
Yunita terdiam melongo mendengar ucapan Regan sedangkan Regan kini dengan santai memasukkan sesuap nasi di mulut Yunita kala melihat ada kesempatan
Meskipun merasa terkejut namun mulut nya tetap mengunyah makanan yang baru saja Regan suap ke dalam mulut nya, mata nya menatap Regan yang kini juga mengunyah makanan karena merasa lapar.
“Apa? mau marah? ingat kan ini tahun berapa dan foto itu tahun berapa?” ucap Regan yang melihat gerak gerik istri nya yang akan mengeluarkan pertanyaan pertanyaan menjebak diri nya
Yunita kembali bungkam kala mendengar ucapan Regan, memang benar foto itu sudah sangat lama dan dia juga tak pantas untuk marah hanya karena foto yang sudah sangat lama, mau tak mau Yunita tetap diam meskipun mulutnya ingin berargumen mengenai foto itu
Pagi itu Regan beruntung karena Yunita tak lagi membahas tentang keinginan nya yang aneh karena foto yang ia temukan di dalam kotak itu
Sore pun tiba kini mereka kedatangan tamu tak di undang siapa lagi kalau bukan Ryan dan Sindy, tak lupa mereka membawa si pengacau Darrel yang sejak awal datang sudah memperlihatkan wajah yang sangat mengesalkan bagi Regan
Yunita mempersilahkan keluarga kecil kakak ipar nya itu untuk masuk ke kediaman mereka mengingat mereka sangat jarang datang ke rumah nya dan Regan mungkin karena lokasi nya terlalu jauh dari kota membuat mereka tak punya waktu untuk datang karena Ryan juga harus bekerja
“Duduk lah kak, kalian mau minum apa?” tanya Yunita ramah
“Kami mau...”
“Tidak usah di tawarkan, jika mereka ingin sesuatu mereka bisa langsung mengambil di dapur.” ucap Regan memotong ucapan Ryan dengan santai nya membuat Yunita memberi sikutan di perut pria itu
“Bisa gak kalo ngomong di rem?” ucap Yunita berbisik memberikan tatapan mematikan pada suami nya itu
“rem? memang nya aku ini kendaraan?” cebik Regan kesal
“Tidak, kau bukan kendaraan tapi cabe!” timpal Ryan yang kesal pada adik nya itu
“Maaf kak, Regan memang sedikit kurang asem.” ucap Yunita terkekeh meminta maaf karena merasa tak enak dengan kakak ipar nya
Ryan mengangguk paham dengan ucapan Yunita, tak heran dengan ucapan adik nya yang begitu tajam karena memang sudah sering mendengar nya
__ADS_1
“Tapi memang salah mu sih Yunita.” ucap Ryan kemudian membuat semua orang mengerutkan kening, kenapa jadi salah Yunita padahal Regan lah yang berucap?
“Memang apa salah ku kak?” tanya Yunita tak paham
“Salah mu karena mau menikah dengan kutub Utara,selatan, timur,barat itu.” Semua orang terkekeh mendengar lelucon Ryan begitu pun dengan Darrel yang ikut tertawa melihat semua orang tertawa
Namun berbeda dengan Regan yang justru tetap setiap diam dengan wajah datar nya, mana mungkin ia akan ikut tertawa jika diri nya lah yang menjadi bahan lelucon oleh kakak nya itu.
Tawaan Darrel terhenti kala menyadari jika Aunty Nita nya kini terlihat lebih gemuk bahkan perut nya juga terlihat gemuk, sedari tadi ia menatap pada Yunita khusus nya pada perut Yunita lalu menatap perut sang mama yang terlihat rata
“Ada apa sayang?” tanya Yunita melihat anak itu terus saja menatap nya, ia yakin jika Darrel merasa bingung dengan perut nya yang membuncit
“Perut aunty sangat besar, aunty gendut.” ucap nya membuat Yunita menoleh pada Regan.
Ada rasa menyesal menanyakan hal itu karena pada Darrel karena ujung ujung nya ia lah yang merasa tersinggung meskipun tahu Darrel tidak bermaksud untuk mengejek nya namun ia tak bisa mengontrol suasana hati nya yang mendadak menjadi sedih.
