MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 60


__ADS_3

Budayakan like setelah baca ya, Happy reading 😘


Dingin nya angin malam kini menyentuh tubuh Regan yang kini duduk di luar rumah seraya menenangkan pikiran nya,sengaja ia memilih keluar dari kamar agar tidak mengatakan hal yang tidak tidak dalam keadaan emosi


Meskipun ia masih bingung dimana letak kesalahan nya hingga istri nya mendadak marah,tetap saja ia tak menyalahkan Yunita,ia tahu pasti ada alasan di balik kemarahan sang istri


Cukup lama ia berada di luar hingga merasa kini hati nya sudah lebih tenang,ia memilih masuk kembali ke kamar mungkin setelah merasa tenang seperti ini mereka bisa bicara dengan kepala dingin


Regan membuka pelan pintu kamar nya dan Yunita yang sudah gelap,Regan menghela nafas pelan mungkin Yunita sudah terlelap,tidak masalah dari pada keadaan akan semakin buruk nanti nya


Hanya bermodal kan senter ponsel nya ia berjalan menuju ranjang,tak langsung merebahkan diri,ia kini mendekatkan diri pada Yunita yang kini tengah membelakangi nya


“Aku tidak tahu alasan kemarahan mu,namun apapun itu aku minta maaf sudah membentak mu,Aku mencintai mu sayang.”


Regan mengecup pundak Yunita setelah mengucapkan kata kata sakral yang jarang ia ucapkan pada istri nya itu,menurut nya cinta tak harus di ucap kan,namun harus di pahami dengan cara nya bersikap


Ia pun memeluk tubuh istri nya itu,hawa dingin yang menerpa nya saat di luar tadi lenyap begitu saja setelah memeluk tubuh istri nya,memang istri nya adalah obat dari segala masalah yang ia hadapi


Setelah terdengar dengkuran halus dari Regan,Yunita membuka pelan mata nya,jujur ia sebenarnya belum bisa tidur lantaran suami nya tak kunjung masuk ke kamar mereka


jujur ia khawatir jika nanti suami nya akan memilih tidur di luar karena ia tidak akan bisa tidur dengan tenang tanpa pelukan dari suami nya,bagaimana jika nanti mata nya menghitam lantaran tak bisa tidur semalaman? bukan kah dia akan terlihat jelek? pikir Yunita


ia juga mendengar semua ucapan Regan,juga kata kata maaf dari suami nya itu,tentu saja hal itu membuat nya merasa bahagia terlebih saat Regan mengungkapkan rasa cinta pada nya,ia tahu selama ini Regan tulus mencintai nya dari tindakan Regan pada nya,namun ia juga ingin mendengar kalimat cinta itu keluar dari mulut suami nya


Yunita membalikkan tubuh nya menghadap sang suami yang di yakini kini sudah masuk ke dalam alam mimpi, meskipun tak melihat dengan jelas wajah sang suami namun Yunita tau jika kini wajah suami nya berada tepat di hadapan nya


“Kenapa sekarang aku yang malah posesif?” tanya Yunita membatin,padahal ia masih ingat sebelum menikah Regan lah yang paling posesif tapi sekarang kenapa malah sebalik nya?


Apapun itu yang jelas ia sangat mencintai pria yang dulu sering menolak nya itu, bagaimana pun sikap Regan pada nya tak akan melunturkan rasa cinta nya pada pria itu

__ADS_1


“Aku mencintai mu,tolong jangan bawa wanita lain masuk ke dalam rumah tangga kita,siapapun dia,apapun status nya. Karena cemburu tidak memandang status apapun baik itu teman, sahabat, waktu,semua bisa menimbulkan rasa cemburu pada wanita.”


ucap Yunita,ia tak bisa mengatakan hal itu saat Regan terbangun,ia takut jika nanti Regan menganggap nya terlalu berlebihan,jadi ia hanya berani mengungkapkan nya saat suami nya itu terlelap


“Aku Regan berjanji tidak akan membiarkan wanita ku merasa cemburu sedikit pun.”


