
Budayakan like setelah baca ya, Happy reading 😘
“persetan dengan misi ku!”
tak ingin menyia-nyiakan istri yang kini sudah siap untuk menyerahkan diri Regan pun menarik tubuh Yunita hingga wanita itu terbentur di dada bidang milik nya, sebenarnya ia juga tidak tahu Yunita sudah siap atau tidak,hanya saja melihat dari tingkah nya yang sedari tadi mencoba menggoda nya membuat Pria itu mengambil kesimpulan sepihak
“kenapa dari tadi menggoda ku?” masih sempat ia bertanya di saat Yunita kini merasa gemetar lantaran Regan semakin mengikis jarak di antara mereka
Yunita memang menggoda suami nya itu tapi mendadak kini nyali nya menciut kala Regan menyusuri setiap inci tubuh nya yang masih terbalut pakaian haram itu
hal yang pertama Regan lakukan adalah menautkan kedua bibir mereka,semakin lama tautan itu semakin menuntut satu tangan nya bergerak liar menyentuh kaki Yunita yang kini terekspos sempurna
Ciuman itu kini turun ke leher nya dimana aroma sabun yang harum masih menempel di tubuh Yunita,Regan menghirup aroma itu dalam dalam sambil menutup kedua mata nya
Yunita hanya membeku tak berani sembarangan bergerak lantaran ia juga tak tahu harus berbuat apa mengingat ini adalah kalo pertama nya
Tangan Regan melepas pelan baju haram itu dari tubuh Yunita membuat Yunita semakin bergetar hebat,tiba tiba tangan nya menahan gerakan tangan Regan membuat Regan menghentikan gerakan nya dengan wajah kecewa
ia mengira jika Yunita masih takut melakukan hal itu dan ia tak ingin memaksa,Regan pun bangkit ingin menuntaskan hasrat yang sedari tadi membara dengan bermain solo di kamar mandi
namun langkah nya terhenti kala Yunita menarik tangan nya. “Mau kemana? kita bahkan belum mulai!” terlihat raut kekesalan di wajah wanita itu
bagaimana tidak? ia bahkan membuang rasa malu nya dan memakai tak berbahan itu demi menyenangkan sang suami namun tiba tiba suami nya itu berhenti begitu saja tanpa ada nya penyatuan? bukan kah itu tidak adil?
“Bukan kah kau belum siap?” ucap Regan masih kesal mengingat Yunita yang menghentikan gerakan tangannya
“belum siap apanya? kau tidak lihat aku sudah memakai baju sialan ini?” ucap nya sedikit merobek pakaian tipis itu
“Lalu kenapa menahan tangan ku tadi?”
“Kau sangat lambat! aku sudah tidak sabar!” jawaban yang benar benar tak terduga dari Yunita,Regan kini menarik sudut bibir nya lalu kembali meraup bibir yang begitu candu bagi nya
__ADS_1
“Shit! susah sekali!” protes Regan ketika ia belum berhasil menerobos gawang pertahanan milik Yunita,bukan kah seharusnya ia senang ternyata istri nya menjaga mahkota untuk suami nya? lalu kenapa ia malah protes?
seiring dengan Suara rintihan kesakitan Yunita,Regan akhir nya berhasil membobol gawang pertahanan milik Yunita,ia merasa bangga pada adik kecil nya itu meskipun sedikit sulit namun akhir nya ia bisa masuk ke dalam sarang nya
“Sa-kit sialan!!” pekik Yunita menarik rambut Regan,ia benar benar tak mengira jika rasa nya sesakit itu
“sakit nya tidak akan lama!” ucap Regan seiring dengan hentakan nya di atas tubuh Yunita
“tau dari mana? kau sudah pernah mencoba?”
