My Poor Wife

My Poor Wife
Pelakor


__ADS_3

Aku tak pandai berpuisi, aku juga tak pandai merangkai kata mutiara, karena aku hanya bisa bercerita. Selamat membaca, semoga kalian suka💕💕💕


Sabilla tengah duduk di kantin bersama Aura. Mereka menyelipkan obrolan ringan dan candaan sembari menunggu pesanan mereka datang.


"Bil, tiga hari lagi lo bakalan nikah, tapi kenapa lo masih masuk kuliah sih? harusnya lo kan di rumah aja. Kata orang nih ya, pengantin baru itu nggak boleh keluar rumah dulu sebelum resepsi."


"Gue juga denger gitu sih Wa. Tapi ya mau gimana lagi, gue juga nggak mau kuliah gue sampe ketinggalan. Lagian soal pernikahan juga semuanya udah di urus tante Yasmin kok . Kak Farrel juga masih masuk."


"Aduhhh Billl, calon mertua lo baik banget sih, bikin gue jadi pengen nikah juga" Aura berbicara dengan suara yang begitu manja, memegang tangan Sabilla dan sesekali mengayun tangan perempuan yang tengah duduk di samping dirinya dan sudah menjadi sahabatnya tersebut.


"Astaga Wa, lo kira nikah muda itu enak? lo sih, kebanyakan baca novel sama nonton drama korea. Menikah itu bukan hal yang mudah Wa, apalagi diusia kita yang masih sangat muda kayak gini. Setelah menikah tanggung jawab kita akan lebih banya dan bertambah. Sekarang aja ngurus diri sendiri masih suka malas, masih suka mager, apalagi kalo udah nikah nanti mau nggak mau harus ngurus suami. Sekarang lebih baik lo fokus belajar dulu aja deh, urusan nikah nanti-nanti mah juga bisa. Kalo lo udah sukses, bakal banyak kok yang mau sama lo. Gue aja nih ya, kalo bukan karena Ayah, nggak akan mau gue nerima semua ini"


Sabilla yang semula berbicara sedikit santai, sekarang justru menunjukkan kekesalan di raut wajahnya. Mengingat sang Ayahlah yang memaksa dirinya untuk menikah di usia yang benar-benar muda seperti saat ini. Ditambah lagi, calon suaminya itu adalah senior ter angkuh yang sangat membenci dirinya entah kenapa.


Kemudian, Sabilla memegang pundak sahabatnya itu, berusaha untuk memberikan pencerahan pada Aura, bahwa pernikahan tidaklah seindah yang dibayangkan anak muda zaman sekarang. Menikah bukan hanya tentang status sebagai seorang suami dan istri, melainkan tanggung jawab yang akan lebih besar dari biasanya.


"Tapi gue lihat di instagram tuh ya, banyak kok yang menikah muda hidupnya bahagia-bahagia aja, seneng-seneng, seru-seruan sama suami setiap hari. Gue juga pengen kali sama Kak Kevin hidup bahagia kayak gitu. Gue bakal ikhlas lahir batin melakukan apapun asal kak Kevi bahagia." Balas Aura dengan santainya, menaik turunkan alisnya melirik Sabilla tanpa merasa bersalah sedikitpun dengan ucapannya.


Menghela nafas, Sabilla kemudian memegang pipi Aura.


"Wa, jangan pernah lo samain apa yang ada di media sosia dengan apa yang ada di kehidupan nyata. Karena terkadang, apa yang kita lihat disana belum tentu itu yang terjadi sebenarnya. Terkadang manusia hanya pintar menyembunyikan rasa sakitnya Wa. Mungkin di media sosial mereka terlihat begitu bahagia, tapi siapa yang tau di dalamnya seperti apa? Karena terkadang, orang yang terlihat baik-baik saja justru adalah orang yang paling pintar menyembunyikan lukanya."


"Menilai orang jangan dari sisi luarnya aja Wa, karena kita nggak pernah tau didalamnya seperti apa. Mungkin di media sosial lo lihat artis-artis atau ornag lain terlihat bahagia, senang-senang, hidup tentram, bahagia tanpa adanya masalah, tapi siapa yang tau real hidup mereka seperti apa.? nggak ada yang jamin kan?"


"Tapi gue..."


"Oh, jadi ini junior yang so cantik, so perfect dan nggak tahu diri yang udah berani rebut Farrel dari lo Ra?"

__ADS_1


Suara wanita yang begitu nyaring dari arah belakang membuat Aura urung niat untuk melanjutakan ucapannya. Mereka segera menoleh ke arah belakang, milirik 2 orang gadis dimana asal suara itu berada.


Sabilla dan Aura menoleh satu sama lain. Menatap 2 manusia yang tidak lain adalah seniornya tersebut dengan begitu bingung setelah saling menaik turunkan bahu mereka.


"Maksud kakak apaan?" tanya Aura menoleh ke arah Diara dan Keyla sahabatnya.


"Gue nggak ada urusan ya sama lo! Jadi nggak usah ikut campur!" bentak Diara menunjuk Aura dengan jari telunjuknya.


