MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 9


__ADS_3

Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, happy reading 😘🙏


Semua keluarga kini diam,merasa bersalah pada Yunita karena telah menuduhnya berlaku jahat pada Bella setelah Yunita memperlihatkan bukti rekaman CCTV dimana Bella yang hendak menampar Yunita namun di urung karena melihat Regan yang keluar dari kamar nya dan membalikkan keadaan dengan berpura pura jatuh


“A-aku bisa jelaskan!” ucap Bella yang hendak mencari pembelaan diri namun semua orang telah melihat kebohongan nya dan tak akan ada yang percaya sekeras apapun ia beralasan. “Diam Bella! Kau sudah terlalu di manjakan oleh kedua orang tua mu sampai kau tak pernah merasa bersalah atas tindakan jahat yang telah kau lakukan selama ini!”


Adiwijaya yang sedari tadi diam menahan malu karena bagaimanapun Bella adalah Saudara jauh nya tentu saja ia malu atas tindakan Bella pada Yunita. “Kakek!” Bella yang terbiasa di manjakan dan tak pernah mendapat sebuah bentakan pun merasa tak percaya saat orang yang telah ia anggap seperti kakek kandung nya yang selama ini selalu memanjakan nya kini berani membentak nya hanya karena wanita perebut seperti Yunita


“Besok kau pulang lah ke rumah mu,Kakek akan jelaskan pada kedua orang tua mu tentang perbuatan memalukan ini!” tak terima jika ia harus pulangkan ke rumah nya tanpa hasil,Bella pun mengambil sebuah pisau yang berada di atas meja tepat nya pada keranjang buah


“Bella!” pekik semua orang saat Bella menempelkan pisau itu pada pergelangan tangan nya,ia mencoba untuk mengancam mereka agar menuruti semua keinginan nya. “Jika kalian tidak menuruti keinginan ku maka akan kupastikan kalian akan melihat darah ku dirumah ini!”


Semua orang pun berusaha tenang dan mundur agar Bella tidak bertindak sesuai dengan ucapannya. “Apa yang kau inginkan?” kini Regan bertanya meskipun ia tahu dengan jelas apa yang Bella inginkan saat ini. “Menikahlah dengan ku saat ini kak!” semua orang terkejut begitu pula dengan Yunita yang tak menyangka segitu terobsesi nya Bella pada Regan hingga ia berani melukai diri nya hanya agar Regan tetap bersamanya


Regan menatap Yunita sekilas terlihat raut wajah Yunita yang sedang berpikir agar situasi saat ini tidak semakin kacau. Melihat Regan yang menatap nya dengan sedikit keraguan Yunita mengangguk memberi isyarat agar Regan mengikuti permintaan Bella untuk sementara ini


“Baiklah aku akan menuruti semua keinginanmu,tapi buang dulu piasu nya.” meskipun manja tapi Bella tidak bodoh,ia tahu jika ia membuang pisau itu maka kemungkinan Regan akan kembali menolak nya. “Akan ku buang ketika kita sudah resmi menjadi suami istri kak!” keras kepala yang selama ini Bella sembunyikan akhirnya ia tunjukkan di hadapan Regan membuat Regan harus mengubah rencana nya

__ADS_1


“Baiklah tapi ini sudah malam,kita tunda besok saja bagaimana?” Bella tampak berpikir karena tidak mungkin kan ia akan memegang pisau itu semalaman? Lalu tatapannya beralih pada Yunita yang berdiri tak jauh dari tempat nya,ia pun menarik tangan Yunita lalu memelintirkan nya kebelakang,dan tangan satunya berada di leher Yunita dengan pisau yang ia pegang


“Aahhh!!! Bella apa yang kau lakukan!” pekik Yunita yang kini dapat merasakan tajamnya pisau yang menempel pada leher nya,jujur saja ia takut jika nanti Bella menggores kan benda tajam itu pada lehernya. “Diam jika kau tak ingin nyawa mu melayang ditangan ku!”


