MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 32


__ADS_3

Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, happy reading 😘


“Apa?!!” bukan Regan melainkan Ryan yang berbicara,entah sejak kapan ia berada di dalam kamar Regan yang jelas pria itu kini benar benar membutuhkan penjelasan dari calon adik ipar nya


“Bangsat!! tutup mata mu!!” umpat Regan pada Ryan, bagaimana tidak? Yunita kini hanya memakai kimono untuk menutupi tubuh nya, meskipun tidak ada yang kelihatan hanya saja Regan tetap tidak terima jika calon istri nya yang baru saja mandi di lihat oleh orang lain meskipun itu kakak nya sendiri


“Astaga Regan,aku tidak sedang te****** kenapa kau bereaksi berlebihan seperti itu?” heran pada Regan yang bersikap seolah olah seluruh tubuh Yunita kini di lihat oleh calon kakak ipar nya itu,padahal yang kelihatan hanya wajah Yunita saja


“Tetap saja aku tidak rela!”


Yunita hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Regan,lalu ia mematikan sambungan dengan sepihak,jika terus meladeni Regan maka takkan ada waktu nya untuk bertemu dengan Sindy


“Sin!” ucap Yunita memanggil nama sahabat nya itu yang tengah memasukkan koper nya ke dalam bagasi mobil


“Kau disini?” tanya Sindy,ia tak mengira jika sahabat nya itu akan datang menemui nya


Yunita mengangguk. “Apa kau akan berangkat sekarang?” tanya Yunita penuh harapan agar Sindy tidak berangkat saat itu juga


Sindy menggeleng. “Masij 3 jam lagi,aku hanya memasukkan koper ku saja dulu jadi nanti tidak perlu repot.” mendengar itu Yunita bernafas lega,3 jam di rasa cukup untuk menghabiskan waktu bersama sahabat nya


“dimana Darrel?” tanya nya yang sejak tadi tak melihat wajah tampan bocah itu. “Ada di dalam,yuk masuk.” tidak seperti saat di rumah sakit,kini Sindy tidak melarang Yunita untuk berdekatan dengan Darrel


“Gimana kalau kita jalan jalan saja lalu nanti sekalian ke bandara,aku yang akan mengantar mu,bagaimana?” sebenarnya ia belum memberitahu Sindy jika ia ingin menghabiskan waktu dengan nya dan juga Darrel


Sindy tampak berpikir sejenak. “Baik lah kalau begitu aku pamitan dulu dengan keluarga ku.” ucap Sindy setuju,jujur saja ia belum merasa puas menghabiskan waktu bersama sahabat nya itu


Setelah berpamitan dengan keluarga nya,kini mereka pun pergi menghabiskan waktu bersama,lebih tepatnya mereka menemani Darrel bermain,Darrel terlihat sangat senang bersama Yunita hal itu membuat Sindy sedikit menyesal karena membatasi hidup Darrel selama ini

__ADS_1


30 menit lagi jadwal keberangkatan Sindy, seperti janji Yunita sebelum nya,ia mengantar Sindy ke bandara,saat di bandara Yunita tampak sangat sedih sebab akan ditinggal pergi lagi oleh sahabat nya,padahal mereka baru saja bertemu setelah beberapa tahun lama nya


begitu pula dengan keluarga Sindy,mereka pun ikut mengantar Sindy ke bandara untuk mengucapkan salam perpisahan,namun tak lama mereka izin untuk pulang,meningat kakak ipar Sindy yang tengah mengandung anak ke 2


“Nita,bisa kau jaga Darrel sebentar? aku ingin ke toilet.” Pinta Sindy pada Yunita,jujur saja ia benar benar ingin ke toilet saat ini,Yunita mengangguk lalu kembali fokus bermain ponsel dengan Darrel


