MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
Bab 91


__ADS_3

Waktu kini berjalan dengan sangat cepat hari berganti dengan Minggu hingga bulan kini usia kandungan Yunita sudah menginjak bulan ke 6, semakin besar usia kehamilan nya maka semakin besar pula permintaan aneh yang ia inginkan hingga membuat suami nya itu menjadi sedikit kesulitan dalam memenuhi nya


Seperti hari ini Yunita mendadak ingin bermain salju namun tak ingin keluar dari rumah nya dan tak ingin naik pesawat tentu Regan semakin kebingungan saat ini


Jika ia mengatakan ingin ke luar negeri untuk bermain salju maka tanpa pikir panjang Regan akan segera memesan tiket untuk mereka pergi keluar negeri, namun permintaan istri nya itu sungguh benar benar aneh


“Ya tuhan apa yang harus aku lakukan?” gumam Regan seraya memijit pangkal hidung nya, ia kini duduk di luar kamar nya seraya mengetuk pintu berkali kali


Pasal nya Yunita kini mengurung diri di kamar lantaran Regan yang tak bisa mewujudkan keinginan nya yang satu itu, tentu saja semua tuduhan mini muncul di otak nya


“Pasti dia sudah tidak menyayangi ku karena aku sekarang gendut!” ucap nya seraya merobek tisu yang ada di dalam kamar nya, tak hanya tisu yang menjadi korban nya bahkan bantal dan seprai ranjang nya kini sudah tak berbentuk akibat mendapat amukan dari nya


Mata nya kini mulai sembab lantaran menangis cukup lama, Regan bahkan sampai cuti ke kantor karena kemarahan Yunita hari ini, ingin sekali ia mengeluh namun ia juga tau jika sikap istri nya kini terjadi karena bawaan dari bayi nya


Ia pun sekarang cukup dewasa untuk tidak menyalah kan bayi yang berada di dalam perut istri nya itu hanya karena merasa di repot kan oleh permintaan istri nya yang terkadang tidak masuk di akal sehat


“Sayang buka pintu nya dulu..” ucap Regan mengetuk pintu untuk kesekian kali nya, ia benar benar tak mempunyai ide sedikit pun agar bisa membuka pintu kamar nya itu


Yunita tentu dengan teriakan Regan hanya saja ia memilih untuk menjadi tuli saat ini lantaran tak ingin bertemu atau berbicara dengan suami nya itu


“Bisa bisa nya dia mengabaikan ku setelah aku gendutan, padahal aku gendut karena mengandung anak nya!” gerutu Yunita seraya menatap pintu yang kini terus saja mengeluarkan suara ketukan dari luar


Regan benar benar frustasi, jika bisa ingin sekali rasanya ia menendang pintu itu dengan sangat keras namun mengingat Yunita yang masih marah tentu ia tak akan melakukan hal itu karena sama saja ia membangunkan singa yang memang sudah bangun sejak tadi dan mencoba untuk memangsa nya


kringg!!


Di saat seperti ini Ponsel sialan nya itu juga tak henti henti nya berdering, bahkan ini sudah kesekian kali nya ia menolak panggilan yang berasal dari asisten nya itu

__ADS_1


Persetan dengan pekerjaan di kantor, bukan kah ia sudah menyerahkan semua nya pada asisten nya itu kenapa ia harus repot repot memikirkan pekerjaan di kantor jika ada yang lebih penting dari hal itu yaitu membujuk kemarahan sang istri


”Oh ya ampun sampai kapan aku harus duduk di sini?”


