia menggeleng lantaran ia baru saja kembali dari luar negeri dan ia tak pernah mengingat jika pernah bertemu dengan Yunita
“Seperti nya tidak.” ucap Dokter Adhistia seadanya
Yunita memajukan bibir nya kedepan, padahal ia benar benar yakin pernah melihat dokter Adhistia namun dimana dan kapan?
“Benarkah? lalu kenapa aku merasa pernah melihat dokter?”
“Kau pernah melihat foto nya saat membuka kotak itu.” ucap Regan membuat Yunita berpikir keras mengingat hal yang Regan maksud
Seketika mata nya membulat mengingat wajah dokter Adhistia terlihat mirip dengan foto perempuan yang tersimpan di kotak milik Regan
__ADS_1
“Jadi dia perempuan itu?”