
Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran,terima kasih🥰🙏
Tidak bisa dipungkiri,memang itulah alasan Erik selalu bersikap kasar pada Bella bukan karena tidak menyayangi Bella sebagai anaknya namun ia menganggap Bella ada seorang anak laki laki yang akan memimpin perusahaan nya kelak namun sikap yang Bella tunjukkan selama ini sangat berbeda dengan keinginan Erik
Bella sangat feminim dan juga ia memilih akan menjadi seorang dokter sama seperti Regan hal itu membuat Erik semakin murka pada Bella,begitu pula dengan Bella yang sudah tidak tahan dengan aturan aturan papanya yang tidak masuk di akal,jangan kan mengatur keseharian Bella,bahkan pakaian Bella pun di atur,Bella di paksa untuk memakai pakaian layaknya seorang perempuan tomboy yang sangat berbanding terbalik dengan style Bella
Hingga akhirnya ia memilih untuk tinggal di kediaman Adiwijaya sekaligus ingin mendekati Regan, pria yang selama ini memberi nya kasih sayang,namun mendengar Yunita kembali membuat Bella takut akan kehilangan Regan dari satu satu nya pria yang memberinya kasih sayang meskipun sebagai seorang adik
Erik menatap Bella dengan raut wajah penuh penyesalan,menyesal karena selama ini mengabaikan seorang putri yang cantik dan juga pintar hanya karena obsesi nya tidak tercapai, Erik pun memeluk tubuh Bella, pelukan yang tidak pernah Bella dapatkan dari sang papa membuat nya menangis didalam dekapan sang papa
“Maafkan papa Bella.” ucap Erik menangkup kedua tangannya di pipi Bella. Bella pun mengangguk memaafkan kesalahan sang papa, meskipun terlambat setidaknya ia masih mau minta maafkan? Entah kenapa setelah mendapat rasa sayang dari sang papa membuat Bella tak menginginkan hal apapun lagi termasuk obsesinya pada Regan
Semua orang termasuk keluarga Yunita pun menangis melihat hal itu, ketidaktahuan mereka tentang kehidupan Bella pun membuat mereka tidak menyangka dengan apa yang di lalui oleh gadis cantik itu. “Kak Yunita maaf kan aku karena telah melukai mu.” ucap Bella setelah lepas dari pelukan sang papa, Yunita pun mengangguk lalu tiba tiba pandangan nya buram hingga ia tak sadarkan diri.
“Yunita!”
Yunita tersadar dan mengerjapkan matanya berkali kali karena penglihatan nya sedikit buram,setelah di rasa jelas ia memindai sekeliling. “Dimana ini?” tanya nya ketika melihat ia berada di sebuah ruangan yang ia yakini sebuah kamar yang dominan berwarna hitam seperti kamar seorang laki laki. “Eughh!!” lenguh nya ketika merasakan kepalanya yang berdenyut denyut
__ADS_1
“pusing sekali.” ucap nya lirih namun yang ia pegang ada perutnya,aneh sekali yang sakit kepala tapi yang dipegang perut. “kau sudah bangun?” ucap seseorang yang baru saja masuk,siapa lagi kalau bukan Regan. “Kau kenapa kau disini?” tanya Yunita dengan segera menaikkan selimut menutup tubuhnya yang tidak polos sama sekali
“Hei! Berterimakasih lah karena aku membiarkan mu beristirahat di kamar ku!” ucap Regan meletakkan nampan yang berisi makanan,ia tahu bahwa Yunita belum makan setelah tadi siang
“Kamar mu? Ini kamar mu?” tanya Yunita kembali menatap ke sekeliling,tak ada foto apapun disini yang bisa membuat Yunita mengenali siapa pemilik kamar itu. Namun tiba tiba pandangan nya tertuju pada satu bingkai foto yang membuat Yunita menajamkan penglihatan nya
“Tunggu,bukan kah itu fotoku?” ucap Yunita membatin,tak puas jika hanya melihat dari kejauhan,Yunita pun beranjak dari ranjang mendekati foto yang terletak pada meja yang jaraknya cukup jauh dari tempatnya kini berada
Yunita meraih Bingkai foto itu,tidak salah lagi itu adalah fotonya tapi kapan foto itu di ambil,dan siapa yang mengambil foto itu? Regan? Perasaan bingung pun kini terlihat dari raut wajah Yunita membuat Regan segera menghampiri nya. “Itu fotomu!” mendengar itu Yunita pun menoleh tak percaya dengan ucapan Regan
“Kau yang memotret nya?”
