
Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, Happy reading 😘
“Jangan bicara omong kosong kak! itu bukan satu satu nya jalan!” protes Sindy,entah mengapa pikiran Ryan selalu saja berkelana tentang hal vulgar seperti itu membuat jantung Sindy ketar ketir
“Lalu? apa ada jalan lain?” tanya Ryan tak sabar
“Ma-masih banyak jalan lain kak.” ucap nya gugup,jujur saja ia pun tak memiliki ide untuk saat ini karena hati nya pun masih ragu,hanya saja ia tak memberontak karena tak ingin jika nanti Ryan melakukan hal yang seperti yang selalu ia ucapkan
“apa?”
kedua nya saling diam dalam pikiran masing masing,Ryan yang tengah berpikir keras bagaimana mereka bisa bersatu,sedang Sindy tengah memikirkan apa dia harus menerima Ryan atau tidak dalam hidup nya
“Aku punya solusi nya.”
lama saling terdiam hingga akhirnya satu ide terlintas di otak Ryan,senyuman evil pun muncul di wajah nya,entah mengapa melihat itu perasaan Sindy mendadak gugup
“Kak,a-apa yang sedang kau lakukan?”
Sindy refleks mundur ketika wajah Ryan mendekati wajah nya,mata Ryan pun tertuju pada bibir sexy Sindy yang menggoda,takut jika nanti Ryan benar benar melakukan ide konyol yang sejak kemarin ia ucapkan
“kita menikah siri dulu, bagaimana?”
what the f***? apa maksud nya menikah siri dulu? bagaimana bisa? apa dia pikir walaupun menikah siri tidak membutuhkan seorang wali? benar benar tidak masuk akal tapi itu lebih baik dari pada harus melakukan dosa lagi
“Apa tidak bisa kau lepaskan aku saja?” pinta Sindy lembut
namun pertanyaan nya itu memancing kemarahan Ryan yang jengkel karena sejak kemarin Sindy selalu saja minta di lepaskan,Ryan merasa jika Sindy memang benar benar tidak memiliki niat untuk kembali pada nya
“Apa kau benar benar sudah melupakan ku?” Tanya Ryan datar namun berbeda dengan sorot mata nya yang tajam menandakan jika kini ia tengah mencoba menahan amarah nya agar tidak memuncak
“Tidak begitu,tapi..”
ucapan nya terhenti kala melihat tatapan Ryan yang awal nya tajam kini berubah sendu,ada kesedihan di mata nya yang tak bisa ia ungkapkan
“baiklah,Ayo kita menikah.”
.
__ADS_1
.
.
Di tempat lain kini Yunita dan Regan tengah berada di dalam mobil,Yunita memaksa ingin ke rumah Sindy karena mama Sindy mengeluh jika Darrel terus saja menangis mencari mama nya
melihat kedekatan Yunita dan Darrel beberapa hari ini membuat mama Sindy berinisiatif untuk merepotkan Yunita,jujur ia tak bisa menenangkan Darrel karena mereka jarang menghabiskan waktu bersama
Regan awal nya melarang namun melihat air mata Yunita,ia pun mau tak mau mengizinkan nya pergi bahkan ia yang mengantar nya
“Kau sangat suka dengan anak kecil?” tanya Regan memecahkan keheningan di antara mereka,entah kenapa ia sekarang menjadi tidak suka keheningan jika sedang bersama Yunita
Yunita mengangguk enggan bersuara bukan karena marah pada Regan,hanya saja tenggorokan nya terasa sakit karena terlalu lama menangis,saat hilang nya sindy,hingga pagi ini pun ia menangis karena kasihan pada Darrel
“Apa setelah menikah kita harus memiliki anak?” mendengar pertanyaan Regan yang terdengar aneh di telinga Yunita pun membuat wanita itu menatap lekat pada tunangan nya
merasa aneh dengan pertanyaan Regan,kenapa ia bertanya seperti itu? apa ia berniat untuk tidak memiliki anak? pikir Yunita
“kenapa bertanya? tentu saja kita harus memiliki anak.” suara nya serak tapi masih terdengar jelas oleh Regan
Regan menghela nafas mendengar suara serak Yunita,padahal suara nya seserak itu tapi Yunita tetap menolak air mineral yang Regan tawarkan pada nya,Regan menghentikan mobil nya di tepi jalan membuat Yunita kebingungan
Regan tak menjawab pertanyaan Yunita,ia pun mengambil air mineral yang ia letak kan di jok belakang lalu menyodorkan nya pada Yunita,Yunita hanya menatap tanda berniat untuk mengambil botol itu
“Sudah aku katakan,aku tidak mau minum.”
