
Hari hari berlalu dengan sangat baik,tak terasa sudah 3 bulan Regan menjalankan peran nya sebagai pemimpin di perusahaan nya,sejauh ini semua nya baik baik saja tanpa ada masalah
Tak hanya urusan kantor, bahkan pernikahan nya dengan Yunita semakin baik, terlebih kini perut Yunita yang mulai terlihat membuncit membuat kedua pasangan itu semakin bahagia menunggu kehadiran buah hati mereka
Mereka bahkan sudah menghuni kediaman baru mereka seminggu ini,rumah impian yang selama ini mereka nanti kan,bahkan karena rumah ini lah hampir terjadi kesalahpahaman antara sepasang suami istri itu
Cukup besar untuk sepasang suami istri yang baru menikah seperti mereka bahkan terbilang besar namun tidak sebesar mansion yang di bangun oleh Agus untuk Yoonia
Rumah impian sudah di dapatkan,ketenangan dalam rumah tangga juga sudah di dapatkan,Benar benar kehidupan rumah tangga seperti yang di harap kan oleh semua wanita,Yunita beruntung memiliki suami yang baik,perhatian dan yang terpenting sangat mencintai nya dengan tulus meskipun tidak mudah bagi nya untuk bersatu dengan Regan lantaran harus merasakan sakit hati terlebih dahulu
tak jarang pula Yunita melihat wanita wanita yang tertarik pada suami nya,namun suami nya itu bahkan tidak melirik wanita wanita itu
Zabrina juga tidak pernah kelihatan setelah hari itu,hari dimana Yunita menampar nya dengan bangga lantaran berani mencoba mendekati suami nya yang tampan, mungkin karena ia tak tahu jika Yunita dan Regan sudah pindah dari rumah orang tua Yunita
Pagi ini seperti biasa Yunita membantu Regan untuk bersiap siap,selalu ada drama manja manjaan dari Regan yang kian hari semakin bertambah, terkadang ia juga mengatakan malas untuk ke kantor lantaran ingin berduaan dengan istri nya
Tentu saja Yunita tidak mengizinkan suami nya itu untuk cuti hanya karena rasa manja nya saja, bagaimana pun ia juga memiliki tanggung jawab besar di kantor nya
Namun pagi ini drama sesungguh nya tengah terjadi, lantaran mereka mendapat telepon jika Yoonia akan segera melahirkan,tentu untuk hal ini Yunita mengizinkan Regan untuk cuti ke kantor, mereka tidak ingin melewatkan hari bahagia bagi kakak dan kakak ipar nya
“Ayo sayang,kak Agus sudah menunggu di sana bersama ayah dan Bunda.” ucap Yunita,jelas mereka harus buru buru lantaran kawasan rumah mereka yang cukup jauh dari kota
Demi mendapatkan ketenangan mereka memilih mendirikan sebuah hunian nyaman di kawasan yang tidak terlalu ramai namun juga tidak terlalu sunyi,dan kawasan yang sangat segar lantaran banyak pepohonan hijau di sana seperti keinginan Yunita
Jika biasa nya pria lah yang menunggu wanita selesai berdandan maka lain hal nya dengan Yunita,ia lah yang harus menunggu suami nya untuk selesai dengan hal nya,padahal tadi ia sudah hampir siap dengan pakaian kantor nya namun tiba tiba saja ia ingin mengganti dengan pakaian kasual,entah apa alasan nya
Namum Yunita tidak heran lantaran suami nya memang benar benar aneh semenjak kehamilan nya,jelas Yunita tertekan atas permintaan Regan yang jika tidak di turuti bisa membuat Regan menangis tak peduli jika itu akan memalukan diri nya di hadapan sang istri
__ADS_1
“Sudah,ayo!” ucap Regan keluar dari kamar mereka,Yunita terpaku kala melihat penampilan suami nya yang sangat tampan,kaos putih polos,namun ia juga kesal hanya mengganti kaos saja kenapa harus selama itu,padahal keluarga nya sejak tadi sudah menghubungi nya
.
.
.
