My Poor Wife

My Poor Wife
Farrel Yang Manis


__ADS_3

"Buka mata kamu, perjalanan masih panjang. Sampai kapan kamu akan hidup seperti ini? hidup dalam penyesalan? Aku yakin, Gilang juga nggak pernah tenang melihat kamu seperti ini di atas sana. Ayah, Bunda dan Kakak kamu juga nggak akan tega melihat kamu seperti ini terus. Kamu harus ingat, kamu masih punya Mama, Papa, Kak Faris, Aku, dan Aura sahabat kamu. Kamu nggak sendiri."


"Sabil, kamu harus percaya sama aku, aku mencintai kamu lebih dari apapun. Mungkin nggak semudah itu untuk kamu percaya dengan apa yang udah aku lakukan selama ini. Tapi aku hanya minta kamu izinkan aku untuk membuktikan semua itu"


"Kak Farrel" Hanya itu yang keluar dari mulut Sabilla.


"Maafkan aku ya, maafkan aku udah bikin kamu seperti ini, maafik aku udah mengungkit masa lalu kamu yang udah susah payah untuk kamu lupakan, maafkan aku..."


"Stttt" Sabilla menghentikan ucapan Farrel dengan jari telunjuknya. "Kak Farrel nggak perlu minta maaf, justru aku sangat berterimakasih karena kak Farrel aku merasa lega. Aku bisa melepaskan semua yang aku pendam selama ini. Sekarang aku bisa bernafas dengan lega setelah menceritakan semuanya sama kak Farrel. Makasih ya kak, Kak Farrel nggak perlu minta maaf."


"Makasih juga Kak Farrel udah bisa menerima gimanapun kondisi aku, makasih Kak Farrel udah paham dengan apa yang aku rasakan, makasih kak Farrel udah bisa mencintai wanita seperti aku, makasih..."


"Kamu nggak perlu berterimakasih, karena itu memang sudah seharusnya aku lakukan untuk kamu. Kamu istri aku, sekarang kita harus memulai hidup yang baru, dan aku harap kamu nggak akan pernah bersedih lagi. Meskipun aku tau itu bukanlah hal yang mudah, tapi aku yakin, kamu kuat, dan kamu pasti bisa"


"Sekarang kamu boleh simpan semuanya dalam hati kamu. Kamu simpan Ayah, Bunda, Kak Nabila, dan Gilang dalam hati kamu, asal kamu nggak boleh lagi larut dalam kesedihan. Dan aku yakin, mereka disana akan bahagia jika melihat kamu bahagia"


Farrel berbicara dengan begitu lembut, mengusap air mata yang masih tersisa di pipi Sabilla. Hingga cup, Farrel mencium mata indah milik istrinya itu. "Mulai saat ini, nggak boleh lagi air mata kesediahan keluar dari sini, karena mulai saat ini, hanya air mata kebahagiaan yang boleh kamu rasakan"


Sabilla mengangguk mengiyakan ucapan Farrel.


"Sekarang kita pulang ya." Ajak Farrel dengan sangat lembut, mengacak rambut Sabilla dengan begitu gemas. Gadis cantik itu tersenyum, kemudian Farrel menggenggam erat tangan Sabilla, berjalan beriringan menuju mobil. Sesekali mereka saling menoleh satu sama lain dan saling melontarkan senyuman manis.


Sesampai di parkiran di tepi pantai tersebut, Farrel segera membuka pintu mobil untuk Sabilla, mempersilahkan istri cantiknya itu untuk masuk.


***


Setengah jam di perjalanan menuju rumah, sedetikpun Farrel tidak melepaskan genggaman tangannya dari Sabilla. Ia tak henti menatap istrinya yang tengah tertidur di samping dirinya itu.

__ADS_1


Setiap kali memandang Sabilla, hati Farrel merasa benar-benar tak karuan. Ia merasakan kebahagiaan sekaligus prihatin pada saat bersamaan.


"Mulai saat ini kamu harus bahagia" batin Farrel dengan tatapan yang masih tak teralih dari istri cantiknya yang tengah tertidur tersebut.


