
Budayakan like setelah baca ya, Happy reading 😘
Petang menjelang malam mereka pun pulang ke kediaman masing masing,setelah mengantar Regan dan Yunita pulang,Ryan dan Sindy beserta Darrel pun pulang ke kediaman Adiwijaya
Sesampai nya di rumah Regan langsung merebahkan diri nya yang terasa begitu lelah,tak butuh waktu lama untuk nya masuk ke dalam alam bawah sadar
Sedangkan Yunita memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu lantaran tak tahan dengan tubuh nya yang sudah terasa lengket,Jika biasa nya ia berada di kamar mandi bisa 20 menit maka sekarang baru 10 menit ia sudah buru buru keluar dari kamar mandi lantaran mendengar suara ponsel yang sedari tadi berdering
Hanya menggunakan handuk yang melilit se paha nya,ia segera mengecek ponsel Regan yang sejak tadi sudah mengusik nya di dalam kamar mandi
Heran juga pada suami nya itu yang tidak terganggu sama sekali padahal ia yang berada di kamar mandi saja sampai harus menyelesaikan mandi nya lantaran tak tahan dengan deringan ponsel sialan itu
Yunita pun ragu untuk mengangkat lantaran tidak tertera nama si penelepon karena nomor nya tidak tersimpan di kontak Regan, bagaimana jika penting? Tapi bagaimana hanya orang iseng saja? pikir nya
Tak ingin ambil resiko nanti nya,ia pun memilih untuk membangunkan suami nya itu,tak tega sebenarnya tapi ia juga takut jika ada hal yang penting
“Regan, bangun sebentar.” ucap nya berusaha menggoyang tubuh suami nya itu, namun Regan masih enggan untuk membuka mata nya
“Bangun dulu sebentar!” tak hanya menggoyang kan tubuh suami nya,Yunita bahkan sudah menarik narik telinga dan menguyel uyel wajah Regan agar suami nya itu segera bangun
“Astaga Nit! sekarang apa lagi?”
Ucap Regan yang kini benar benar terganggu akibat ulah istri nya yang membangunkan nya tanpa dosa,bukan membangun kan lebih tepat nya menyiksa Regan
“Ada telfon,gak tau siapa yang nelfon.” ucap nya seraya menyerahkan ponsel itu pada Regan yang kini sudah mulai sadar sepenuh nya
Regan pun meraih ponsel tersebut dan langsung mengangkat nya,ia sedikit menjauh dari Yunita membuat wanita itu merasa curiga terlebih Regan yang bahkan tidak menanyakan siapa yang menelpon nya padahal jelas jelas itu adalah nomor asing
Bukan kah nomor nya tidak tersimpan di ponsel Regan? tapi kenapa Regan seolah olah sudah tahu siapa yang menelpon nya? apa mereka sering telfonan? begitu lah kira kira pertanyaan yang kini tengah berputar di otak Yunita
Ia menggabungkan ingatan nya pada Regan yang beberapa hari ini fokus pada ponsel dan laptop nya bahkan saat berada di dekat Yunita,jelas wanita itu menaruh curiga lantaran ia tahu jika Regan belum ingin masuk ke kantor
__ADS_1
“Baik lah,besok saya ke sana.” ucap Regan mengakhiri sambungan telepon tersebut
Regan pun kembali merebahkan tubuh nya di ranjang yang kini Yunita duduki,ia menatap wajah suami nya yang kembali menutup mata, mungkin ingin melanjutkan tidur nya
Ingin menahan diri untuk tidak bertanya,namun apalah daya ia seorang wanita yang memiliki rasa penasaran apalagi hal ini menyangkut suami nya
“Siapa yang telpon?” tanya nya yang begitu yakin jika suami nya itu belum pulang ke alam mimpi
“Orang.” singkat,padat,jelas dan tepat,tak ada yang salah dari jawaban nya, hanya saja Yunita merasa kesal dan tidak puas dengan jawaban asal suami nya
“Nama nya.”tanya Yunita masih berusaha untuk lembut lantaran kesabaran nya masih tersisa setengah
“Entah lah,aku lupa menanyakan nya.”
Yunita menghela nafas pelan,memang sudah resiko nya memiliki suami yang irit bicara,dan hanya akan mengeluarkan banyak kata jika tengah menginginkan hal yang iya iya saja
“Ngapain dia nelpon?”
“Kau mau?” tanya Yunita sedikit meninggi lantaran mengira jika yang mengajak Regan bertemu adalah seorang wanita
“Tidak ada alasan ku untuk menolak,karena sebelum nya aku yang mengajak nya.”
Kini dada Yunita naik turun dengan nafas yang memburu,ia yang mengajak terlebih dahulu kata nya? bahkan tanpa takut ia mengatakan hal itu pada Yunita,apa ia benar benar tak menghargai perasaan Yunita?
“Jadi kau akan pergi besok?” lagi Yunita bertanya untuk memastikan jawaban dari Regan,dan lagi lagi Regan mengangguk mengiyakan pertanyaan Yunita
Tentu saja hal itu membuat Yunita semakin tidak karuan,istri mana yang tidak marah jika suami nya dengan terang terangan mengatakan akan menemui wanita lain?
Yunita pun masuk ke walk in closet untuk mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur,lalu ia naik ke ranjang di sisi sebelah Regan,dan
Bruggg!!
__ADS_1
“Aarghh astaga Yunita!”
pekik Regan yang meringis kesakitan memegangi bokong nya yang terasa cenat cenut lantaran bersentuhan dengan lantai dengan sangat keras
Yunita yang tak terima lantaran Regan yang akan menemui wanita besok pun menendang tubuh Regan yang masih berbaring santai di ranjang hingga pria itu jatuh menyentuh lantai dengan sangat keras
“Hukuman karena kau berani berani nya ingin bertemu wanita lain!”
Suara nya sedikit meninggi lantaran emosi nya yang begitu memuncak saat ini,tak peduli jika nanti seluruh keluarga nya akan mendengar suara nya yang begitu keras,yang jelas kini ia bisa meluapkan kemarahan nya
“Kau ini bicara apa?” teriak Regan tak kalah keras meskipun tidak melebihi keras nya suara Yunita namun mampu membuat wanita itu tersentak kaget
“Kau masih bertanya? Kau pura pura bodoh atau bagaimana? atau kau tidak sadar dengan ucapan mu tadi?”
seperti nya pertengkaran besar di dalam kehidupan rumah tangga Regan dan Yunita yang pertama kali akan segera di mulai malam ini, melihat kedua pasangan itu yang sama sama meninggi kan suara melayangkan tuduhan satu sama lain
“Apa maksud mu? kau ini kenapa?”
Regan yang benar benar tak mengerti dengan maksud ucapan Yunita tentu saja bertanya,bahkan ia juga bingung dengan sikap kasar Yunita yang tiba tiba padahal ia merasa sebelum nya baik baik saja,dan seharus nya ia lah yang marah lantaran Yunita membangun nya dengan sedikit kasar
“Keluar dari sini!” usir Yunita yang masih tersulut emosi,bahkan ia tak menjelaskan alasan kemarahan nya pada sang suami,padahal pria itu sudah berulang kali bertanya pada nya
“Terserah!!” ucap Regan yang akhir nya memilih keluar dari kamar Yunita dengan membanting pintu dengan cukup keras
“Brakk!!”
...Terima kasih telah membaca cerita ku sampai bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan dan ketidakpuasan di cerita ku 🥰...
...Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏...
...Author juga minta tolong kasi rate nya sesuai penilaian readers terima kasih 🥰🙏...
__ADS_1