
Budayakan like setelah baca ya, happy reading 😘
Yunita terbangun kala merasakan benda kenyal yang menempel di permukaan wajah nya berkali kali,ia terganggu kala merasakan geli di wajah nya
“eungh.” lenguh nya meregangkan otot otot nya yang terasa kaku,perlahan ia membuka mata kala merasakan terik nya sinar matahari yang menembus gorden putih kamar nya
Hal pertama yang ia lihat ketika membuka mata adalah wajah tampan sang suami yang kini tersenyum manis pada nya,merasa sedikit aneh lantaran senyum nya terlihat begitu lebar
“Apa aku tidur ngorok? atau air liur ku keluar?” ucap nya membatin,tangan nya kini mengusap usap wajah di area bibir nya mencoba merasakan sesuatu basah yang kemungkinan berada di sana
“Kenapa?” Tanya nya ketika ia tak merasakan hal aneh pada wajah nya,Regan hanya menggeleng tanpa melepaskan lengkungan di bibir nya
“katakan jangan membuat ku penasaran.” kesal nya lantaran melihat senyuman di bibir Regan yang kian mengembang,ia merasa jika kini Regan tengah mengejek nya akan hal sesuatu
“Kemarin kau menonton film dewasa kan?”
glek!
malu? tentu saja! meskipun sudah berstatus sebagai suami istri ia tetap malu kala Regan mengetahui kenakalan nya,tapi bagaimana bisa? di kamar nya bahkan tidak ada CCTV,pikir Yunita
“Aku mengecek ponsel mu.”
Seperti tahu kini Yunita tengah menanyakan hal itu,Regan berucap seraya menepikan rambut yang kini menghalangi wajah cantik Yunita
ia baru sadar jika kemarin malam ia lah yang menggoda Regan lantaran menonton film dewasa sebelum nya,kini kesadaran nya telah kembali sepenuh nya,jujur ia malu dengan apa yang ia lakukan
“Malu sendiri kan?” kedua bibir nya kini mengatup menahan malu yang ia sebabkan oleh diri nya sendiri
“Tidak apa,aku menyukai nya.” benar benar tak mengerti jika kini istri nya tengah menahan malu,Regan dengan santai mengatakan hal demikian entah karena memang tidak peka atau hanya ingin menambah rasa malu Yunita
“A-aku mau mandi.” ucap nya segera bangun dari tidur nya,namun secepat itu pula tangan nya di cekal hingga ia kembali terjatuh di atas tubuh Regan
“masih sakit?” Yunita yang polos hanya menggeleng lantaran ia mengira jika Regan memang bertanya karena khawatir,sengaja ia menggeleng takut jika nanti Regan kembali mengoleskan salep di bagian itu dan itu sangat memalukan bagi nya
__ADS_1
“Ayo coba gaya lain?” jawaban tak terduga dari Regan,Yunita salah mengira suami nya itu khawatir karena nyata nya ia malah berbanding terbalik dengan yang ia pikirkan
hingga adegan panas itu kembali terjadi di pagi yang dingin,tak hanya itu Yunita juga merasa kesal lantaran Regan juga melakukan nya saat di kamar mandi,ia sedikit curiga ketika Regan menolak untuk mandi duluan,namun ketika Yunita hendak masuk ke kamar mandi dengan cepat Regan masuk sebelum Yunita menutup pintu
dengan Alasan menghemat waktu ia akhir nya berhasil mencoba gaya yang belum ia coba dua malam ini
Yunita keluar dari kamar mandi dengan raut wajah kesal lantaran tubuh nya yang masih terasa remuk namun Regan kembali menggagahi nya bahkan di kamar mandi
Sedangkan Regan kini hanya terkekeh melihat raut kesal di wajah cantik istri nya,semenjak menikah ia suka sekali melihat raut yang menggemaskan di mata nya,Namun hari ini ia tak berniat menjahili istri nya lebih lama lantaran memang harus ada yang ia kerjakan
Regan duduk di sofa setelah mengenakan pakaian kasual nya dengan laptop di pangkuan,Yunita yang sudah 2 hari ini melihat suami nya itu selalu berhadapan dengan laptop pun merasa penasaran,bukan kah ia belum masuk kerja? tapi kenapa ia terlihat begitu sibuk? pikir nya
Yunita duduk di meja rias sambil mengeringkan rambut nya dengan hairdryer,sesekali mata nya melirik ke layar laptop yang kini bermanja manja di pangkuan suami nya
“Sebenarnya dia sedang apa?” kesal juga lantaran sejak tadi ia mencoba melirik laptop tersebut namun tubuh Regan selalu menghalangi seolah olah tahu jika ia tengah mengintip
“Bisa minggir gak!”
Regan tersentak ketika mendengar bentakan Yunita,sedikit heran dengan istri nya yang tiba tiba membentak nya padahal ia hanya diam saja
“Kamu tuh ngehalangin pandangan ku!”
Regan melirik sekitar,memang nya apa yang sedang ia lihat hingga Regan menghalangi pandangan nya?
“Ngeliat apa?”
jelas ia bertanya lantaran merasa tak ada apapun yang menarik yang pantas di pandang hingga Yunita merasa kesal pada nya
“Ah sudah lah!”
Dengan menghentakkan kaki nya ke lantai tanda ia merasa kesal,Yunita pun melangkah keluar dari kamar,kesal lantaran Regan selalu saja sibuk dengan laptop nya yang Yunita sendiri tidak tahu apa yang tengah ia kerjakan
“Dia kenapa?” tanya Regan dengan bingung menatap istri nya yang kini meninggalkan nya di kamar begitu saja
__ADS_1
Tak ingin ambil pusing,Regan kembali fokus pada laptop nya
“Sempurna! ini rumah impian ku!” ucap nya tersenyum tipis menatap desain rumah mewah yang kini berada di layar laptop nya
Ya sudah jauh jauh hari ia mengerjakan desain rumah impian yang akan ia tinggali bersama sang istri dan anak anak mereka nanti nya
Jika Yunita mengetahui hal itu maka Yunita akan merasa bersalah lantaran sebelum nya ia sempat berpikir jika suami nya itu memiliki perempuan lain lantaran selalu fokus pada laptop dan ponsel nya beberapa hari ini
”Makan!”
Lagi lagi Regan terkejut ketika tiba tiba Yunita datang dan menyuruh nya untuk makan siang,jika lama lama ia berada di rumah ini maka dapat di pastikan jantung nya memang akan sakit sakitan nanti
Masih dengan wajah ketus Yunita melayani Regan di meja makan,dan hal itu tak lepas dari pandangan kedua orang tua nya,bingung kenapa Putri nya bersikap ketus padahal pagi ini mereka juga melewatkan sarapan
“Sayang tolong ambil...”
“Ambik sendiri!” belum juga Regan mengutarakan permintaan nya,ia sudah di sambut dengan penolakan Yunita
“Husss! ga boleh gitu sama suami!” tegur Bunda Mira sejak tadi sudah gatal ingin menegur Putri nya
Yunita melirik tajam pada Regan lantaran pria itu sempat sempat nya terkekeh ketika diri nya di marahi oleh sang Bunda
“Monyet emang!” umpat Yunita yang tentu saja hanya bisa ia ucap kan di dalam hati mengingat jika baru saja ia di tegur oleh Bunda nya
“Kenapa aku seperti mendengar suara umpatan?” bisik Regan pada Yunita tentu saja hal itu semakin memancing kekesalan di hati wanita itu
“dasar tukang selingkuh!”
“Siapa yang selingkuh?”
Terima kasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku🥰
Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏
__ADS_1
Author juga minta tolong kasi rate nya sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