
Budayakan like setelah baca ya, Happy reading 😘
“Siapa yang selingkuh?”
Tanya sindy yang kini berada di belakang kedua pengantin baru itu,semua orang pun menoleh pada Sindy,Ryan dan juga Darrel yang kini berada di gendongan Ryan
“Ti-tidak,siapa yang selingkuh? mungkin kau salah dengar.” ucap Yunita,menyesal rasanya ia berkata demikian padahal ia belum sepenuh nya yakin dengan hal itu
“Benar kah jadi a..”
“pria tampan ku datang?” sengaja sekali ia mengubah topik pembicaraan agar Sindy tidak bertanya tentang hal itu lagi,Yunita langsung beranjak dari kursi dan langsung merebut Darrel dari gendongan Ryan
benar benar tidak tahu malu memang,bukan nya menyapa kakak ipar dan sahabat nya itu,ia malah sibuk berbicara dengan Darrel yang kini duduk di pangkuan nya
“Mau makan? mau Tante suap?” tanya nya pada Darrel tampan,Darrel mengangguk karena memang ia tergoda dengan menu makan siang di sana
“apaan suap suap,dia punya tangan sendiri sayang,mama papa nya juga di sini.” kembali Regan bersikap posesif pada Yunita hanya karena Darrel
Yunita mencebik lantaran tidak suka dengan ucapan Regan yang menurut nya terlalu berlebihan menunjukkan rasa tidak suka nya pada bocah tampan itu
“uncle jelek iri ya?” ucap Darrel terkekeh dan hal itu akan menjadi awal pertengkaran mereka merebut Yunita
“Jelek? kau tidak lihat wajah tampan ku ini? bahkan banyak wanita yang mengantri hingga kepanasan.”
mengantri apa nya? dia pikir para wanita tengah mengantri sembako apa bagaimana? Yunita hanya mencebik mendengar ucapan Aaron yang begitu percaya diri,ia akui memang banyak yang menyukai suami nya itu dulu tapi tidak sampai mengantri juga
“Lalu kenapa uncle mau nya sama pacar Darrel?” ucap Darrel semakin menantang Regan dengan mengatakan bahwa Yunita adalah pacar nya
“pacar? siapa pacar mu?” Ucap Regan kini mulai terpancing emosi atas ucapan Darrel
“Tentu saja Yunita.”
Regan semakin emosi kala Darrel menyebut istri nya sebagai pacar nya belum lagi cara nya memanggil Yunita yang hanya menyebutkan nama sama seperti ia pada istri nya itu
“Hei kau terlambat,dia sudah menjadi istriku.” ucap Regan menyeringai,benar benar tak ingin mengalah padahal hanya pada anak kecil bahkan keponakan nya sendiri bagaimana nanti pada anak nya?
__ADS_1
“Regan! kenapa serius sekali? dia hanya anak anak!” tegur Yunita yang juga merasa malu pada kedua orang tua dan kakak ipar nya,entah mengapa suami dingin nya kini malah berubah menjadi kekanakan seperti ini
“tapi dia sangat menyebalkan,sama seperti papa nya!” ucap nya menatap Ryan yang kini duduk manis bersama sang istri
“Hei kenapa bawa bawa aku? aku bahkan tidak tau apa permasalahan kalian.” protes nya yang tak terima status nya di bawa bawa dalam pertengkaran Adik dan Putra nya itu
Papa macam apa dia yang bahkan tidak membela anak nya yang kini tengah bertengkar dengan adik nya? ia justru duduk manis menerima suapan dari sang istri sambil menonton pertengkaran kedua pria yang berbeda generasi itu
Sedangkan kedua mertua Regan hanya geleng geleng kepala melihat hal manis yang terjadi di depan mereka,hal itu mengingatkan mereka pada masa muda yang tak jauh berbeda dengan hal yang terjadi saat ini
“Sudah sudah makan dulu,nanti di lanjutkan pertengkaran nya.” ucap Bunda Mira menengahi
kedua kakak adik itu juga tidak ada rasa malu nya bertengkar di rumah orang layak nya rumah sendiri,bahkan kini Sindy merasa malu karena suami dan putra nya yang menjadi biang kerok kekacauan di sana
