MY COLD DOCTOR

MY COLD DOCTOR
BAB 51


__ADS_3

Budayakan like setelah baca ya, Happy reading 😘


Menyesal,itu lah yang saat ini Regan rasakan, bagaimana tidak? perihal ia membenarkan ucapan kakak ipar dan sahabat istri nya itu Yunita benar benar takut akan hal itu,bahkan di sentuh sedikit saja Yunita sudah menjerit ketakutan


Regan di buat pusing dengan tingkah Yunita,apa se takut itu ia hingga di sentuh sedikit saja sudah menjerit bahkan sampai mengeluarkan air mata?


seperti malam ini Regan berusaha membujuk Yunita dengan mengatakan yang ia katakan adalah bohong,namun terlambat Yunita sudah tidak percaya dengan ucapan nya,menurut nya Regan hanya berusaha untuk membuat nya tenang agar ia bisa meminta hak nya sebagai seorang suami


“Jangan bohong Regan! jika hanya kau yang mengatakan itu aku mungkin tidak akan percaya,tapi kakak dan Sindy juga mengatakan hal serupa!” kilah Yunita yang kini bersembunyi di balik selimut tebal nya


Jika malam pertama pengantin wanita akan mengenakan pakaian tipis untuk menyegarkan mata suami,maka berbeda dengan Yunita ia malah mengenakan pakaian tebal hingga berlapis lapis,persetan dengan rasa panas yang penting malam ini Regan tidak berusaha untuk mendapatkan hak nya


“Mau sampai kapan kau begitu? apa tidak panas?” protes Regan melihat banyak nya lapisan pakaian yang Yunita kenakan,ia yang hanya melihat saja sudah merasa gerah apalagi Yunita yang memakai nya


“terserah! yang penting malam ini aku aman!”


ucapan Yunita sukses membuat Regan berteriak frustasi,saat makan malam ia dengan sengaja menghabiskan makanan nya dengan cepat agar bisa melakukan olahraga malam dengan istri nya, namun yang ia dapat malah sebalik nya


“Aku tadi siang hanya berbohong Yunita!”


sudah kesekian kali nya ia menjelaskan hal itu pada Yunita namun Yunita masih tetap pada pendirian nya


“baik lah anggap saja kau memang berbohong,lalu bagaimana dengan kak Yoonia dan Sindy?”


menyesal rasanya karena sebelum nya Regan memuji kecerdikan sang istri,karena kini ia merasa terpojokkan oleh jawaban dari Yunita


“terserah kau saja!” ucap Regan lalu memilih untuk keluar dari kamar,entah kemana ia pergi Yunita pun tidak tahu dan tidak berniat untuk menyusulnya,nanti juga balik lagi! pikir Yunita


Jam menunjukkan pukul 10 malam namun Regan juga belum menampakkan diri, perasaan yang tadi nya tenang kini berubah menjadi panik dan khawatir lantaran Regan belum juga kembali


“Apa dia benar benar marah?”


Yunita pun meraih ponsel nya yang berada di atas nakas lalu mencoba menghubungi nomor Regan, tersambung namun suara deringan nya terdengar sangat jelas di telinga Yunita,ia menoleh ke arah sofa,ia melihat jika ponsel Regan terletak di sana

__ADS_1


“Dia tidak membawa ponsel nya?”


perasaan khawatir kini semakin marak di hati nya,ia pun memilih keluar kamar mencari keberadaan sang suami,tak lupa ia membuka pakaian nya yang berlapis lapis itu lalu mengganti nya dengan piyama biru muda


“Apa aku terlalu keterlaluan?” gumam nya sambil melihat ke kiri dan kanan berharap jika ia menemukan pria yang baru beberapa jam ini berstatus sebagai suami nya


tak lama Yunita mendengar suara tawa yang berada di luar rumah nya,dengan mengendap endap ia mengintip dari jendela


“hufff aku begitu mengkhawatirkan nya tapi ternyata dia sedang tertawa di sini?” ucap nya mendengus kesal


“lagi ngapain?”


satu tepukan mendarat di punggung Yunita,ia menoleh ketika mendengar suara sang kakak yang kini berada di belakang nya


