MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 23


__ADS_3

Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading 😘


Mendengar penolakan dari kekasihnya tentu saja membuat hati Ryan sakit, Wanita yang begitu dia cintai yang selalu perhatian dan menurut pada nya kini menolak sebuah pelukan dari nya. “Kau kenapa sayang?” tanya Ryan yang masih tak sadar jika Sindy marah karena melihat nya bersama perempuan lain


“Kau masih bertanya kenapa?” entah kenapa mood Sindy tiba tiba semakin buruk melihat Ryan yang tak menyadari kesalahan nya. Ryan menatap perempuan yang dijodohkan dengan nya Sekilas lalu ia menyadari jika Sindy sedang cemburu pada nya


“Sayang,kau salah paham,aku dan dia tidak..”


“Kami akan segera menikah,jadi siapapun kamu tolong jangan menjadi perusak di hubungan kami.” tidak membentak,hanya saja penuh penekanan di setiap kata yang wanita itu keluarkan dari mulut nya


“Apa yang kau bicarakan?!” sanggah Ryan yang tak terima dengan ucapan Perempuan yang bernama Melly itu. “Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya Ryan!” memang mereka di jodohkan oleh kedua orang tua mereka namun Ryan tak pernah setuju,bahkan Ryan tak pernah menganggap keberadaan Melly setiap mereka bertemu


Seperti hari ini Ryan di paksa oleh papa nya agar menemui Melly karena merasa sungkan pada teman nya yang selalu mendapat keluhan dari Putri nya karena Ryan tak pernah bersikap manis pada Melly


“Tapi aku tidak pernah menerima perjodohan ini!” sentak Ryan,kini ia merasa benar benar muak dengan wanita yang selalu menempel padanya itu. “Apa kau bilang? lalu apa arti dari sentuhan yang selalu kau berikan padaku?” dengan wajah sedih ia mengatakan hal itu di depan Sindy


Tentu saja hal itu membuat Sindy semakin membenci Ryan. “Sentuhan apa maksud mu? kapan aku..”


“Stop!!”


Sindy yang sedari tadi diam mendengar pertengkaran kedua manusia itu pun kini sudah merasa muak. “Sayang dengarkan aku,dia..” lagi lagi ucapan Ryan tergantung kala Sindy mengangkat telapak tangan nya di depan wajah Ryan


“Kita putus!”

__ADS_1


“Deg!”


kata yang selama ini Ryan takuti kini keluar dari mulut Sindy,jujur saja kata itu adalah kata yang paling mengerikan bagi Ryan,bahkan selama ini mereka tak pernah mengeluarkan kata itu meskipun sering bertengkar,karena bagi mereka sekali mengatakan hal itu maka itu adalah keputusan mutlak


Setelah mengatakan kata mengerikan itu,Sindy pun melangkah meninggalkan tempat itu,rasanya sangat sesak mendengar setiap pernyataan yang keluar dari mulut wanita itu


Ryan mematung melihat punggung sang kekasih yang mulai menghilang di balik pintu,rasanya tak punya tenaga setelah mendengar ucapan putus dari Sindy,hilang sudah semangat di dalam hidup nya yang selama ini mewarnai kehidupan nya,Ryan menangis tanpa memperdulikan tatapan orang orang yang kini menatap nya dengan bingung


mungkin sebagian ada yang menganggap nya cengeng dan ada sebagian yang bisa melihat ketulusan cinta Ryan hingga dia menangis setelah di putus kan oleh kekasih nya,sedangkan Melly kini tersenyum puas,merasa bahwa kini dirinya berhasil mendapatkan Ryan


Namun dugaan nya salah,karena setelah hari itu Ryan benar benar menolak perjodohan itu bahkan di depan orang tua Melly,ia juga mengatakan bahwa Melly memfitnah nya hal itu dijadikan alasan Ryan agar bisa terbebas dari perjodohan konyol itu