"Yaudah, kalo nggak ada urusan sama aku, silahkan kakak pergi dari sini" Aura merentangkan satu tangannya untuk menyuruh Diara segera pergi dari sana.


"Berani banget lo sama gue ya! Gue memang nggak ada urusan sama lo, tapi gue ada urusan sama pelakor yang ada di sebelah lo ini!" Diara kembali menunjuk Sabilla dengan jari telunjuknya, wajahnya benar-benar terlihat sudah sangat tidak ramah. Tangannya mengepal menahan amarah.


"Apa? tadi kakak bilang apa? pelakor? Hmmm" Aura memangku tanggannya dengan sedikit songong sembari memikir sesuatu. "Kalo kakak bilang Sabil pelakor, berarti kakak istrinya kak Farrel dong. Bisa kakak perlihatkan sama aku surat nikah kalian?" Aura mengulurkan tangan dengan santainya tanpa rasa takut sedikitpun, meminta perempuan tersebut menyerahkan surat nikah sesuai ucapanya. Hal itu tentu saja membuat Diara semakin geram dan kesal.


Tanpa aba-apa, Diara segera menjambak rambut Aura layaknya remaja SMA yang sedang berkelahi, padahal saat ini mereka sudah menjadi seorang mahasiswa.


Sabilla berusaha menghentikan perkelahian diantara mereka. Sedangkan Kevin yang tidak jauh dari sana, sudah mengepalkan kedua tangannya merasa geram dengan ucapan Diara pada Aura dan Sabilla barusan. Sementara Farrel yang juga berada tidak jauh dari sana hanya diam seolah tidak mengetahui apa - apa.


"Aura udah" teriak Sabilla yang masih mencoba penjauhkan tubuh Aura dari Diara. Sedangkan mahasiswa lainnya hanya menonton pertunjukan yang sangat jarang terjadi di kalangan kampus tersebut. Lain hal dengan masa sekolah.


Diara yang sidikit melirik Sabilla yang ada di belakang Aura, tersenyum menyeringai, sebulum dirinya melapaskan cengkramannya dari rambut Aura dengan sengaja. Mendorong kedua gadis tersebut hingga membuat Sabilla dan Aura terhempas ke belakang.


"Arrkhh" Lirih Sabilla menahan rasa perih di kakinya karena goresan meja yang ada di kantin. Ditambah dengan Aura yang menimpa tubuhnya.


Kevin yang memang sudah merasa geram sedari tadi, melihat Sabilla dan Aura terjatuh, segera berlari beregegas menyusul Sabilla dan Diara. Ia menghampiri dua orang gadis yang sudah menjadi sahabat tersebut.


Setelah sampai di depan Sabilla dan Aura, Kevin menjongkok memegang bahu Sabilla, saat ini tubuhnya terlihat membelakangi Aura, ia tidak memperdulikan Aura yang juga merasa kesakitan, membuat gadis tersebut merasa sedikit kecewa.

__ADS_1


"Bil, kamu nggak papa?" cemas Kevin bertanya sembari memegang pundak Sabilla. Sedangkan Farrel, hanya masih memperhatikan dari kejauhan tanpa peduli calon istrinya itu telah merintih kesakitan.


"Nggak, nggak papa kok kak. Kaki aku..."


Sabilla masih memegangi kakinya yang terasa begitu perih. "Kaki kamu berdarah" Ucap Kevin dengan panik, padahal hanya goresan sedikit saja. Karena Sabilla hanya memakai drees selutut, itulah yang membuat kakinya dengan mudah terluka karena goresan meja yang ada di sana.


Tanpa berfikir panjang, Kevin mengangkat tubuh Sabilla menuju klinik yang ada di kampus, sedangkan Aura, mata gadis itu tak bergeming memperhatikan pria yang sangat ia kagumi tersebut malah lebih memperhatikan sahabatnya.


Diara yang juga sebagai seorang perempuan, jelas mengerti dari sorotan mata Aura. Ia tertawa menyeringai sebelum kembali meledak gadis yang masih terduduk di lantai di hadapannya itu.


"Kasian ya, dari tadi bela-belain si pelakor, eh tau taunya kita di khianatin. Malah enak-enakan di gendong sama orang yang kita sayang" Diara berbicara seraya melipat tangan di dadanya, dengan sengaja ia memanas-manasi Aura.


Tanpa memperdulikan ucapan Diara, Aura mencoba bangkit dari duduknya perlahan, namun meskipun tidak ada luka, ternyata kakinya begitu ngilu untuk berdiri.


"Sini gue bantu" tiba-tiba seorang pria datang mengulurkan tangannya untuk membantu Aura. Ia segera mendongakkan kepalanya ke atas, menatap tangan pria yang terulur di depannya, senyum manis sontak terbentuk di bibirnya, berharap bahwa pria tersebut adalah Kevin.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, dan Vote nya ya kakak. Karena like dan komen kalian sangat berartu bagi author. Terimakasih🤗

__ADS_1


__ADS_2