“Sin, Ayo kita jalan jalan keluar,sudah 3 hari aku hanya berada di sini rasanya sangat membosankan.” ucap Yunita ketika mereka kini berada di ruang tengah,Mereka berencana layak nya masih berstatus bebas seperti dulu
tanpa di sadari kini 3 orang pria yang tengah duduk tak jauh dari mereka pun saling pandang mendengar obrolan para istri mereka
“mereka tidak menganggap kita atau bagaimana?” Tanya Ryan pada Regan tanpa mengalihkan pandangan nya dari dua wanita yang kini tengah tertawa renyah
“Bagaimana kalau sekarang? mumpung Ryan dan Regan di sini jadi mereka bisa menjaga Darrel.” usul Sindy,kedua wanita itu menatap para suami mereka sekilas lalu mengulas senyum manis yang penuh arti
“Seperti nya mereka akan meminta izin,bersiap siap lah.” ucap Regan dan di jawab anggukan oleh Ryan, sebelum nya mereka sudah sepakat akan menolak permintaan kedua wanita itu kecuali mereka juga ikut
takut jika nanti mereka hanya keluar berdua saja akan banyak pria yang melirik lantaran mengira mereka masih gadis
“Sayang.” ucap Sindy dan Yunita serentak pada suami mereka masing masing
“Tidak!” jawab Ryan dan Regan serentak pula,padahal kedua wanita itu belum mengutarakan permintaan nya namun sudah mendapatkan penolakan dari kedua pria itu
“oh astaga kami bahkan belum...”
“Tetap saja tidak!”
“Dengarkan dulu Regan..” ucap Yunita mencoba merayu suami nya,namun sia sia lantaran Regan tetap tidak mengizinkan mereka
__ADS_1
“tidak Yunita!”
“Astaga kami sangat bosan di sini!” Kini Sindy bersuara membantu sahabat nya itu agar mendapat kan izin
“kalau bosan itu ke kamar!” Jawab Regan asal yang hanya memikirkan hal yang iya iya,apa dia pikir bosan nya perempuan hanya bisa di obati dengan hal yang iya iya? perempuan juga butuh cuci mata di pusat perbelanjaan
“Kenapa jadi ke kamar!” protes Yunita mendengar jawaban asal dari sang suami
“Kalian mau pergi?” Tanya Ryan pada kedua wanita itu,Kedua wanita itu pun mengangguk dengan wajah cemberut
“Maka kami juga harus pergi!” sambung Regan,itulah rencana awal kedua kakak beradik itu agar mereka juga ikut bersama dengan istri mereka
“Tapi nanti siapa yang...”
“menjaga Darrel? bawa saja! apa kau pikir aku bersedia menjaga anak nakal ini?” Lagi Regan berucap tentu saja hal itu tidak bisa di terima oleh Ryan,ayah mana yang terima anak nya di jelek jelek kan
“Hei kenapa malah mengejek anak ku?” sergah Ryan pada adik satu satu nya itu
“Memang begitu lah ada nya! kenapa kau marah?”
ia masih bertanya? tentu saja Ryan marah dengan ucapan tidak sopan Regan pada putra nya, terlebih Darrel adalah keponakan nya bisa bisa nya ia tak akur dengan anak kecil itu
“Kau akan paham jika sudah menjadi papa!”
Regan memutar bola mata nya,malas dengan ucapan Ryan yang membahas anak,entah mengapa ia masih belum siap untuk menjadi seorang ayah lantaran takut jika nanti kasih sayang istri nya akan terbagi mengingat bagaimana istri nya menyukai anak kecil
“Sudah lah kenapa kalian malah bertengkar!” ucap Yunita menengahi
“Baik lah kita akan pergi bersama sama!” ucap Sindy setelah berdiskusi dengan Yunita selagi Regan dan Ryan bertengkar,tentu saja mereka tidak akan setuju begitu saja tanpa ada alasan tertentu
Terimakasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan Kritikan dan saran jika terdapat kesalahan di dalam cerita ku🥰
Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏
Author juga minta tolong kasi rate nya sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏
__ADS_1