Terlihat raut wajah nya kini menjadi sedih karena mendapat sebutan gendut meskipun hal itu terucap dari bibir seorang anak kecil, Regan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, meskipun bukan ia yang berucap namun tetap dia sendiri yang akan mendapat imbas nya
Sindy yang sadar perubahan raut wajah sahabat sekaligus iparnya itu tentu saja menegur sang anak lantaran berbicara sembarangan
“Darrel tidak boleh mengejek orang, paham?” bisik Sindy di telinga putra nya namun bukan nya mengerti Darrel justru mengerutkan keningnya seraya bertanya kesalahan nya
“Memang nya salah Darrel apa ma? bukan kah gendut itu sangat menggemaskan? lihat lah pipi aunty Nita sangat menggemaskan.” ucap nya Seraya menunjuk pipi Yunita yang mulai terlihat chubby
Yunita yang awal nya hampir sedih kini mendadak tersenyum lebar saat mendengar Darrel mengatakan ia sangat menggemaskan, tentu saja hal itu sebuah pujian bagi nya
“Benarkah aunty terlihat menggemaskan saat gendut?” tanya Yunita pada Darrel, anak itu tersenyum seraya mengangguk lantaran ia memang merasa jika orang gendut itu sangat menggemaskan
Regan kini bisa tersenyum lega kala melihat mood istrinya yang kembali membaik, pasal nya ia akan di salahkan karena membuat Yunita menjadi gendut seperti itu walaupun Yunita lah yang paling menginginkan kehamilan namun mana mungkin ia akan menyalahkan diri nya sendiri
__ADS_1
“Untung saja anak Ryan ini bisa membuat mood nya kembali, jadi aku tidak akan menjadi sasaran amukan dari nya.” ucap Regan membatin
Darrel di biarkan untuk bermain dengan beberapa penjaga rumah Yunita dan Regan, mereka benar benar tersiksa karena Darrel yang menyuruh mereka berperan menjadi hewan
Sedangkan ke empat orang itu kini tengah duduk di sofa seraya menikmati cemilan yang baru saja di antar oleh asisten rumah Yunita dan Regan
“Bagaiman kandungan mu?” tanya Sindy seraya mengusap pelan perut Yunita
Yunita tersenyum. “Baik baik saja.”
Sindy mengangguk lalu kembali bertanya. “Kapan akan cek kandungan?”
Yunita sedikit menghela nafas ketika mendengar pertanyaan Sindy, pasal nya akhir bulan ini adalah jadwal nya untuk memeriksa kandungan, namun entah mengapa ia tak ingin periksa kandungan dengan dokter sebelum nya.
“Akhir bulan ini seharusnya, tapi aku merasa ingin memeriksa nya dengan dokter lain saja.” ucap Yunita membuat Sindy mengerutkan kening
“Kenapa? apa kau punya masalah pribadi dengan dokter mu?” tanya Sindy
Yunita menggeleng, ia tak punya masalah apapun pada dokter nya itu namun ia benar benar tak ingin jika di periksa oleh dokter itu lagi
“Aku hanya merasa muak melihat wajah nya yang sudah tua,apa itu masuk akal?” tanya Yunita berbisik
Tentu saja hal itu membuat Sindy tertawa dengan keras, padahal ia mengira jika dokter nya itu menggoda Regan hingga membuat sahabat nya itu merasa tak suka dengan dokter itu namun ternyata alasan nya sungguh di luar dugaan
“Tentu saja itu bisa terjadi karena hormon mu yang berubah-ubah, kau tahu? aku dulu bahkan memecat semua asisten rumah tangga ku hanya karena mereka terlihat lebih cantik dari ku.” ucap Sindy di iringi tawa oleh kedua wanita itu
Yunita tak percaya jika orang hamil bisa menjadi sangat sensitif seperti itu, sedangkan kedua pria itu hanya bisa menatap aneh pada istri mereka yang mendadak tertawa, entah apa yang tengah mereka bicarakan namun kedua pria itu benar benar tak tertarik dengan cerita mereka
“Oh iya aku punya kenalan dokter, dia teman ku saat berada di luar negeri, jika kau mau aku bisa membuat janji pada nya untuk mu.”
__ADS_1
Yunita tampak berpikir, tak ada salah nya bertemu lebih dulu pikir nya, lalu ia pun menerima tawaran dari sahabat nya itu