MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 99


__ADS_3

Regan segera menuntun istri nya untuk segera masuk ke dalam mobil, ia benar benar tak menyangka jika Yunita akan mengatakan hal yang memalukan itu di depan banyak orang, namun lagi lagi langkah mereka terhenti kala mendengar suara yang memanggil mereka.


“Regan, Yunita.”


Regan dan Yunita pun menoleh namun tidak dengan senyuman melainkan dengan wajah datar melihat yang memanggil mereka adalah Adhistia.


“Mau ngapain lagi sih?” gerutu Yunita kesal


Regan menatap Yunita sekilas lalu menatap Adhistia yang kini tengah berlari menghampiri mereka, Regan mengeratkan pelukan nya di pinggang Yunita agar wanita itu tak memikirkan hal yang tidak tidak tentang nya.


“Maaf mengganggu.” ucap Adhistia dengan nafas tersengal-sengal lantaran sempat berlari


Yunita hanya bisa memutar bola mata malas, entah apa yang wanita itu inginkan dari mereka yang jelas Yunita tidak akan bersikap baik lagi pada wanita spesies Adhistia dan Zabrina.


“Ada apa ya dok?” ucap Yunita lembut namun tidak dengan raut wajah nya yang menampilkan kekesalan pada dokter Adhistia


Adhistia diam sejenak lalu menatap Regan, jujur urusan nya hanya pada Regan namun ia merasa tak enak jika harus berbicara berdua saja dengan Regan tanpa izin dari Yunita


“Sebenar nya ada yang ingin saya sampaikan pada Regan, tapi..”


“Tidak, saya tidak izinkan, jika mau berbicara dengan suami saya bisa di hadapan saya langsung.” ucap Yunita tegas, pasalnya ia tak ingin lagi berbaik hati pada wanita yang jelas jelas terlihat menyukai suami nya itu


Adhistia diam, jujur saja ia sudah menduga akan mendapat kan jawaban seperti itu dari Yunita lantaran melihat jika Yunita tipe wanita yang sedikit bar-bar


Dokter Adhistia kemudian memilih untuk pergi saja, ia tak ingin jika nanti nya Yunita akan salah paham dengan ucapan nya yang akan meminta maaf pada Regan atas kesalahan nya di masa lalu.


Bisa saja Yunita mengira jika diri nya ingin kembali menarik perhatian Regan dengan meminta maaf pada Regan


“Baik lah, maaf sudah mengganggu waktu kalian, terima kasih.” ucap Dokter Adhistia kemudian pergi dari hadapan Regan dan Yunita


Yunita menatap punggung Adhistia dengan tajam, ia benar benar penasaran dengan apa yang ingin wanita itu bicarakan dengan suami nya, sedangkan Regan kini hanya menatap Adhistia dengan bingung.

__ADS_1


“Sudah, ayo pulang seperti nya akan turun hujan.” ucap Regan kemudian mengajak Yunita untuk segera masuk ke dalam mobil mereka


Benar saja tak lama kemudian hujan pun turun dengan deras nya, beruntung mereka sudah memasuki mobil mereka, Regan pun kini berkendara dengan kecepatan rendah mengingat jika jalanan kini licin


“Pelan pelan saja sayang, yang penting kita sampai di rumah dengan selamat.” ucap Yunita mengingat kan


Regan mengangguk, tanpa di ingat kan ia juga akan berkendara dengan lambat lantaran tak ingin terjadi sesuatu pada mereka


“Kalau mengantuk tidur saja, aku akan membangun kan mu nanti.” ucap Regan seraya mengelus rambut Yunita dengan lembut


Yunita mengangguk namun ia memiliki niat untuk tidak tidur dan menemani suami nya berkendara lantaran merasa takut jika nanti terjadi hal yang tidak tidak pada mereka


Entah mengapa di malam itu banyak sekali mobil dan kendaraan besar melintas di saat hujan deras seperti ini, mendadak perasaan Yunita menjadi tidak enak, entah mengapa ia merasa akan terjadi sesuatu yang buruk pada mereka


“Sayang? kau kenapa?” tanya Regan kala merasakan tangan Yunita yang sangat dingin