***


Sesampai di rumah, Sabilla masih belum terbangun dari tidurnya, matanya sembab. Sepertinya gadis cantik itu benar-benar kelelahan seusai menangis sejadi jadinya. Hal itu benar-benar membuat Farrel menjadi tidak tega untuk mebangunkan Sabilla.


Perlahan, pria itu melepaskan genggaman tangannya. Farrel segera keluar dari mobil dengan perlahan. Ia mengangkat tubuh istrinya yang cukup berat itu untuk masuk ke dalam rumah.


Sesampai di dalam kamar, Farrel membaringkan tubuh Sabilla dengan perlahan dan hati-hati. Pria itu mendudukkan tubuhnya sejenak di tepi ranjang, menyibakkan rambut Sabilla yang saat ini menutupi wajah cantiknya. Sejenak, Farrel menatap wajah Sabilla. Ia juga memberikan satu kecupan pada kening istrinya itu sebelum dirinya berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00, Sabilla tampak masih tertidur dengan begitu nyenyak setelah sampai di rumah 2 jam yang lalu. Sebenarnya Farrel masih tidak tega untuk membangunkan istri cantiknya itu, namun harus bagaimana lagi, sedari tadi Sabilla belum makan sama sekali.


Sabilla baru saja terbangun dari tidurnya, gadis itu membuka mata secara perlahan, hingga pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah tampan Farrel suaminya. Sabilla masih terdiam, menatap lekat mata Farrel yang saat ini juga menatap dirinya.


"Kak Farrel" panggil gadis cantik itu.


"Hmm" Farrel tersenyum.


Sabilla melirik jam yang ada di dinding kamarnya, mata gadis itu membulat seketika saat menyadari bahwa waktu telah menunjukkan pukul 19.15.


"Astaga, udah malam" Gumam Sabilla dalam hati. Gadis itu bergegas bangkit dari tidurnya, namun Farrel dengan cepat kembali menarik tangan Sabilla hingga posisi Sabilla kembali tertidur di samping Farrel dengan pandangan yang saling berhadapan. Sejenak, mereka saling menatap lekat satu sama lain. Sabilla menatap Farrel dengan raut wajah datarnya. Sementara Farrel menatap gadis itu dengan senyum merekakah sempurna terlukis di bibirnya.


"Mau kemana?" tanya Farrel.

__ADS_1


"Aku mau nyiapin makan malam buat Kak Farrel"


Farrel tersenyum, mengusap pipi Sabilla dengan begitu lembut. "Udah disiapin Bi Mirna kok, sekarang kamu mandi dulu" Perintahnya dengan lembut.


"Hmmm kenapa kak Farrel nggak bangunin aku dari tadi?" tanya Sabilla sedikit mengerucutkan bibirnya.


"Udah dibangunin kok dari tadi, kamunya aja yang nggak bangun-bangun. Tidur udah kayak kerbau aja" Celetuk Farrel memalingkan pandangannya.


"Benarkah? apa aku tidur kayak gitu?" tanya Sabilla dngan polosnya. Kening gadis itu tertaut, berfikir mencerna ucapan Farrel tanpa Sabilla sadari bahwa suaminya itu sedang mengusili dirinya.


Farrel tersenyum gemas "Astaga, dasar bocah polos banget sih" Pria itu mengacak-acak rambut Sabilla. "Yaudah mandi dulu sana, aku tunggu di bawah" Ucap Farrel sembari bangkit dari tidurnya diikuti oleh Sabilla.


"Hmm yaudah deh, aku mandi dulu kak" Sabilla tersenyum sebelum gadis itu berlalu dari tempat tidur mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Farrel, pria itu tersenyum dari atas tempat tidur, memperhatikan langkah istrinya yang tengah berjalan menuju kamar mandi.


.


.


.


.


.


.


Pending dulu ya. Jangan lupa like, komen, love, dan vote😂 Terimaksih banyak semua. He He

__ADS_1


__ADS_2