MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 34


__ADS_3

...Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy Reading😘...


Di tempat lain kini seluruh keluarga Sindy merasa cemas setelah Yunita menceritakan kehilangan Sindy di bandara,dengan segera kakak Sindy bertindak menggunakan koneksi nya


Regan juga bersikap seolah olah dia ikut membantu mencari keberadaan Sindy dengan koneksi yang ia punya,fakta nya ia hanya tarik ulur beranda ponsel nya saja bahkan hanya melihat foto foto Yunita yang sengaja ia potret diam diam lantaran gemas melihat raut khawatir di wajah tunangan nya itu


“Berusaha lah sebisa mungkin,karena itu hanya akan sia sia,kalian tidak akan menemukan Sindy sebelum Ryan melepaskan nya.” ucap Regan membatin,ia begitu yakin lantaran Ryan di bantu oleh paman nya yang menghilang kan semua jejak penculikan Sindy


“Apa kau sudah menemukan sesuatu?” tanya Yunita sambil melirik ponsel Regan,dengan segera Regan mematikan ponsel nya takut jika nanti ia ketahuan karena hanya menatap foto Yunita saja dan tidak melakukan apapun


“Tidak,penculik nya sangat cerdik hingga tak meninggalkan jejak sedikit pun.” ucap nya memuji kecerdikan penculik itu yang tak lain adalah kakak nya sendiri, sebenarnya ia tak memuji kakak nya melainkan Paman nya hanya saja tak mungkin ia mengatakan hal yang akan membuat mereka curiga


“Apa mungkin ini semua adalah perbuatan kak Ryan?” Tanya Yunita berbisik takut jika nanti pertanyaan nya akan di dengar oleh keluarga Sindy,namun sia sia ia berbisik lantaran keluarga Sindy tetap dapat mendengar perkataan nya


“Kau benar Nita,bisa jadi ini ulah Ryan.” sambung Tuan Albert kini menatap Regan,ia tak berniat untuk menginterogasi Regan karena ia tahu Regan tidak mungkin ikut campur dalam masalah itu


Dan nyata nya memang benar,Regan tentu tahu siapa penculik Sindy namun ia tetap diam bukan karena ia ikut terlibat hanya saja ia tidak ingin ikut campur dan memilih untuk berpura pura tidak tahu apapun, pikir Regan


“Tapi Ryan.. Maksud ku kak Ryan sedang di hukum oleh papa,ia tidak di izinkan keluar dari apartemen nya,dan Kak Ryan tidak mungkin melanggar aturan karena dia sangat penurut dengan papa.”


Tuan Albert terdiam mendengar ucapan Regan,ia percaya lantaran memang tahu jika Ryan adalah anak yang menurut pada tuan Maheswara dan berbeda dengan Regan yang jalan pikiran nya selalu berlawanan dengan tuan Maheswara

__ADS_1


Regan tersenyum sinis menatap tuan Albert yang kembali terdiam mendengar ucapan nya. “Kau memang anak baik Regan! kau berbicara tanpa kebohongan pada orang yang lebih tua,tapi kau bisa membantu kakak mu.” ucap nya membatin


Ia memang tak berbohong,memang Ryan tengah mendapat hukuman dari sang papa yang meminta nya untuk tetap diam di apartemen,dan Ryan pun tak melanggar hukuman dari papa nya karena ia menyuruh anak buah nya yang menculik Sindy


Dan juga ia tak mengatakan jika tidak mungkin Ryan menculik Sindy,jadi ia tak bisa di katakan tengah berbohong


Yunita memicingkan mata nya melirik gelagat Regan,memastikan jika memang ia tidak sedang berbohong, namun tidak ada yang mencurigakan dari diri nya ia bersikap seperti biasa


“Kenapa menatap ku? mau aku cium Hem?” Tanya nya yang menyadari jika Yunita menatap nya sedari tadi,sengaja ia membicarakan hal mesum agar Yunita tak lagi mencurigai nya