“Diam lah! jangan ganggu konsentrasi ku nanti akan gagal!”
dalam keadaan itu pun mereka masih sempat berdebat dan apa yang Regan katakan? apa dia pikir tengah melakukan operasi?
tubuh Yunita melengkung bersamaan dengan pelepasan nya dan Regan,satu kali saja Yunita sudah di buat kelelahan namun kini Regan kembali naik ke atas tubuh nya dan melakukan beberapa ronde lagi
“Terima kasih.” ucap Regan berbisik di telinga Yunita dengan suara parau, Yunita tak menanggapi ucapan Regan lantaran merasa sangat lelah,seluruh tubuh nya kini terasa remuk
Yunita pun tertidur dengan posisi membelakangi Regan,dan Regan tidur dengan posisi memeluk tubuh Yunita
hingga ketukan pintu yang sangat keras pun terdengar membangunkan kedua pengantin baru itu,Regan yang merasa terganggu pun terbangun,mata nya menatap Yunita yang masih tertidur pulas tanpa gangguan sedikit pun
Bisa bisa nya ia tidak merasa terganggu padahal ketukan pintu itu begitu keras,ia pun teringat dengan pengakuan Yunita yang mengatakan bahwa ia sangat susah untuk bangun,Regan pun membenarkan hal itu,nyata nya istri nya itu memang sulit untuk bangun
Regan menyambar handuk sebelum akhirnya ia membuka pintu
Ceklek!
pintu di buka menampilkan asisten rumah tangga yang kini ketakutan setelah melihat Regan dengan wajah datar membuka pintu kamar tersebut
“Ma-maaf tuan,Tuan besar dan Nyonya besar sudah menunggu di meja makan.” ucap pembantu itu dengan gugup,ia benar benar takut dengan Regan lantaran pria itu tak pernah tersenyum sedikit pun
__ADS_1
“Mungkin kami akan lama,katakan pada Ayah dan Bunda untuk sarapan terlebih dahulu.” bukan ia menolak hanya saja seperti nya mereka memang akan lama mengingat waktu tidur mereka yang masih singkat itu
“Sarapan? tapi ini sudah waktu nya makan siang tuan.” ucap Pembantu itu sedikit melipat bibir nya, mungkin ia tak bisa menahan tawa melihat Regan yang mengira jika ini masih pagi, nyata nya hari sudah menunjukkan pukul 12 kurang,bahkan mereka sudah melewatkan jam sarapan
“Siang?” ucap Regan melirik jam di dinding,benar saja waktu sudah menunjukkan hampir pukul 12 siang,Regan melongo seumur hidup ia belum pernah bangun sesiang ini
“ka-katakan saja seperti yang tadi.” sudah terlanjur malu Regan pun cepat cepat menutup pintu,malu sekali rasa nya bangun sesiang ini dengan wajah kelelahan
“Siapa?” tanya Yunita dengan suara serak khas baru bangun tidur,sejujur nya ia dengar suara pintu yang di ketuk dengan keras,hanya saja mata nya enggan untuk terbuka
“Anii.” ucap Regan singkat
“Pagi pagi sudah ke kamar,kenapa?” tak hanya Regan,bahkan Yunita pun mengira jika hari masih pagi,wajar saja jika mereka tidak sadar lantaran memang mereka tidur begitu larut setelah pergulatan tersebut
“sudah jam 12 siang.” ucap Regan mendekati Yunita,ia menepikan rambut Yunita yang menghalangi wajah cantik nya
“apa? jam 12?” ucap Yunita menyipitkan mata nya menatap Jam dinding,Yunita termenung ini adalah rekor terlama ia bangun
Yunita mencoba bangun menuju ke kamar mandi,sayang gerakan nya terhenti lantaran merasa perih di bagian inti tubuh nya
“Aww!!” rintih nya memegangi tubuh bagian bawah nya,Regan yang mendengar hal itu tentu saja khawatir dengan keadaan sang istri
“kenapa? apa sakit? sini aku periksa.” ucap nya sedikit membungkuk untuk melihat bagian bawah milik istrinya,namun Yunita justru menutup tubuh nya lantaran merasa malu saat Regan mencoba untuk melihat tubuh nya
“Ti-tidak perlu.” ucap nya gugup,tentu saja ia masih merasa malu apalagi dengan santai nya Regan mengatakan ingin memeriksa bagian itu
“Cepatlah,aku takut jika itu mu robek!”
“Robek?!!!”
Terimakasih sudah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka, dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku🥰
__ADS_1
Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰
Author juga minta tolong kasi rate nya sesuai penilaian readers,terima kasih 🥰🙏