My Poor Wife

My Poor Wife
Salah Aku Apa?


__ADS_3

Aku tak pandai berpuisi, aku juga tak pandai merangkai kata mutiara, karena aku hanya bisa bercerita. Selamat membaca, semoga kalian suka💕💕💕


Tak lama kemudian, Sabilla terbangun dari tidurnya, ia merasakan sesuatu yang keras menopang kepalanya. Setelah beberapa saat mengembalikan kesadaran, Sabilla menoleh ke samping, dan hal tersebut sukses membuat dirinya kaget, sonrak Sabilla segera menjauhkan tubuhnya dari Kevin.


"Kak Kevin?" Sabilla menatap Kevin dengan tatapan heran dan penuh tanda tanya. Kevin hanya tersenyum tanpa merasa ada yang salah.


Saat Sabilla baru saja hendak memalingkan wajahnya dari Kevin, namun pandangannya terhenti saat melihat Farrel tengah duduk sendirian di sebelah Kevin namun dibatasi oleh jalan kecil. Ia menatap Farrel yang tampak masih tertidur.


"Sebenarnya aku salah apa sih sama kak Farrel? Bahkan dia lebih memilih pindah duduk daripada harus sama aku"


gumam Sabilla dalam hati dengan mata yang enggan untuk beralih dari Farrel dan Kevin tentu saja melihat hal tersebut dengan jelas. Namun ia memilih acuh dan seolah tidak tahu.


Setengah jam kemudian, mereka telah sampai di temapat tujuan pada pukul 21.00 malam. Sabilla melirik pemandangan sekitar dari balik kaca bus.


"Kak kita camping di hutan ini?" tanya Sabilla pada Kevin. Kevin mengangguk "Iyaa, kenapa? kamu takut?"


"Hmmm gimana ya kak. Di bilang iya tapi enggak, dibilang enggak tapi iya" Sabilla cengengesan, membuat Kevin merasa begitu gemas dan mengacak-acak rambut gadis cantik tersebut.


Farrel yang duduk memang masih sebaris dengan mereka, menatap Sabilla dan Kevin dari kursinya yang memang tidak begitu jauh dari mereka.


"Cek cek. Oke baiklah adek-adek sekalian, berhubung kita sudah sampai di tempat tujuan, malam ini juga kita harus mendirikan tenda agar bisa istirahat. Dan kegiatan akan kita mulai besok. Pesan kakak sama kalian, mohon mulutnya dijaga, jangan takabur dan jangan pernah bepergian sendirian. Jika ada keperluan mohon konfirmasi terlebih dahulu kepada panitia dan ingat! jangan pernah pergi sendirian. Karena ini wilayah orang, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi. Saya tidak menakut-nakuti kalian, tapi selama kalian patuh dan mengikuti perintah kami, insya allah kita akan selalu dalam lindungannya. Apa kalian mengerti?"


"Mengerti kak"


Setelah senior memberikan perintah, seluruh mahasiswa dan juga panitia segera turun dari bus secara bergantian. Begitu juga dengan mahasiswa yang ada di bus lainnya. Karena Sabilla duduk di bangku paling belakang, ia harus bersabar dan mengantri, menunggu mahasiswa lainnya turun terlebih dahulu.


Aura yang baru saja terbangun, menoleh ke arah belakang. Bertapa kagetnya ia saat melihat Sabilla saat ini tengah berdiri dengan Kevin.


"Kenapa lo bisa duduk sama kak Kevin Bil?" Aura menatap lekat mata Sabilla. Sabilla menggeleng "Gue juga nggak tau, tadi pas gue bangun udah ada Kak Kevin aja di samping gue"


Aura mengalihkan pandangannya pada Kevin. "Kenpa kak?" Aura melototkan matanya bertanya pada Kevin.


"Eh udah giliran kamu tuh cepet jalan nanti kita ditinggal" Kevin menunjuk ke arah depan, mengalihkan suasana agar tidak perlu menjawab pertanyaan Aura.


"Ck! selalu ada alasan" gerutu Aura. Kemudian gadis tersebut berjalan terlebih dahulu tanpa menunggu Sabilla.


"Wa, tungguin gue" sorak Sabilla yang hendak mengejar Aura, namun jelas saja terhalang oleh Kevin. Sabilla menatap Kevin dengan begitu kesal. "Kak, awas. Aura sendirian ini udah malam."


"Sabil, biarin aja, Aura udah dewasa, dia nggak bakal hilang, dia bisa kok ngikutin yang lain"


"Kak, ini bukan masalah udah dewasa atau belum. Tapi ini di hutan dan saat ini udah malam" Sabilla hendak menginjak kursi bus yang tadi ia duduki, namun terlebih dahulu dihalangi oleh Kevin.

__ADS_1


"Yaudah, biar aku aja yang ngejar Aura. Jangan kamu, hari udah malam." Kevin mengalihkan pandangannya pada Farrel. " Lo jagain Sabil" Kevin bergegas turun dari mobil setelah mengambil barang-barangnya.


"Tadi katanya udah dewasa, sekarang ikutan bilang kalo hari udah malam" Gerutu Sabilla menarap kepergian Kevin.


Sabilla hendak berjalan keluar dari Bus, namun langkahnya terhenti saat Farrel menarik tangannya. Sabilla menoleh ke belakang "Apa kak" tanya Sabilla mengerutkan keningnya bingung.


