My Poor Wife

My Poor Wife
Extra Part 9


__ADS_3

"Kak Farrel..." Racau Sabilla dengan suara manjanya.


"Hmm" Sahut Farrel yang masih terlihat sibuk akan pekerjaannya yang sebentar lagi akan selesai.


"Kak Farrel..." Panggil Sabilla sekali lagi. Gadis itu tampak mengerucutkan bibirnya.


Farrel menoleh ke arah belakang, menatap istrinya yang saat ini tampak terduduk di atas ranjang dengan raut wajah cemberutnya.


"Apa sayang?" Sahut Farrel tersenyum.


Sabilla merentangkan tangannya. Bibir Farrel tersenyum, ia bisa mengerti apa yang saat ini diinginkan oleh istrinya tersebut.


Farrel memejamkan mata sesaat, diikuti dengan helaan nafas pasrah, sebelum pria itu berdiri dari duduknya, menghampiri istrinya tersebut ke atas kasur.


Farrel merangkak naik ke atas tempat tidur, pria itu segera memeluk Sabilla dengan sangat erat. "Kenapa?" Tanya Farrel


"Dedenya kangen" Lagi, bayi yang ada diperutnya selalu dijadikan alasan oleh Sabilla untuk mengganggu suaminya yang sedang bekerja. Namun, hal ini bukanlah kali pertama, melainkan berkali-kali dan bahkan tak terhitung semenjak gadis itu mengandung. Dan Farrel, memang sudah tebiasa dengan istrinya yang belakangan ini begitu menyebalkan. Namun, tetap ia sayangi dengan sepenuh hati.


Farrel mengelus lembut perut istrinya yang memang sudah membesar, karena kandungan Sabilla memang sudah memasuki usia 8 bulan. "Dede mau apa? Papa lagi kerja sayang" Ucap Farrel mengajak bayi yang ada di dalam perutnya itu berbicara.


"Dede nggak mau apa-apa, maunya cuma liat Papa dekat Mama terus" Sahut Sabilla menirukan suara anak kecil.


"Itu mah maunya Mama kamu sayang" Sahut Farrel tertawa.


***


Detik jam yang menempel di dinding terus berputar. Hingga tak terasa waktu berjalan. Hari ini, hari dimana Farrel dan Sabilla beserta keluarga besar tengah menunggu kedatangan buah hati Farrel dan Sabilla akan lahir ke dunia.


"Kak Farrel, janji ya. Jangan tinggalin aku" Ucap Sabilla sebelum dirinya memasuki ruang persalinan.


Farrel tersenyum gemas. "Enggak sayang" Sahutnya sembari mencium puncak kepala istrinya tersebut.


Di sebuah RSIA (Rumah sakit ibu dan anak) yang terdapat di pusat Kota Jakarta, terlihat seorang perempuan tengah berjuang melahirkan sang buah hati.


Farrel, yang kini mendampingi istrinya melahirkan, tak henti memberikan semangat pada istrinya tersebut. Sungguh, rasanya Farrel tidak tega melihat Sabilla berjuang sendirian. Namun, apa boleh buat, yang bisa ia lakukan hanyalah menguatkan istrinya tersebut.


Hingga, tak burselang lama, suara teriakan seorang bayi mungil perempuan memecah suasana ruang persalinan tersebut. Hal itu membuat jantung Farrel berdetak begitu kencang. Tanpa Farrel sadari, bulir bening itu terlah berhasil lolos dari kelopak matanya.


Farrel benar-benar terharu. Ia mencium Sabilla yang kini susah terbaring lemah karena kehabisan tenaga.


"Anak kita sudah lahir sayang" Ucap Farrel sembari mencium kening istrinya. Sementara Sabilla hanya mengangguk kecil, tubuhnya benar-benar terasa lemas hingga tak bisa merespon ucapan suaminya.


***

__ADS_1


Bayi mungil yang sudah diberi nama Sanniyah Cantika Salsabila tersebut, kini tampak tertidur di dekapan Farrel. Pria itu sedari tadi tak berhenti memandangi wajah cantik putrinya yang ia rasa begitu mirip dengan Sabilla.


Benar, sejak tiga jam yang lalu Sabilla dan sang buah hati sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Semua keluarga tampak menyambut bahagia kedatangan gadis kecil tesebut di dunia ini.


Farrel mengembalikan Saniyah ke pelukan Sabilla. Kini, bayi mungil tersebut terlelap di dalam dekapan ibunya.


"Anak Mama" Lirih Sabilla sembari mengelus pipi putri cantiknya.


"Anak papa juga dong" Sahut Farrel tidak terima.


"Selamat ya sayang. Sekarang kalian sudah sah menjadi orang tua" Ucap Yasmin pada Farrel dan Sabilla.


"Iya Ma" Sahut mereka bersamaan"


Sedari tadi, Farrel tak henti memandangi wajah cantik putrinya. Pria itu juga tak henti mengucapkan rasa syukur pada Tuhan yang telah menitipkan malaikat kecil ini di dalam hidupnya. Detik kemudian, pandangan Faris teralih pada Sabilla.


"Masih sakit?" Tanya Farrel yang kini tengah duduk di samping brankar Sabilla. Pria itu sedetikpun tak melepaskan genggaman tangannya dari tangan sang istri.


Sungguh, Farrel merasa kasihan saat pria itu menyaksikan istrinya melawan sakit yang luar biasa saat melahirkan buah hatinya. Bahkan Farrel melihat dengan jelas saat istrinya bertaruh nyawa barusan.