Sedangkan Sindy kembali ke negara B setelah 3 hari berada di Negara nya,setelah memberi kekecewaan pada kedua orang tua nya dengan kabar kehamilan nya tanpa memberi tahu siapa ayah bayi nya karena memang selama ini ia dan Ryan berhubungan dengan diam diam, mengingat Sindy yang dikekang oleh sang papa untuk berhubungan dengan pria


Namun Sindy tetap kekeh mempertahankan kandungan nya tak peduli dengan tanggapan orang orang tentang dirinya yang hamil di luar nikah,lagi pula ia akan kembali ke negara B,disana tidak ada sanak saudara yang tahu tentang keadaan nya


Hari hari Sindy lalui dengan tangisan,benar benar masih merasa sakit mengingat kejadian di hotel itu,ia benar benar merasa di khianati setelah ia memberi semua nya pada Ryan


Meskipun membenci Ayah dari janin nya tapi ia tak merasa benci sedikit pun pada janin nya itu,ia bahkan mengharapkan kelahiran janin nya itu agar memiliki teman hidup nya,kalau pun nanti ia tak menikah karena mungkin saja tak ada yang mau menerima diri nya, setidak nya ia masih memiliki seorang anak


Hingga sampai ia melahirkan yang hanya di temani oleh kedua orang tua nya dan membesarkan putra nya sendirian, beruntung orang tua nya termasuk orang kaya jadi ia tak perlu khawatir tentang masalah keuangan


hingga putra nya itu kini berusia 3 tahun dan memiliki wajah yang tampan seperti ayah biologis nya,tak ada yang tau tentang kehadiran anak di kehidupan nya selain keluarga nya,karena selain itu adalah aib,ia juga tak ingin jika putra nya nanti jadi bahan ejekan oleh orang orang

__ADS_1


Flashback off


“Kau berbohong! dia pasti anak kita, karena hanya aku lah yang pernah meniduri mu!” Sindy menatap tajam ke arah Ryan,entah mengapa ia merasa sakit saat Ryan mengatakan kebenaran pada nya


“Aku tidak peduli kau percaya atau tidak,tapi yang jelas dia bukan anak mu! dan kau pikir aku hanya akan mendapat kepuasan dari mu? apa kau pikir tak ada pria lain yang menyukai tubuhku?”


mendengar itu Regan segera menghentikan mobilnya,jujur ia sangat marah mendengar ucapan Sindy meskipun ia tahu yang Sindy ucapkan itu adalah kebohongan karena nyata nya Ryan menempatkan seseorang untuk memantau kegiatan Sindy,hanya Saja Sindy tak pernah terlihat keluar dari rumah dengan seorang anak kecil


“Berani kau mengatakan itu lagi! akan ku buat kau mengandung benih ku!” melihat tatapan Ryan yang begitu tajam membuat nyali Sindy menciut,jujur saja Ryan tak pernah berkata kasar bahkan memberi nya tatapan tajam saja tak pernah meskipun ia tengah marah pada Sindy


Melihat Sindy yang menurut pada nya,Ryan kembali melajukan mobil nya menuju rumah sakit,begitu sampai di rumah sakit Sindy segera keluar dari mobil tanpa menunggu atau mengucap kan terima kasih pada Ryan yang bersedia memberi nya tumpangan


Segera ia menyusuri setiap ruangan hingga akhir nya ia masuk pada ruangan dimana putra nya di rawat.


“Darrel!! Are you okay?” tanya nya begitu melihat wajah putra nya yang masih tersenyum di saat terbaring di brankar


“I'm okay ma!” tak ada raut kesedihan atau kesakitan di wajah Darrel membuat Sindy merasa bangga memiliki putra kuat seperti Darrel


“Dia baik baik saja,hanya terkilir.” kini Papa Sindy menimpali agar Sindy tak merasa khawatir


“permisi!”


Terima kasih sudah membaca karya ku sampaii bab ini,Semoga readers suka🥰🙏

__ADS_1


Author minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya sesuai dengan penilaian readers,Terima kasih🥰🙏


__ADS_2