
Setelah drama permuntahan Regan sebelum berangkat,akhir nya mereka memutuskan untuk meminta bantuan sopir lantaran Regan merasa sangat lemas lantaran selalu muntah
Yunita tentu semakin panik,ia merasa gagal menjadi seorang istri bahkan belum sebulan pernikahan mereka tapi Regan kini sudah sakit sakitan,pikir nya
“Sudah mendingan?” tanya Yunita kini mengusap perut Regan dengan minyak angin,Regan benar benar manja sekarang bahkan tangan nya tak lepas dari pinggang ramping Yunita
Kepala nya yang berada di ceruk leher Yunita mengangguk lantaran memang sudah tidak selemas sebelum nya,Ingin mengumpat namun ia juga tak ingin ingin terjadi hal yang tidak di inginkan
“Masih jauh pak? saya pusing di dalam mobil lama lama.” tanya Regan,Sindiran sebenar nya lantaran pak sopir yang terlalu lambat menyetir mobil nya karena perintah dari sang istri
“Cepetin dikit pak.” Pinta Yunita akhirnya takut jika nanti Regan benar benar akan muntah di dalam mobil,bukan kah akan sangat merepotkan?
“Siap nyonya.” ucap sang sopir lalu menambah kecepatan mobil nya hingga tak butuh waktu lama mereka pun sampai di tempat tujuan
“Pelan pelan.” ucap Yunita merangkul Regan,padahal hanya muntah muntah saja tapi Regan di perlakukan seperti baru saja mengalami sesuatu yang sangat besar
“Kenapa kita ke sini?” tanya Yunita ketika melihat ruangan yang mereka masuki adalah dokter kandungan,tentu ia merasa bingung lantaran tidak mungkin ia sedang hamil lantaran tidak merasakan apapun,lagi pula usia pernikahan mereka belum sampai satu bulan
“Masuk saja jangan protes.”
Yunita menghela nafas lantaran sikap Regan yang tiba tiba kembali dingin,terkadang ia merasa jika Regan hanya mempermainkan nya saja lantaran perubahan sikap suami nya itu
“Dokter Regan.” Sapa dokter Novi dengan sangat ramah,ia juga menampilkan senyuman terbaik nya karena akhir nya bertemu kembali dengan dokter Regan yang selama ini ia sukai
Regan pun mengangguk sebagai jawaban dari sapaan dokter Novi,jika bukan karena dokter lain sedang sibuk maka ia juga tak ingin konsultasi dengan dokter Novi yang memang sejak dulu sudah terlihat genit pada nya
“Siapa yang mau di periksa dok?” tanya Dokter Novi,menurut informasi dari dokter Desi,Regan meminta untuk memeriksa seseorang yang tak di sebutkan status nya oleh dokter Regan
Para dokter dan pekerja di rumah sakit itu pun juga tak tahu jika Regan sudah menikah,yang mereka tahu Regan hanya akan fokus pada perusahaan papa nya yang akan ia jalankan
“Regan.” ucap Yunita sedikit kesal lantaran Regan yang meninggal kan nya begitu saja
__ADS_1
“Dia siapa dok?” tanya Novi berusaha untuk ramah,ia mengira jika Yunita mungkin sepupu atau kerabat Regan
“Istri saya.”
Deg!