Melihat itu Sindy pun segera beranjak dari sana,namun 10 menit berlalu Sindy belum juga kembali,padahal waktu keberangkatan nya sudah dekat,Yunita mencoba untuk berpikiran positif mungkin ia sedang berbicara dengan orang yang ia kenal,pikir Yunita


namun 10 menit yang kedua kali nya pun kini sudah berlalu namun Sindy belum juga menunjukkan batang hidung nya,hal itu membuat Yunita kesal dan khawatir. ”Sebenar nya apa yang sedang ia lakukan di toilet? dia membantu orang melahirkan atau apa?” gerutu Yunita namun jujur di dalam hati nya ia merasa khawatir karena Sindy tak menghubungi nya atau setidak nya mengirim pesan


“Darrel,Ayo cari mama?” ajak Yunita pada Darrel,karena tak mungkin ia meninggalkan bocah itu sendirian di sana,mengingat keluarga Sindy sudah pulang dan tak ada siapapun yang ia kenal untuk menjaga Darrel


Yunita pun membawa Darrel dengan nya menuju toilet,namun sosok Sindy tak ia temukan di sana,kini perasaan nya mendadak menjadi takut. “Apa terjadi sesuatu pada nya?” kesal, khawatir,takut kini menjadi satu,ia bahkan bingung untuk melakukan apa saat ini


“astaga kenapa aku tidak mencoba menelpon nya saja?” ucap Yunita merutuki kebodohan nya, bagaimana bisa ia melupakan hal itu?


“Halo? Halo?”


“Jangan mencoba mengerjai ku sin!” pekik Yunita yang kesal lantaran Sindy tak juga menjawab pertanyaan nya


“Tolong!”


deg!


seketika jantung Yunita berdegup kencang,hanya satu kata saja yang Sindy ucapkan namun hal itu membuat Yunita yakin jika kini Sindy sedang dalam bahaya


“Sin! sindy!!” teriak Yunita tak memperdulikan orang orang kini menatap nya dengan aneh, panggilan pun terputus tanpa ada jawaban dari Sindy selain kata minta tolong

__ADS_1


“Ya tuhan,bagaimana ini?” seluruh tubuh nya gemetar,jujur ia sangat trauma dengan kasus hilang seperti ini,lantaran kakak nya juga pernah menghilang karena di culik


ia pun memutuskan untuk menghubungi Regan,karena hanya itu yang terlintas di otak nya,ingin menelpon kedua orang tuan Sindy namun ia tak memiliki nomor ponsel keluarga Sindy


“Halo?” terdengar suara Regan dari sana


“Regan tolong bantu aku cari Sindy,dia menghilang!” tak kuasa menahan air mata,tangis Yunita pun pecah kala mendengar suara Regan


“menghilang? kemana? tidak usah khawatir mungkin dia sedang bermain petak umpat dengan mu.” jawaban tak terduga dari Regan pun berhasil membuat Yunita melongo,apa dia pikir mereka tidak punya pekerjaan lain selain bermain petak umpat?


menyesal rasa nya meminta bantuan Regan, bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? bahkan dengan jelas ia mendengar suara tangisan Yunita,bukan nya menenangkan Yunita ia malah membuat wanita nya merasa kesal


“Aku mendengar nya meminta tolong Regan! jangan bercanda dan cepat bantu aku!”


“Tidak perlu khawatir Nita,dia sudah dewasa dan tau jalan pulang,dia akan pulang dengan sendiri nya.” apa dia tak pernah bersikap serius sekali pun? mengapa ia tak pernah merasa khawatir,panik atau semacam nya?


“Aku serius Regan! cepat kesini atau pernikahan kita tidak akan pernah terjadi!” setelah mengatakan ancaman itu Yunita pun memutuskan sambungan secara sepihak


“Astaga kenapa dia sangat merepotkan?” bukan merutuk Yunita melainkan Sindy,baru saja ia di repot kan dengan putra Sindy yang masuk rumah sakit, kini ia kembali di repot kan dengan kehilangan nya Sindy


jika bukan karena ancaman Yunita ia tidak akan Sudi untuk ikut campur dalam pencarian Sindy,yang ia jelas tau siapa pelaku nya


“Rencana mu sungguh merepotkan ku!”


*Terima kasih sudah membaca karya ku sampaii bab ini, semoga readers suka,dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika ada kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku🥰


Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏

__ADS_1


Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya sesuai penilaian readers,terima kasih 🥰🙏*


__ADS_2