Yunita terbelalak kala mendengar Regan bersuara,padahal ia yakin jika pria itu sudah terlelap lantaran mendengar dengkuran halus dan juga nafas yang berhembus dengan teratur


Dengan cepat ia membalikkan tubuh nya,malu lantaran ketahuan oleh suami nya,namun dengan cepat pula Regan menarik kembali tubuh nya hingga jarak antara mereka semakin menipis


“Jangan menghindar atau mendiamkan ku,aku lebih suka jika kau mengungkapkan semua rasa tidak suka mu dari pada harus diam dan tiba tiba marah tanpa menjelaskan alasan kemarahan mu.”


Yunita mencebik,ia meminta nya untuk tidak diam dan tidak suka di diamkan,padahal fakta nya ia juga suka diam dan irit bicara bahkan pada istri nya sendiri


“Katakan alasan kau marah Nit! aku tidak suka bertengkar terlalu lama dengan mu.” tanya Regan lagi lantaran Yunita tak kunjung menjawab pertanyaan nya


Regan terkekeh geli mendengar sungutan istri nya, sebenarnya itu juga menjadi alasan ia tak suka bertengkar terlalu lama dengan istri nya,karena tubuh candu istri nya membuat nya tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh tubuh Yunita


“you are very smart dear.”


Regan mengecup wajah Yunita,entah bagian mana yang ia kecup lantaran memang gelap,yang jelas tak hanya sekali kecupan yang ia layangkan


“katakan apa alasan kemarahan mu.”


ini sudah ketiga kali nya ia bertanya,jujur ia tipe orang yang tidak suka mengulang pertanyaan bahkan hingga 3 kali seperti ini,namun lantaran yang ia hadapi adalah wanita nya maka ia harus mempertebal batas kesabaran nya


“Telfon.”


Kini giliran Yunita yang irit berbicara seperti Regan biasa nya, meskipun tidak terlalu marah namun tetap saja masih ada perasaan kesal mengingat suami nya itu besok akan bertemu dengan seseorang yang ia anggap seorang wanita

__ADS_1


“maksud nya? bicara yang jelas Yunita,aku tidak paham dengan ucapan mu.”


Yunita menghela nafas pelan,ia saja kesal lantaran Yunita irit berbicara saat itu saja,lalu bagaimana dengan Yunita yang selama ini harus ekstra sabar pada nya yang pelit sekali mengeluarkan kata kata dari mulut nya itu


“Orang yang menelfon mu tadi! siapa? perempuan? ada urusan apa? kenapa harus bertemu? lalu kenapa kau yang mengajak nya terlebih dahulu?”


Regan melongo,lalu sedetik kemudian ia tertawa keras mendengar pertanyaan Yunita,rasa nya menyesal sekali tidak menghidupkan lampu terlebih dahulu sebelum bertanya,lantaran tak bisa melihat wajah istri nya itu saat mengeluarkan rasa kekesalan nya


“Kenapa tertawa? ada yang lucu?”


Protes Yunita,ia padahal sudah serius menanyakan hal itu pada Regan,namu respon suami nya itu justru berbeda,tentu saja hal itu membuat nya merasa kesal berkali kali lipat


“Sudah lah! aku mau tidur saja!”


Kembali ia merajuk pada suami nya padahal ia belum sepenuhnya memaafkan Regan tapi sudah kembali di buat kesal oleh pria itu


“Astaga kenapa sensi sekali? sedang palang merah atau bagaimana?”


Tanya Regan menghentikan tawa nya begitu mendengar suara istri nya yang kembali ketus


“Tapi kau memang benar,dia memang akan menjadi orang ketiga di antara kita selama beberapa bulan ini.”


deg!


...Terima kasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku🥰...


...Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏...


...Author juga Minta tolong kasi rate nya sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏...

__ADS_1


__ADS_2