"Tas lo ketinggalan" Farrel melirik tas kecil Sabilla yang masih tergeletak di kursi yang tadi ia duduki.


"Oh iya, makasih kak" Sabilla mengambil tas tersebut, kemudian berjalan turun dari bus.


Saat dirinya baru saja turun, Sabilla melirik sekeliling, yang ia dapati hanyalah sunyi. Ia tidak tahu kemana pergi teman-temannya yang lain.


Sabilla kembali menoleh ke arah belakang, ia melihat Farrel baru saja selesai menurunkan koper miliknya. "Kak Farrel, yang lain kemana?"


"Di sana" Farrel menunjuk suatu tempat dan berjalan melalui Sabilla.


Sabilla memperhatikan sekitar, melirik pemandangan yang gelap di hutan tersebut hingga membuat bulu kuduknya merinding.


"Kak Farrel" Sorak Sabilla berlari mengejar Farrel. Ia tidak segan-segan memeluk Farrel dari arah belakang dengan cukup erat.


"Kenapa?" tanya Farrel tanpa menoleh ke arah Sabilla.


"Kenapa lagi?" tanya Farrel menoleh ke arah belakang.


"Aku takut kak"


"Gue mau ngambilin koper lo" Farrel melepaskan tangan Sabilla dan segera berjalan mangambil koper milik Sabilla yang ia tinggalkan begitu saja saat mengeajar Farrel barusan. Sabilla menghela nafas pelan, kemudian melepaskan perlahan jaket suaminya itu dari tangannya.


Setelah kembali, Farrel memberikan koper tersebut pada Sabilla. "Ayok" ajaknya. Mereka berjalan beriringan sembari mebawa koper masing-masing.


Farrel memang sudah mengetahui tempat tersebut, karena sebelum turun ke lapangan, para panitia telah melakukan servei tempat terlebih dahulu.


Setelah sampai di tempat perkemahan, Farrel hendak berjalan menuju senior yang lain yang saat ini tengah berkumpul untuk mendirikan tenda. Namun, lagi-lagi Sabilla menarik tangannya.


"Kak Farrel" panggil Sabilla dengan begitu lembut, tangannya bergetar menahan rasa takut, dan itu sukses membuat Farrel kembali menoleh ke arah belakang. Ia memperhatikan raut wajah Sabilla dengan seksama.


"Apa?" jawabnya singkat.


"Aku nggak tau harus kemana" Sabilla memperhatikan sekitar. "Aku nggak liat teman kelas aku ataupun Aura" Sabilla menunduk.


Sebenarnya dirinya benar-benar takut untuk menyusahkan Farrel. Ia juga sangat takut jika mendapat amukan dari laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu. Namun, saat ini ia harus meminta pertolongan siapa jika bukan Farrel? karena dari banyaknya mahasiswa yang lihat hanya Farrel yang ia kenal. Sabilla tidak tahu kemana pergi teman-teman kelasnya ataupun Aura. Apa mungkin karena hari sudah malam? membuat Sabilla kurang teliti memperhatikan sekitar. Entahlah!

__ADS_1


"Lo udah tau kelompok lo?" tanya Farrel. Sabilla menggeleng. "Belum kak" jawabnya.


"Ikut gue" Farrel berjalan menuju panitia/senior yang lain yang sudah berkumpul untuk segera mendirikan tenda, diikuti oleh Sabilla berjalan di belakang Farrel.


"Adu du du pengantin baru malam-malam gini kemana sih?" Sorak Nayla yang tidak lain adalah sahabat Diara. Dan hal itu sontak membuat Diara yang tengah mengemasi tenda-tenda mengehentikan aktifitasnya, ia menoleh ke arah Sabilla dan juga Farrel.


"Mana nama-nama kelompok junior kemaren?" Farrel mengulurkan tangannya pada Keyla. Memintak buku yang berisikan nama-nama mahasiswa baru berdasarkan tenda mereka.


Farrel berkali-kali mebolak balikkan lembaran buku tersebut, memastikan dengan terliti untuk mencari nama Sabilla. Namun, tetap saja tidak ia temukan.


"Yang bikin nama kelompok kemaren siapa?" tanya Farrel pada teman-temannya yang lain. Sontak, semuanya menoleh ke arah Diara.


Dengan begitu kesal, Farrel berjalan mendekati Diara. "Lo sengaja kan, nggak bikin nama Sabilla?" Farrel mengulurkan buku tersebut pada Diara dengan raut wajah yang begitu kesal.


"Diara yang tengah berjongkok segera berdiri. "Kalo iya kenapa? masalah buat lo?" tantang Diara melototkan matanya pada Farrel.


"Lo tanya masalah buat gue? oo jelas! jelas masalah buat gue. Karena dia istri gue!" Bentak Farrel yang sukses membuat semua senior yang ada di sana kaget bukan main.


"Daebakkk pasangan hits alias King and Queen angkatan 16 yang biasanya romantis pake begete lagi berantem hebat" Ucap salah satu teman angkatan Diara dan Farrel yang jelas tahu hubungan mereka selama ini seperti apa.


"Bener, sepertinya akan terjadi pertarungan nih. Mantanku tak menginginkan istriku" ucap salah satu teman Farrel yang lainnya.


"Apaan sih lo gaje"


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like ya. Makasih :)

__ADS_1


__ADS_2