“eh kakak!” ucap nya tersenyum kaku,jujur ia merasa malu karena ketahuan sedang mengintip sang suami yang tengah berada di luar


“kakak tanya lagi ngapain? mau ngode Regan supaya segera ke kamar?” tebak Yoonia menaikkan kedua alis nya,sebagai orang yang berpengalaman,ia jelas tahu jika pengantin baru ini tengah mencari keberadaan sang suami


“A-apa? tentu saja tidak! aku hanya ingin mencari udara segar saja!” ucap nya mengayun kan kedua tangan nya kedepan dan ke belakang


Tanpa memperdulikan Yunita,Yoonia pun keluar menghampiri suami dan adik ipar nya


“Kenapa keluar sayang? cuaca nya dingin gak baik buat kamu.” ucap Agus memeluk pundak sang istri agar tidak merasa kedinginan


“kamu itu ga peka apa ya? gak liat adik ipar kamu udah nunggu suami nya? malah di ajak ngobrol di sini!” ucap Yoonia yang langsung menyemprot Agus dengan ocehan


Agus mengerutkan kening lalu tatapan nya menuju ke arah jendela,benar saja di sana terlihat Yunita yang tengah mengintip mereka,Agus terkekeh melihat kelakuan adik ipar nya,ia merasa tidak enak lantaran mencuri suami adik ipar nya itu


“haha baik lah ayo kita ke kamar saja,pasti Dede bayi nya minta di jenguk?” ucap nya santai di hadapan Regan


“Iya seperti nya Dede bayi rindu sama Daddy nya,ayo sayang.” ucap Yoonia menanggapi Agus


sedangkan Regan kini menggeleng kepala melihat kelakuan kedua pasangan itu,benar benar tidak tahu malu memang,pikir Regan

__ADS_1


Setelah kepergian Yoonia dan Agus,Regan pun bergegas masuk ke dalam Lantaran cuaca nya memang sangat dingin dan berangin mungkin akan segera hujan


baru masuk ia sudah mendapati wajah cantik Yunita yang kini menatap nya dengan rasa bersalah,ia menggigit bibir bawah nya saat Regan menatap nya dengan dingin


“apa pendingin di kamar mu mati?” ucap Regan yang sengaja mengejek Yunita lantaran melihat wanita itu sudah mengganti pakaian nya dengan piyama


Yunita hanya menggeleng,lalu ia mengikuti langkah Regan yang berlalu melewati nya


“apa kau masih marah?”


entah memang kecerdikan yang baru saja ia dapat kini telah lenyap atau memang ia sudah tidak bisa berpikir harus bertanya apa pada Regan,yang jelas pertanyaan nya itu sangat unfaedah bagi Regan,ia masih bertanya padahal sudah tau jawaban nya


“Tidak? kenapa aku harus marah?” ucap Regan berbohong,ia hanya ingin menunjukkan bahwa ia saat ini baik baik saja


“Maaf,tapi aku benar benar..”


brak!!


Regan menutup pintu kamar dengan kasar setelah ia dan Yunita masuk ke dalam kamar,Regan mendekati Yunita hingga wanita itu terpojok di tembok,rasa bersalah membuat ia pasrah saja dengan apa yang akan Regan perbuat pada nya,ia menutup wajah nya saat merasakan nafas Regan


ia membuka kembali mata nya ketika tidak merasakan apapun yang terjadi,mata nya terbelalak kala melihat Regan yang sudah berada di ranjang bahkan tubuh nya sudah tertutup selimut dan bersiap untuk tidur


melihat itu entah kenapa ada rasa sakit di hati Yunita,bukan kah seharusnya ia merasa bahagia lantaran Regan tidak akan melakukan itu di malam ini sesuai dengan yang ia inginkan?


“Regan.. akuu..”


“Tidur lah,aku tidak akan menyentuh mu!”


deg!


...Terima kasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku🥰...


...Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏...

__ADS_1


...Author juga minta tolong kasi rate nya sesuai penilaian readers,terima kasih 🥰🙏...


__ADS_2