Beruntung perjalanan mereka tidak terlalu lama,hingga mereka sampai tepat waktu di rumah sakit meskipun Yoonia tengah melahirkan setidak nya mereka sampai sebelum baby girl nya lahir
Namun bukan hanya teriakan Yoonia yang terdengar melainkan teriakan Agus juga tak kalah keras terdengar di telinga mereka yang sedang menunggu di luar ruangan
“Kak Agus kenapa?” tanya Yunita panik,yang melahirkan kakak nya kenapa Agus yang berteriak kesakitan? pikir Yunita
“Mungkin sedang tersiksa.” ucap Brasmayanto santai sedikit melirik bunda Mira yang kini melipat bibir,menahan senyum
Sedangkan Regan kini tengah duduk di kursi sambil meremas pakaian nya, sekarang entah apa yang terjadi pada pria itu hingga menarik perhatian Yunita
“Kenapa? kau merasa takut?” tanya Yunita melihat raut wajah suami nya yang ketakutan bahkan mengeluarkan keringat di pelipis nya
Yunita Menyeka keringat tersebut,lalu menatap mata Regan yang berkaca kaca. ”Oh ****! dia menangis?”
Yunita semakin bingung sekarang,apa lagi yang kini terjadi pada suami nya kenapa ia yang menangis padahal kakak nya yang tengah melahirkan
“Kenapa menangis?” Tanya Yunita kemudian
Regan menggeleng,jujur ia merasa takut saat memikirkan bagaimana sakit nya saat Yunita melahirkan nanti ketika mendengar teriakan kesakitan dari kakak ipar nya
__ADS_1
“Pasti sangat sakit bukti nya kak Yoonia berteriak sekeras itu dan paman Agus juga berteriak melihat kak Yoonia. Bagaiman dengan mu nanti? aku tidak ingin melihat mu kesakitan.” ucap nya sendu
Yunita tersentuh kala mendengar ungkapan Regan yang memikirkan diri nya,namun ia juga merasa gemas dengan pemikiran suami nya itu,belum apa apa ia sudah menangis, bagaimana saat hari persalinan Yunita nanti? mungkin saja ia akan pingsan
“Dede bayi nya saja tidak pernah mengeluh sakit,kenapa Daddy nya harus takut?” ucap Yunita menghibur Regan
Jika bukan di rumah sakit dan situasi nya tidak begini mungkin Yunita sudah tertawa keras mendengar ucapan Regan yang menurut nya sangat lucu
Regan mengangguk,lantaran selama ini Yunita belum pernah mengeluh kesakitan,dan terakhir kali cek dokter mengatakan jika bayi dalam kandungan Yunita sangat sehat
Regan hanya overthingking saja,nyata nya Agus berteriak bukan karena mendengar teriakan Yoonia melainkan ia memang kini tengah merasa kan sakit akibat jambakan dan pukulan dari istri nya
Yoonia yang kesakitan tanpa sadar menarik dan memukul Agus secara brutal,padahal saat melahirkan Aaron ia tidak begitu ganas, mungkin karena memang tidak ada yang menemani selain dokter dan perawat
Namun berbeda dengan saat ini,ia ditemani suami nya dan saat ini lah ia meluapkan rasa sakit nya saat melahirkan
“Ya tuhan,bukan nya aku tidak suka,hanya saja aku bersyukur dulu tidak berada di samping Yoonia saat melahirkan Aaron!” ucap Agus tepat di hadapan Yoonia
Jelas saja wanita itu marah luar biasa saat mendengar ucapan suami nya itu, bagaimana bisa dia merasa bersyukur tidak berada di sampingnya saat melahirkan anak pertama mereka
“Dasar suami tidak tahu diri!”
Srekk!!
Jambakan terakhir dari Yoonia berakhir dengan terdengar nya tangisan sang bayi,dokter yang begitu kewalahan lantaran bayi Yoonia dan Agus yang memang sedikit nakal saat di lahirkan akhirnya bisa menghela nafas lega
“Alhamdulillah” ucap semua orang setelah mendengar suara tangisan baby girl Yoonia dan Agus
__ADS_1
“welcome to the world, baby girl”