
...Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading 😘...
Di tempat lain kini Sindy berada di dalam sebuah mobil,kedua tangan dan kaki nya di ikat dan ada 3 orang pria dan satu sopir di sana,setelah ketahuan menelpon Yunita kini ponsel Sindy pun di sita oleh salah satu pria itu
Sindy tak tau kemana arah mobil ini melaju karena mata nya pun di tutup dengan kain,yang jelas ia merasakan hawa dingin di sana seperti sebuah rumah,tapi apa mungkin ia sedang di bawa ke rumah? apa rumah kosong? tapi kenapa pendingin ruangan nya masih berfungsi sehingga ia merasakan dingin di tubuh nya?
tubuh Sindy di hempas kan di sebuah tempat yang ia yakini adalah sebuah ranjang lalu terdengar pintu yang di tutup. “Hei setidak nya buka dulu penutup mata ku!” pekik nya namun tak ada yang kembali untuk menuruti permintaan nya
“Ya Tuhan,dimana aku sekarang? dan Darrel? dia pasti menangis sekarang!” bukan nya mengkhawatirkan diri nya sendiri,Sindy lebih khawatir dengan Darrel padahal putra nya aman bersama Yunita
tak lama terdengar suara pintu di buka, mendengar itu kepala Sindy refleks bergerak meski ia tak tau di mana letak pintu itu. “Siapa kau? buka penutup mata ku!” ucapnya setengah berteriak,entah apa tujuan nya yang jelas kini ia mendengar suara langkah kaki yang kian mendekat pada nya
“Ja-ngan macam macam ya! aku punya sabuk hitam karate!” ucapnya asal,mana mungkin ia memiliki sabuk hitam dalam karate,karena jika itu benar maka ia tak mungkin berada di ruangan itu sekarang
Sedangkan pria yang berada di hadapan nya kini mati Matian menahan tawa,ia yang jelas tahu jika Sindy adalah perempuan yang sangat membutuhkan lindungan dari seorang pria,dan kini ia tengah memamerkan kebohongan yang ia buat
tanpa kata pria itu mendekat lalu mengusap lembut kepala Sindy, sedang kan Sindy yang mendapat perlakuan lembut itu pun terdiam membeku,ia jelas mengingat sentuhan lembut Ryan padanya
dulu perlakuan itu selalu ia dapat jika ia baru saja berbaikan dengan Ryan setelah pertengkaran yang mereka hadapi. “Kak Ryan?” tebak nya yang tak salah karena memang pria itu adalah Ryan
mendengar jika wanita nya akan kembali ke negara B membuat Ryan menuruti saran konyol dari paman nya,namun ia belum memikirkan saran kedua dari paman nya yang menyuruh nya untuk menanam benih di rahim Sindy lagi
“Jadi benar itu kakak?” tebak nya lagi ketika Ryan tak kunjung menjawab pertanyaan nya membuat nya semakin yakin jika orang yang berada di hadapan nya adalah Ryan
“Kau masih bisa mengenal ku bahkan tanpa melihat ku?” benar benar terharu kala Sindy masih mengenal nya bahkan dalam kondisi mata nya yang masih tertutup kain
__ADS_1
“tidak hanya kakak,bahkan aku mengenal pria pria yang telah menyentuh ku.” sudut bibir nya terangkat sebelah, ia mengelak dengan alasan yang membuat darah Ryan mendidih,Sindy tahu jika kata kata nya itu bisa memancing emosi Ryan namun ia tetap mengatakan hal itu agar Ryan tak berharap lebih pada perasaan nya
“Sindy!” bentak nya,sindy benar benar tengah menguji kesabaran saat ini,jujur saja ia tidak tahan mendengar ucapan Sindy yang seolah olah menempatkan diri nya pada status wanita yang sangat buruk
“Apa? aku berbicara dengan fakta!” benar benar tidak ada rasa takut padahal ia tahu bagaimana marah nya seorang Ryan Maheswara