Rencana nya berhasil,kini Yunita memalingkan wajah nya entah karena malu atau muak mendengar ucapan Regan yang selalu saja mengarah ke hal yang mesum padahal mereka belum menikah, bagaimana nanti jika mereka menikah? mungkin saja Regan tidak akan membiarkan nya untuk beristirahat sejenak,pikir Yunita


Hari berganti malam namun tetap tidak ada tanda tanda keberadaan Sindy,ingin melapor kepada pihak berwajib namun kehilangan Sindy belum sampai 24 jam, Darrel pun sudah terlelap di pangkuan Yunita,seluruh keluarga Sindy di buat heran dengan Darrel yang begitu dekat dengan Yunita bahkan mereka bertemu beberapa kali saja,Dan Regan pun sudah izin pulang sejak tadi di karenakan ada urusan di Rumah sakit


“tidak apa Tante,Nita udah izin sama ayah dan Bunda.” bukan tak lelah,jujur ia sangat lelah hari ini hanya saja karena keberadaan Sindy yang belum di ketahui itu membuat nya merasa tak tenang


“Tidak apa, pulang lah,jika ada sesuatu tentang Sindy nanti kami akan menghubungi mu.” mengerti jika kini Yunita tengah mengkhawatirkan anak nya sebagai seorang sahabat,ia kembali membujuk Yunita agar bisa pulang dan beristirahat


Yunita pun memilih untuk menurut saja karena tubuh nya pun tak bisa di ajak berkompromi,ia benar benar merasa lelah sekarang,Yunita masuk ke dalam mobil lalu ia langsung menyadarkan tubuh nya di jok belakang sambil menunggu sopir yang izin ke toilet terlebih dahulu


tak lama kemudian ia pun terlelap akibat terlalu lelah,cukup lama ia tertidur hingga merasakan sebuah tangan yang tengah mengusap puncak kepala nya,awalnya ia merasa jika itu hanya mimpi belaka,namun terasa sangat nyata membuat nya mau tak mau mencoba untuk membuka kedua mata nya yang terasa begitu berat

__ADS_1


mata nya melotot kala menyadari jika Regan lah yang kini duduk si samping nya,bahkan ia kini tengah berada di dalam dekapan Regan


“Kau sudah bangun? tidur lah lagi nanti aku akan membangun kan mu jika sudah sampai.” ucap nya lembut menepikan rambut Yunita yang menghalangi kecantikan wajah Yunita


“Kau di sini? bukan kah tadi kau sudah pulang?” bukan nya menjawab pertanyaan Regan,ia malah melayangkan pertanyaan pada tunangan nya itu


“Tidak perlu di pikirkan,tidur lah lagi,kau butuh istirahat.” tangan Regan pun mengusap wajah Yunita dengan lembut agar Yunita memejamkan mata nya,tak lupa ia memberi kecupan manis di kening Yunita,benar benar romantis sekali Regan saat itu


Yunita mengangguk,untuk kesekian kali nya ia merasa salting tingkat dewa mendapatkan perlakuan manis dari Regan. “Jarang romantis,tapi sekali romantis bisa bikin aku jantungan,apa semua pria dingin seperti ini?” ucap nya membatin


mata nya masih tertutup tapi senyuman di bibir nya tak bisa di sembunyikan,benar benar merasa sedang melayang lantaran sikap Regan yang begitu manis pada nya,Regan pun dapat melihat jelas jika Yunita kini tengah tersenyum


gemas lantaran melihat Yunita yang salting meskipun mata nya masih tertutup membuat Regan tak dapat menahan diri untuk tidak memberikan kecupan di bibir tipis Yunita


Cup!


“Ini akibat nya karena terlalu menggemaskan!”


*Terima kasih sudah membaca karya ku sampaii bab ini, semoga readers suka, dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika ada kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku🥰


mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya Author rajin up 🥰🙏

__ADS_1


Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏*


__ADS_2