Yunita menggeleng kan kepala, ia tak ingin nanti Regan khawatir pada nya, dan Yunita pun mencoba untuk menyingkirkan pikiran buruk nya dari dalam kepala


“Kau yakin?” tanya Regan memastikan, entah mengapa ia merasa Yunita tengah memikirkan sesuatu hingga membuat nya terus saja melamun


“Baiklah aku akan sedikit lebih cepat agar kita bisa segera sampai di rumah.” ucap Regan, mungkin saja istri nya kini merasa tak enak badan, ia pun berinisiatif untuk menambah kecepatan mobil nya agar segera sampai ke rumah


“Sayang, bisa berhenti di mini market itu ya, aku sedikit lapar.” ucap nya menunjuk sebuah mini market yang terlihat sedikit jauh dari mereka saat ini


Regan mengangguk lalu menurunkan kecepatan mobil nya namun saat akan menginjak pedal rem, seketika jantung nya berdegup kencang kala menyadari jika rem mobil nya tak berfungsi


Namun ia berusaha untuk tetap tenang agar Yunita tak menyadari jika rem mobil mereka kini blonk, Yunita sedikit mengerutkan keningnya nya kala Regan yang bukan nya berhenti justru melewati mini market itu


“Kenapa di lewati?” tanya Yunita bingung


“Di tempat lain saja.” ucap Regan datar namun bibir nya terlihat bergetar kala berucap, tentu saja Yunita semakin bingung dengan hal itu, ia tak melihat ada mini market lain di sekitar sana, lalu kini market mana yang akan mereka singgahi?

__ADS_1


“Tapi sayang, tidak ada mini market lagi di sekitar sini.” ucap Yunita melihat sekitar kawasan itu dan memang tak ada mini market lagi di sana


Regan hanya diam sesekali menelan Saliva nya, kaki nya masih berusaha untuk menginjak pedal rem yang jelas sudah tidak berfungsi


Melihat ketegangan di wajah Regan, jelas saja Yunita merasa ada yang tidak beres dengan suami nya itu, belum lagi kini keringat Regan yang bercucuran padahal cuaca sedang hujan dan pendingin mobil itu juga masih berfungsi


“Regan ada apa? apa terjadi sesuatu?” tanya Yunita sedikit takut


Regan menggelengkan kepala masih berusaha menenangkan diri nya namun tetap tidak bisa lantaran kini pikiran nya benar benar sudah tak terkendali, bayangan bayangan buruk yang akan menimpa mereka kini terus saja terlintas di otak nya


“Sayang, kau percaya pada ku kan? aku sangat mencintai mu, kita akan baik baik saja.” ucap Regan tiba tiba


Yunita semakin kalut kala mendengar ucapan Regan yang terdengar sedikit menakutkan di telinga nya, ia benar benar tak mengerti dengan maksud ucapan Regan


“A-ada apa? ke-napa kau bicara seperti itu?” ucap Yunita terbata bata


Regan tak bermaksud untuk membuat Yunita khawatir namun ia juga tak bisa menyembunyikan hal itu lebih lama dari istri nya


“Dengarkan aku baik baik, berdo'a lah sebanyak banyak nya agar kita baik baik saja, kau mengerti?” ucap nya seraya menggenggam tangan Yunita lalu mengecup nya


Tanpa di sadari air mata nya jatuh, dan hal itu membuat Yunita semakin tak tenang, ia benar benar takut dengan ucapan Regan meskipun suami nya itu tak mengatakan apa penyebab diri nya kini menjadi tegang


“Rem mobil kita blonk.”


deg!


Yunita mematung, firasat buruk nya kini benar benar terjadi pantas saja ia merasa tak tenang sejak tadi, ia semakin menggenggam erat tangan Regan seraya mengucapkan semua do'a yang ia hafal


“Ya tuhan lindungilah aku, suami ku dan calon bayi kami.” ucap Yunita membatin


Tak lama cahaya terang dari arah depan kini menyilaukan mata kedua pasangan itu hingga membuat Regan tak fokus, seperti nya mobil di depan sedikit tergelincir lantaran jalanan yang memang Licin

__ADS_1


“Regan!!” pekik Yunita kala merasakan mobil mereka yang di hantam sesuatu yang keras


Brak!!


__ADS_2