Ia kini benar benar terlihat seperti orang yang tidak bisa masuk ke dalam rumah lantaran kehilangan kunci, hingga tak lama asisten rumah nya tiba tiba datang menghampiri nya


“Tuan? kenapa duduk di luar? apa tuan butuh sesuatu?” Tanya asisten itu yang heran melihat majikan nya yang duduk di depan pintu kamar seperti orang yang tidak di izinkan untuk masuk


Regan menoleh sekilas lalu kembali menatap pintu yang sedari tadi masih saja tertutup. “gak di bukain pintu.” ucap nya datar


“Di kunciin dari dalam ya tuan?” tanya asisten itu memastikan


Regan mengangguk tanpa berniat untuk mengeluarkan suara nya sedikit pun lantaran sudah merasa kan kering di tenggorokan nya


“Kenapa tidak bilang tuan? saya kan megang kunci satu lagi.” ucap nya santai tanpa beban,tanpa dosa, tanpa rasa bersalah


Dan dengan santai asisten rumah nya itu mengatakan jika ia memiliki kunci cadangan kamar nya, jelas Regan kini benar benar frustasi bahkan ingin sekali rasanya meneriaki asisten rumah nya itu dengan keras jika tak mengingat usia asisten rumah nya itu yang jauh lebih tua dari nya


Regan pun hanya bisa tersenyum datar seraya mengadah tangan nya meminta kunci cadangan yang ada pada asisten nya itu


“Bisa bisa nya mbok gak bilang kalau megang kunci cadangan!” ucap nya menahan rasa sakit,kesal pada asisten rumah nya itu


Mbok Irna hanya terkekeh melihat wajah Regan yang begitu pasrah saat menerima kunci cadangan yang ia beri


“Tuan tidak tanya.” ucap nya santai lalu pamit untuk kembali ke dapur lantaran hari yang sudah mulai siang dan ia harus memasak untuk makan siang majikan nya nanti


Regan kembali mematung memang benar salah nya yang tidak bertanya atau meminta saran pada asisten nya itu tapi bukan kah ia bisa datang menghampiri majikan nya yang sudah terlihat sangat frustasi

__ADS_1


Regan pun kini berdiri setelah menerima kunci cadangan dari mbok Irna ia pun segera membuka pintu kamar nya menggunakan kunci tersebut


Seperti yang di duga, Yunita selalu mencabut kunci setelah mengunci kamar memudahkan Regan untuk segera masuk


Namun baru saja memasuki kamar itu ia sudah dikejutkan dengan Yunita yang kini terlihat sedang berdiri di sebuah kursi di samping lemari, jelas Regan segera berlari menangkap istri nya itu yang terlihat seperti akan melakukan aksi b*nuh diri


Beruntung Regan bisa menangkap istri nya itu lalu merebahkan nya di ranjang empuk milik mereka, ia pun menatap Yunita seraya mengukung tubuh wanita itu, namun bukan dengan tatapan sendu melainkan tatapan marah lantaran wanita itu berani melakukan sesuatu yang membuat Regan kehilangan akal nya


“Kau gila? apa kau tidak bisa berpikir jernih? hanya karena keinginan mu tidak terpenuhi kau ingin melakukan dosa? apa kau tidak memikirkan bagaimana aku hidup tanpa mu dan anak kita nanti?” cecar Regan yang merasa sangat marah dengan tindakan kekanakan istri nya


Sedang kan Yunita kini menatap Regan dengan tatapan bingung, apa yang suami nya itu katakan? kenapa ia mendadak marah pada seharus nya Yunita lah yang marah pada nya


“Kau itu ke...”


“Stop! kali ini kau benar benar keterlaluan Yunita! kau benar benar tidak memikirkan aku sebagai suami mu!”


Terlihat Regan benar benar merasa sangat marah melihat dari tatapan nya yang sangat tajam, bahkan kini nyali Yunita mendadak menciut melihat betapa tajam nya tatapan Regan yang belum pernah ia terima selama ini


“Tapi aku...”


“Kau tidak dengar aku bilang diam?” bentak Regan membuat Yunita menutup kedua mata nya merasa terkejut mendengar teriakan Regan yang begitu memekakkan telinga


Dan dia bilang untuk diam? bagaimana mungkin Yunita bisa diam jika diri nya kini di tuduh melakukan hal yang tidak tidak padahal ia hanya ingin mengambil sebuah kotak yang berada di atas lemari yang sedari tadi menarik perhatian nya


“Oh astaga!! aku hanya ingin mengambil kotak itu Regan!”


Jangan lupa untuk like, komen dan vote terima kasih 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2