Sabilla menggeleng. "Udah enggak" Sahutnya tersenyum dengan wajah yang masih terlihat pucat.


"Kamu mau makan?" Tanya Farrel.


Farrel tersenyum. Pria itu mengecup puncak kepala istri dan anaknya secara bergantian. Rasa syukur tak henti Farrel utarakan karena sudah memiliki dua malaikat cantik selain sang Mama dalam kehidupannya.


***


"Surprise..."


"Selamat datang Sanniyah Cantika Salsabila..."


Sorakan antusias itu terdengar riuh saat Sabilla dan Sanni baru saja pulang dari rumah sakit. Saat mereka baru saja sampai di ambang pintu, tiba-tiba Farrel dikagetkan dengan Yasmin beserta keluarganya tengah menyambu bahagia kedatangan sang buah hati.


Sabilla memperhatikan suasana sekitar. Wanita itu merasa terharu melihat dekorasi yang terlihat sangat unik yang disiapkan oleh keluarganya tersebut untuk menyambut kedatangan putri tercintanya itu.


"Wah selamat datang sayang" Ucap Sabilla pada buah hatinya yang baru berusia tiga hari tersebut.


"Makasih Nenek, makasi kakek, makasi ounty aura, makasih Uncle Faris, makasih ounty Tasya. Makasih semuanya." Ucap Farrel sembari mengajak sang buah hati berbicara.


"Sama-sama sayang. Selamat datang di rumah" Sahut mereka bersamaan. Hal itu benar-benar membuat Sabilla terharu dan juga bahagia.


***

__ADS_1


"Sanni jangan lari-lari sayang" Sorak Sabilla dari teras rumah saat gadis kecil yang kini sudah berusia tiga tahun itu berlari kesana kemari.


"Sanni, nanti kamu jatoh sayang" Sorak Sabilla sekali lagi. Namun, sama sekali tidak dihiraukan oleh Snniyah yang tengah asyik bermain. Hingga...


"Papa" Sorak gadis kecil tersebut saat dirinya melihat Farrel yang baru saja pulang bekerja dari kejauhan.


"Haii sayang" Farrel merentangkan tangannya lebar. Menunggu sang putri yang kini berlari ke arahnya. Hingga kini, gadis kecil itu sudah berada di dalam dekapannya. Beberapa ciuman Farrel tinggalkan di wajah cantik sang putri.


"Jangan lari-lari dong sayang. Nanti mama capek lo ngejar kamu" Ucap Farrel mengelus rambut putrinya itu.


"Tapi aku mau lari-larian Pa..." Sahut Sanni dengan wajah polosnya.


"Iya deh iya. Tapi jangan bikin Mama marah ya, ntar ngamuknya sama Papa lagi..." Ucap Farrel cengengsan.


"Oiya..." Gadis kecil itu ikut cengengesan.


Sabilla yang menyadari akan kedatangan suaminya itu, segera bergegas menghampiri sang suami. Ia terlebih dahulu meraih tas kerja Farrel dan tidak lupa menyalami suaminya itu. Begitu juga dengan Farrel yang tak lupa meninggalkan beberapa ciuman di wajah istrinya.


"Lagi ngomongin Mama ya?" Tanya Sabilla curiga.


"Enggak, siapa yang ngomongin Mama?" Sahut Sanni tertawa sembari melirik ke arah Farrel.


"Dasar anak nakal" Sabilla tertawa sembari mengacak-acak rambut putrinya. Sebelum mereka bertiga segera masuk ke dalam rumah minimalis peninggalan hermawan tersebut.


.


.


.


.


Hai Assalamu'alaikum wr.wb.


Akhirnya cerita Sabilla benar-benar udah selesai. Dan extra partnya udah habis sampai disini ya. Dan yang bilang ceritanya gantung, aku rasa enggak menggantung kok. Kenapa? Karena inti dari cerita ini memang hanya sampai bab 76. Saat Sabilla udah bahagia sama Farrel. Dan yang lainnnya itu hanya Extra Part / Part tambahan.


Jadi kali ini benar-benar udah berakhir ya. Maaf jika ada yang kecewa karena nggak sesuai ekspetasinya. Kenapa ceritanya aku percepat? Karena dari awal aku memang nggak berniat bikin cerita sampe hamil dan punya anak. Tapi Karena keinginan kakak-kakak semua makannya aku lanjut di Extra Part.


Dan yang pengen aku bikin bab saat Sabilla dan Farrel susah ngurusin anak mereka? Maaf banget aku nggak bisa. Karna aku belum punya anak dan bahkan belum menikah. Aku takut salah-salah nulis hal yang nggak aku mengerti takutnya nanti malah dihujat.


Jadi, segini aja ya Cerita Sabilla. Terimakasih banyak yang udah ngikutin Kisah Sabilla dan Farrel sampai sejauh ini. Maaf jika banyaknya kekurangan.


Dan untuk Revisi, akan aku revisi saat aku ada waktu. So, jangan lupa baca cerita aku yang lain ya. Lanjutan Cerita Aura juga udah ada. Judulnya Aura Story. Jangan lupa di baca.

__ADS_1


Oiya, Jangan lupa Follow ig aku juga ya. Terimakasih banyak. I Love You So Much. Sayang kalian semua💕💕💕


__ADS_2