Tak hanya Yunita,semua orang kecuali Yoonia kini panik dan khawatir saat melihat Yunita menjadi tawanan Bella,kini mereka tahu bagaimana nekat nya seorang Bella Atmajaya. “Bella lepaskan Yunita,kau bisa melukai nya!” tanpa sadar Regan membentak Bella menimbulkan kecurigaan pada Bella jika Regan masih mengkhawatirkan wanita yang kini menjadi tawanannya


“Kakak membentak ku lagi karena wanita ini? Jangan membuat ku kesal dan berakibat kan melukai wanita ini kak!” ucap Bella menarik sebelah sudut bibirnya,jujur saja senyuman nya kini terlihat seperti senyuman iblis


“Tidak tidak,kakak hanya khawatir karena kaget saja.” ucap Regan yang tak ingin membuat Bella kembali marah hingga nanti melukai Yunita


Bella membawa Yunita dikamar yang berada di lantai bawah karena tak ingin repot menaiki tangga dengan membawa Yunita sebagai tawanan. Setelah sampai di dalam kamar Bella segera mengunci pintu dan membawa Yunita duduk di sebuah kursi dan mengikat nya. “Kalian pikir aku bodoh tidak mengerti rencana kalian?” ucap Bella tertawa sumbang


“Besar juga nyali mu ya! Apa kau tidak sayang pada nyawa mu wanita ja lang?!” pekik Bella tak kalah keras. “Kau yang ja lang dasar wanita gila!” benar benar patut di acungi jempol keberanian seorang Yunita yang bahkan tak takut jika Bella akan melukai nya nanti karena ucapan nya


“Kauuu!!!” Bella melangkah mendekati Yunita hendak memberi sedikit luka di tubuh Yunita namun di urung karena tak ingin nanti rencana malah menjadi gagal untuk kedua kali nya. “Tidak tidak! Aku tidak akan melukai mu sekarang,karena jika aku melukai mu sekarangg sudah pasti kak Regan akan membatalkan pernikahan kami!” batin nya


“Kau tau? Jika nanti aku sudah sah menikah dengan kak Regan maka kau akan lenyap dari dunia ini,akan ku pastikan itu!” benar benar seperti seorang titisan psycopath yang tak pernah merasa takut kini pisau yang berada ditangan Bella bergerak menyusuri wajah cantik Yunita. “Apa dia seorang psycopath?” Yunita membatin

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan tengah malam Yunita yang tertidur dengan posisi duduk pun terbangun kala merasakan cacing cacing di perutnya meronta ronta ingin dimanjakan. “Astaga perut ku lapar sekali!” ia baru teringat terakhir makan saat di resto tadi siang,Yunita menatap Bella yang kini tengah terlelap dengan nyaman di ranjang sedangkan dia merasakan sakit ditubuhnya karena tidur dengan posisi duduk


Matanya menelisik mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk membuka ikatan nya,kenapa baru sekarang ia terpikir? Karena tadi Bella masih memantau nya sedangkan sekarang Bella sudah terlelap jadi ia memiliki kesempatan untuk kabur


Tatapan nya kini tertuju pada pisau yang tadi Bella gunakan untuk mengancam mereka yang kini tergeletak di atas meja yang tak jauh dari Yunita. “Aku harus bisa mengambil pisau itu supaya aku bisa bebas dan segera makan! Aku sudah sangat lapar.”


Melepaskan diri agar terbebas dari bahaya ❌


Melepaskan diri agar bisa makan ✅


Beruntung Bella tidak mengikat kaki nya hingga Yunita bisa mempergunakan kaki panjang nya untuk meraih pisau itu, harapannya kini hanya satu agar saat pisau nya jatuh Bella tidak akan tersadar dari tidur nya. “help me, God.” batinnya berdoa sebelum melancarkan aksi nekatnya


Sesuai dugaan Pisau tersebut jatuh kelantai dan menimbulkan suara nyaring seketika pandangan Yunita terarah pada Bella yang kini menggeliat Mungkin sedikit terganggu namun tidak membuatnya terbangun dari tidur nya itu. “Syukurlah dia satu spesies dengan ku,kalau tidur sudah seperti orang pingsan!” batin Yunita berucap


Dengan susah ia berusaha mengambil pisau tersebut menggunakan kaki nya,rasanya benar benar ingin menyerah kala pisau tersebut selalu lepas dari apitan kedua kaki nya,hingga setelah beberapa kali mencoba akhirnya kali ini usaha nya membuahkan hasil. “Huff akhirnya kaki jenjang ku berguna!” ucapnya menghela nafas panjang


“Eeeuuughhhh..”

__ADS_1


Deg!”


Author minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya,terima kasih 🥺🥰🙏


__ADS_2