keras kepala memang padahal hanya air mineral bukan obat pait yang membuat nya menolak keras untuk minum,Regan tampak menahan kesal lalu menarik tubuh Yunita hingga mendekat pada nya
“Mau minum dari botol atau dari mulut ku?”
hanya itu ancaman yang paling tepat untuk saat ini, mengingat bagaimana keras kepala nya Yunita yang menolak untuk minum,mata nya terbelalak mendengar pertanyaan Regan,dengan segera ia mengambil botol tersebut dan meminum nya hingga lebih dari setengah botol tersebut
“Katanya gak mau tapi habis hampir satu botol.” ucap Regan sambil mengusap bibir Yunita yang basah saat meminum air tersebut dengan tergesa gesa
“Air nya enak,ada manis manis nya.”
terlanjur malu lantaran hampir menghabiskan sebotol air, sebenarnya bisa saja ia menghabiskan satu botol hanya saja saat tegukan terakhir ia ingat jika tadi menolak tawaran Regan untuk minum dengan alasan tidak haus
__ADS_1
“Benar kah?”
tanya Regan mengerutkan kening nya,heran bagaimana mungkin air mineral biasa bisa terasa manis? apa dia sedang endors seperti iklan Air mineral yang di tv itu? pikir Regan
“Hm,cobalah.” ucap Yunita menyodorkan botol sisa minuman nya tadi,Regan menatap tangan Yunita yang memegang botol itu lalu tatapan nya beralih pada bibir Yunita yang tersenyum pada nya
Bukan nya mengambil botol itu, Regan justru mengambil ****** di bibir Yunita,tidak hanya sekilas ia bahkan ******* bibir Yunita,setelah di rasa puas ia pun melepaskan ******* bibir mereka
“lebih manisan ini.” ucap nya mengusap bibir Yunita akibat ulah nya
Yunita berdecak kesal,lagi lagi ia teledor hingga Regan kembali mencuri ****** di bibir nya
tak mempedulikan kekesalan Yunita,Regan kembali melajukan mobil nya menuju kediaman Albert,Kembali ia memasang wajah datar setelah memasuki gerbang rumah Albert
“nanti jangan lupa makan,kalau kau ingin makan di luar maka segera hubungi aku.” ucap nya sebelum Yunita turun dari mobil nya
Yunita mengangguk,memang ia berniat untuk makan siang di luar nanti bersama Regan,Ia pun mencoba membuka pintu mobil Regan namun terkunci
“Pintu nya.” ucap nya menatap Regan yang kini menatap lurus ke depan
“Regan! buka pintu nya!” kesal lantaran Regan tak segera membuka pintu mobil nya,ia pun hendak mencubit lengan Regan namun segera di tahan oleh tangan kekar Regan
“ini dulu.” ucap Regan sambil mengetuk pipi nya dengan satu jari
Yunita pun mengerti jika Regan menginginkan sebuah kecupan,namun aneh nya Regan meminta di pipi,tidak seperti biasa nya ia selalu meminta kecupan di bibir. “mungkin dia sudah bosan di bibir.” pikir Yunita
ia pun mendekatkan wajah nya di wajah Regan lalu mengecup pipi Regan dengan kilat,hampir tidak terasa bagi Regan,belum lagi tidak ada senyum di wajah Yunita yang membuat Regan merasa tidak puas
“ulangi! kurang senyum mu.”
Yunita menghela nafas kasar,padahal yang meminta saja tidak pernah senyum,pikir Yunita
lagi ia mendekat kan wajah nya dengan full senyum di wajah nya,dengan gerakan slowmo ia mencoba mencium Regan namun dengan cepat Regan mengubah posisi kepala nya menghadap Yunita
hingga bukan pipi Regan lah yang Yunita kecup,melainkan bibir nya,dengan gerakan cepat Regan menahan tengkuk Yunita hingga terjadi lagi ****** panas di pagi menjelang siang itu
Terima kasih sudah membaca karya ku sampaii bab ini, semoga readers suka dan jangan lupa untuk memberikan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan di cerita ku🥰
__ADS_1
Mohon dukungan untuk karya ku ya dengan like, komen dan vote supaya author rajin up🥰🙏
Author juga minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ sesuai penilaian readers,terima kasih🥰🙏