“Diam atau kau akan menyesal Sindy!” ancaman nya tak main main,ia benar benar akan membuat Sindy menyesal jika berani mengatakan hal yang sama
“Oiya? memang nya apa yang akan kau lakukan? menyentuh ku lalu meninggalkan ku lagi?” mendengar itu Ryan menatap Sindy yang tak menatap nya karena terhalang kain penutup, meninggalkan dia katanya? sebenarnya siapa yang meninggalkan siapa disini? pikir Ryan
“Kenapa diam? apa tebakan ku benar?” lagi ia bertanya kala menyadari Ryan kini tengah menahan emosi,terasa saat mendengar nafas Ryan yang memburu
“Baik lah jika itu mau mu!” Ryan membenarkan posisi Sindy yang kini duduk di ranjang,ia membaringkan tubuh Sindy dengan sedikit hempasan,tentu saja hal itu membuat Sindy memberontak dengan sekuat tenaga nya
“Apa yang kau lakukan!” pekik nya kala merasakan kini tubuh Ryan menindih tubuh nya dan mendekatkan wajah nya pada wajah Sindy hingga Sindy dapat merasakan nafas Ryan
“sial!! kenapa suara nya sangat menggoda?” ucap nya membatin,hanya mendengar suara serak Ryan saja sudah membangkitkan hasrat pada diri nya,ia begitu lemah jika sudah di sentuh oleh Ryan
melihat tak ada penolakan dari lawan membuat Ryan pun membuka penutup mata Sindy secara perlahan,Senyum nya mengembang kala melihat wajah cantik Sindy yang sempat terhalang kain
Sindy perlahan membuka mata nya, sempat terkejut karena jarak wajah nya dan Ryan begitu dekat,namun ia tak bisa melakukan apa pun saat menatap kedua manik indah milik Ryan
“Kau terpesona pada ku?” suara berat Ryan pun membuyarkan lamunan Sindy,dengan segera ia memalingkan wajah nya yang terlanjur memerah kala Ryan memergoki diri nya tengah menatap Ryan
Jujur saja Wajah Ryan tak hanya tampan tapi juga manis hingga siapapun menatap nya tak akan bosan meskipun kini umur nya tidak lah muda namun ia masih awet muda bahkan terlihat seumuran dengan Regan
__ADS_1
cup!
satu kecupan mendarat di pipi kiri Sindy tentu saja hal itu membuat Sindy protes pada Ryan yang mencium nya tanpa izin.
“kau! lancang sekali mencium ku!” beberapa pikulan pun tak ketinggalan saat ia protes dengan ke lancangan Ryan pada nya
“Bukan kah kau yang menginginkan nya?” tanya Ryan dengan senyuman tipis,hal itu pun membuat Sindy meleleh seketika,senyuman yang selama ini sangat candu bagi diri nya kini kembali ia lihat
“Ka-pan aku mengatakan menginginkan nya?” lagi ia memalingkan wajah nya karena Ryan terus saja menatap nya dengan lekat,hal itu membuat Sindy menjadi salah tingkah
“ini!”
cup!
lagi lagi satu kecupan kembali mendarat pipi kanan Sindy saat ia memalingkan wajah nya
“Kau memang tidak mengatakan nya,tapi kau memberiku isyarat dengan memalingkan wajah mu!” teori mana yang ia pelajari? hanya memalingkan wajah bisa di isyarat sebagai permintaan kecupan? benar benar tidak masuk akal, pikir Sindy menatap tajam ke arah Ryan
“Jangan menatap tajam begitu,itu sangat tidak cocok pada wajah mu yang menggemaskan.”
blush!!
Terima kasih sudah membaca karya ku sampaii bab ini, semoga readers suka,dan janagn lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika ada kesalahan atau ketidakpuasan di ceritaku🥰
Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏
__ADS_1
Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