“pencuri katamu?” ucap Regan mendorong tubuh Yunita hingga mentok di tembok. “Aaww!!” rintih nya memegang lengannya yang terluka. “kenapa? Apa sakit? Maaf kan aku,aku tidak mengingat luka mu.” niat hati ingin menggoda Yunita namun malah membuat Yunita kesakitan. “Tapi bohong!” ucap Yunita mendorong tubuh Regan dan berlari menjauhi Regan
“Kau!” pekik Regan yang merasa tertipu,ia pun mengejar Yunita hingga terjadilah aksi kejar kejaran di kamarnya yang lumayan luas itu,hingga kaki Yunita tersandung membuatnya terjatuh di atas tempat tidur begitupula dengan Regan yang terjatuh menindih tubuh Yunita hingga terjadi lah tatap tatapan beberapa saat
Pandangan Regan pun tertuju pada bibir merah Yunita yang menggodanya sedari tadi,Regan pun mengikis jarak hingga membuat Yunita menutup kedua kelopak matanya dan
__ADS_1
Ceklek!
“Apa yang kalian lakukan?!” Yunita dan Regan pun menoleh ke sumber suara terlihat Yoonia kini tengah berdiri di ambang pintu dengan mengelus perutnya yang sudah membulat itu,Niat hati ingin melihat keadaan adiknya ia malah di suguhkan dengan pemandangan yang sedikit tidak mengenakkan mengingat kedua manusia itu belum sah
“Kakak!” pekik Yunita lalu secara bersamaan seluruh keluarga datang menyusul ketika mendengar suara teriakan Yoonia. “Ada apa sayang?” tanya Agus langsung menatap perut Yoonia,jujur saja ia takut jika terjadi sesuatu pada Yoonia dan kandungan nya
“Kalian sedang apa?” pekik Brasmsyanto yang melihat keadaan Yunita dan Regan yang sialnya belum belum beranjak dari posisi tidak mengenakkan di pandang itu. “Yunita segera mendorong tubuh Regan hingga pria itu terjungkal ke lantai. “Argh!” ringis nya memegang ****** nya yang mendarat sempurna di lantai
“Tidak ayah,ini tidak seperti yang ayah pikirkan!” ucap Yunita yang tak ingin ayahnya merasa marah atau kecewa namun terlambat karena kini ayah nya menghampiri mereka dengan raut wajah yang sangat menakutkan. “A-ayah ka-mi hanya tidak sengaja terjatuh dan...”
“bohong ayah! Tadi Nia melihat mereka ber******!” ucap Yoonia memotong ucapan Yunita
“What?!!” pekik Regan dan Yunita bersamaan yang terkejut dengan kesaksian palsu Yoonia,memang benar mereka hampir ber ******* namun tak sempat karena kehadiran Yoonia dan Yoonia pun melihat itu namun justru ucapan nya kini tak searah dengan penglihatan nya
“Kak apa yang kau...”
“Nikah kan saja mereka Yah..!!”kembali Yoonia memotong ucapan Adik nya itu, entah apa tujuan Yoonia dengan mengusulkan agar menikahkan Yunita dan Regan, entah memang itu ke jahilan nya atau ke jahilan bayi yang sedang ia kandung,yang jelas kini Seluruh keluarga terlihat setuju dengan usulan yang diberikan oleh Yoonia namun tidak pada Yunita
__ADS_1
“What Nikah?!”
Author minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya,terima kasih 🥰🙏