MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 85


__ADS_3

Regan menghampiri istri nya dengan dress hitam di tangan,senyum nya pun merekah membayangkan betapa cantik nya istri nya nanti memakai dress hitam pemberian kakak ipar nya itu


“Sayang,ini pakai..”


Ucapan nya terhenti kala melihat Yunita yang kini tengah duduk di tepi ranjang dengan kembali hanya mengenakan dalaman saja, untuk kesekian kali nya ia harus menelan Saliva pahit tak tahan dengan pemandangan di depan mata nya


“Dapat?” tanya Yunita kemudian melihat suami nya menenteng dress hitam


Regan mengangguk tapi tatapan nya lekat pada Yunita saat ini,tak lupa ia mengunci pintu kamar nya lantaran memikirkan sesuatu sebelum mereka pergi makan malam berdua


“Sini,aku mau mencoba nya.” ucap Yunita mencoba meraih dress tersebut dari tangan Regan namun dengan cepat pria itu menjauh kan dress itu


Senyuman seringai ia tampilkan kini,tatapan nya tertuju pada gunung kembar milik istri nya yang kini berubah sedikit lebih besar dari sebelum nya,tentu saja hal itu karena kegigihan nya


“Apa? kenapa senyum mu begitu?” Tanya Yunita sedikit waspada melihat tatapan mesum dari suami nya


“Boleh kah aku memakan mu terlebih dahulu sebelum kita pergi makan di luar?” tanya Regan seraya terkekeh,ia benar benar tidak tahan melihat tubuh istri nya yang begitu menggoda


“Tidak!” sentak Yunita kemudian,jelas ia tak akan mengabulkan permintaan suami nya itu lantaran jika mereka berolahraga terlebih dahulu maka rencana makan malam akan lenyap tanpa jejak


Senyuman di wajah nya kini memudar mendapat penolakan dari sang istri,ia benar benar lupa jika baru saja tadi ia mengejek kakak nya yang terlalu tidak sabar untuk berolahraga malam,namun kini ia justru yang tidak sabar


“Oh astaga hanya sebentar,percayalah.”


Percaya kata nya? tidak ada dalam kamus Yunita untuk percayaa pada Regan jika sudah berurusan dengan ranjang,ia jelas tahu akan akhir dari malam ini nanti yaitu tertidur hingga pagi lantaran kelelahan


“Kita makan di luar dulu nanti baru kita olahraga.” ucap Yunita meraih dress tersebut dengan paksa lalu memakai nya di hadapan Regan


Pria itu hanya bisa menatap tubuh istri nya yang mulai tertutup oleh dress yang Yunita kenakan,lalu terlintas di otak nya untuk memuji istri nya sama seperti yang Ryan katakan sebelum nya, berharap jika nanti ia akan mendapatkan hal lebih dari sang istri


“Wah sayang,kau terlihat lebih ramping setelah memakai dress hitam ini, pilihan ku memang tepat lihat lah tubuh mu bahkan tidak terlihat gendut sama sekali.”


Yunita yang mendengar hal itu tentu menatap tajam pada sang suami,apa maksud nya mengatakan jika ia terlihat lebih ramping? jadi maksud nya ia terlihat gendut? pikir Yunita


“Jadi maksud mu aku gendut?”

__ADS_1


Tanya Yunita datar namun sorot mata nya sangat tajam pada Regan


“Bukan begitu sayang,tapi..”


Deg!


Seketika Regan sadar dengan ucapan nya,Seperti nya ia salah telah mempercayai Ryan yang telah membodohi nya,ia kini menatap Yunita yang terlihat seperti akan memangsa nya saat ini juga


“Sayang,sumpah Ryan yang meminta ku untuk mengatakan nya.” ucap Regan memberi penjelasan namun terlambat lantaran istri nya itu kini terlanjur kesal dengan ucapan nya


Bisa bisa nya ia di bodohi oleh kakak nya padahal jelas lebih jenius diri nya dari pada Ryan,apa hal seperti itu saja sulit untuk di pahami? pikir Yunita


Yunita diam setelah mengenakan dress nya,ia pun memilih duduk di tepi ranjang seraya memainkan gawai nya,rasanya ingin sekali ia menendang Regan dari hadapan nya jika saja tak mengingat jika Regan akan membawa nya makan malam di luar


Regan pun akhir nya mendekati Yunita,menaikkan resleting dress yang Yunita kenakan lalu memeluk tubuh wanita itu dari belakang, suasana hati Yunita yang selalu berubah-ubah tentu juga berpengaruh pada nya,ia juga lelah lantaran menjadi pelampiasan kemarahan dari istri nya itu


“Maaf kan aku,hari ini aku sangat menyakiti mu kan?”