Dokter Novi terdiam mendengar jawaban Regan,tak lama kemudian ia tertawa yang membuat Regan dan Yunita saling menatap,aneh saja ia tiba tiba tertawa setelah mendengar pengakuan Regan
“Sakit nih dokter.” batin Yunita menatap aneh pada dokter Novi
“Jangan bercanda dokter Regan, bagaimana mungkin anda memiliki istri jika menikah saja belum.” ucap Dokter Novi di sela sela tawa nya
“Kalau saya bilang dia istri saya artinya saya sudah menikah.” ucap Regan datar menatap tidak suka pada dokter Novi,memang dasar nya ia sangat sensi hari ini di tambah lagi harus bertemu dengan orang yang ia tidak sukai
Dokter Novi menghentikan tawa nya menatap pada Regan dan Yunita secara bergantian,tak ada raut bercanda dari mereka yang ada hanya raut serius terutama dari Regan
“Dokter serius?” tanya Dokter Novi memastikan,dan dengan mantap Regan mengangguk,ia meraih tangan Yunita untuk duduk,bukan di samping nya melainkan di pangkuan nya agar membuat Dokter Novi semakin malu lantaran berani menertawakan nya
Dokter Novi hanya bisa menelan Saliva nya melihat bagaimana Romantis nya Regan saat ini,kini ia tak meragukan ucapan Regan sebelum nya,mendadak kini tubuh nya gemetar,hati nya seperti tersayat lantaran melihat kedekatan Regan dan wanita di depan nya itu
Bahkan tanpa malu Regan mencium Yunita di depan nya meskipun Yunita mencebik lantaran tidak suka dengan kelakuan Regan
“A-apa keluhan anda nyonya?” ucap Dokter Novi dengan sedikit gemetar, Pemandangan yang sangat jarang bahkan tidak pernah ia lihat atau rasakan kini terjadi di depan mata nya
Regan yang kini begitu manja pada Yunita membuat nya tak ingin berlama lama berada di ruangan yang sama dengan kedua pasangan itu
“Keluhan? tapi saya tidak punya keluhan? justru suami saya yang muntah muntah sejak tadi” ucap Yunita menjelaskan,ia bingung yang sakit Regan tapi yang di tanya justru diri nya
“Bisa langsung USG saja?” pinta Regan yang sudah tidak sabar ingin melihat reaksi Yunita jika tahu diri nya kini tengah berbadan dua
“USG?” beo Yunita
__ADS_1
“Silahkan ikut saya nyonya.” Ucap Dokter Novi sedikit ketus,sangat berbeda dengan sebelumnya yang selalu ramah dan menampilkan senyuman
“Tapi?”
Tak ingin berlama lama Regan akhir nya membawa Yunita untuk berbaring di brankar
“Tolong hati hati.” pinta Regan pada Dokter Novi dengan ketus,Yunita pun hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat sikap suami nya itu,apa ia benar benar tidak bisa bersikap lembut? pikir Yunita
Ia tak tahu saja jika Regan kini berusaha menyadarkan Dokter Novi untuk menjaga sikap pada nya lantaran ia kini sudah beristri,namun Yunita yang tak tahu jika Dokter Novi memiliki perasaan pada Regan jelas saja tidak menyukai sikap suami nya itu
Dengan hati hati Dokter Novi menuangkan gel di perut Yunita,jujur saja ia masih memiliki rasa takut mengingat Regan ada lah anak dari pemilik rumah sakit tempat ia bekerja itu
Regan menatap layar yang memperlihatkan gambaran isi perut Yunita,sesuai dugaan nya Yunita kini tengah mengandung benih nya,ia bisa dengan jelas melihat sesuatu yang bulat kecil di layar
“Selamat Nyonya,anda sedang hamil.”
Deg!
Yunita membeku di posisi nya, bukan nya bahagia ia justru merasa panik dan takut, bagaimana tidak? pernikahan nya saja belum genap setahun namun ia sudah di nyatakan hamil?
Namun berbeda dengan Yunita yang terlihat tegang,Regan justru tersenyum bahagia, meskipun sempat menunda kehamilan sang istri namun ia juga tidak bisa menolak ketika benih nya sudah berhasil masuk di rahim istri nya
Yunita hanya diam saat Dokter Novi memberi saran untuk nya tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh ia lakukan,pikiran nya benar benar tak fokus hingga mereka kini berada dalam mobil pulang ke rumah utama
“Bagaimana jika nanti Regan marah,tidak percaya dan menceraikan ku?” ucap nya membatin,jujur ia ingin bicara saat itu juga namun mengingat di mobil ada pak sopir membuat nya mengurungkan niat nya untuk berbicara dengan Regan
Baru saja hendak turun dari mobil,kini rasa mual kembali menyeruak di perut Regan,tanpa menunggu Yunita terlebih dahulu, Regan pun berlari memasuki rumah lantaran sudah merasa tidak tahan dengan perut nya
“Regan,aku bersumpah tidak pernah melakukan nya dengan orang lain.” teriak Yunita ketika melihat Regan yang berlari memasuki rumah
TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA KU SAMPAI BAB INI,AUTHOR MOHON DUKUNGAN NYA DENGAN LIKE,KOMEN DAN VOTE SEKALIAN RATE NYA SESUAI PENILAIAN READERS,TERIMA KASIH🥰🙏
__ADS_1