Lembut suara Regan terdengar menenangkan di telinga Yunita,hal ini yang sangat ia sukai dari Regan,tak pernah lupa untuk meminta maaf setelah melakukan kesalahan,bahkan jika itu tidak sepenuhnya nya kesalahan diri nya


Seketika Yunita memegangi perut nya yang sudah meronta ronta minta di isi,Yunita menyengir menatap Regan lantaran takut akan di marahi oleh suami nya itu


“Apa kau belum makan seharian?” tanya Regan lantaran perut istri nya berbunyi hanya jika ia merasa sangat lapar


Yunita menggeleng lantaran memang ia belum makan setelah berangkat dari rumah nya, sebelum nya ia akan makan di rumah mertua nya itu namun keburu Regan datang dan membuat nya masuk ke dalam kamar tanpa makan terlebih dahulu


“Kau!” ucap Regan hampir saja meninggi kan suara nya namun melihat tatapan memelas dari istri nya itu,ia pun mengurungkan niat nya untuk meluapkan emosi nya saat ini


“Baiklah ayo sekarang kita pergi,kasihan Dede bayi nya sudah kelaparan.”


Yunita mengangguk tersenyum,ia pun meraih tas dan ponsel nya lalu turun kebawah bersama Regan,di bawah sudah ada papa dan mama Regan yang akan makan malam bersama


“Kebetulan sekali kalian turun,ayo kita makan bersama.” ajak mama Regan


Yunita hanya menatap Regan,ia merasa sungkan untuk mengatakan jika mereka akan makan di luar,mengerti akan isyarat dari sang istri Regan pun bersuara memberikan alasan pada kedua orang tua nya

__ADS_1


“Kami makan di luar saja mah,Yunita mendadak ingin makan di luar.”


glek!


Yunita menatap tak percaya suami nya yang beralasan dengan menyebut nama nya,padahal ia ingat dengan jelas jika ia yang mengajak Yunita untuk makan di luar namun kini Yunita yang di jadikan kambing hitam


“Ngidam ya? ya sudah hati hati ya.” ucap Mama Regan memperingati


Regan dan Yunita pun mengangguk lalu berjalan menuju pintu keluar, namun tiba tiba langkah Regan terhenti kala menyadari Yunita yang masih berdiri di belakang nya


“Sayang?”


“Ha?” ucap Yunita kala menyadari Regan yang hampir menjauh dari nya


Regan mengerutkan kening nya melihat Yunita yang menatap lekat pada meja makan,bahkan sesekali ia menelan Saliva nya entah apa yang ia lihat saat ini,pikir Regan


“Kau ingin apa?” tanya Regan menghampiri istri nya yang masih mematung


“Mau apel.” ucap Yunita mengedipkan mata nya berkali kali dengan menggigit bibir bawah nya


Regan hanya menggeleng kala melihat tingkah istri nya itu,padahal ia bisa saja meminta tanpa harus di tanya terlebih dahulu


Akhir nya mereka pergi dengan beberapa bekal buah di tangan Yunita,kini wanita itu tersenyum lebar karena bisa memakan buah buahan itu di sepanjang jalan


“Kau mau?” Tawar Yunita kemudian


Regan menggeleng. “Tidak,kau saja yang makan.”


Hingga setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit mereka pun sampai di restoran favorit Yunita,namun seketika wajah Yunita murung kala mengingat di restoran ini lah ia melihat suami nya memeluk boneka Sabrina itu


“Kenapa?” tanya Regan kala melihat wajah istri nya yang tiba tiba memurung


“Kau memeluk wanita itu di sini!”


Jangan lupa untuk like, komen dan vote, terima kasih 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2