
Pagi hari, di Universitas Trisakti, sebuah mobil mewah baru saja berhenti di parkiran. Hingga tak berselang lama, turunlah sepasang suami istri muda dengan raut wajah bahagianya jelas terpancar disana. Siapa lagi mereka jika bukan Sabilla Natasya Arsi dengan Farrel Ananda Putra.
Sabilla dan Farrel berjalan bergandeng mesra menelusuri koridor kampus. Tampilan Sabilla kali ini juga sungguh berbeda. Gadis itu tidak lagi pemalu seperti biasanya. Saat ini Sabilla justru sudah mulai percaya diri berjalan dengan Farrel di depan banyak orang. Jika biasanya Sabilla selalu menunduk tidak enak, tapi sekarang ia justru berjalan dengan wajah tegapnya. Menyapa setiap orang yang manatap kagum akan hubungan mereka berdua.
Karena semenjak dua bulan yang lalu, gadis itu sudah bertekat untuk memulai hidupnya kembali. Sabilla rasa apa yang dikatakan Farrel memang benar adanya. Berlarut dalam kesedihan sungguh tidak ada gunanya.
Bukanlah lebih baik Sabilla fokus untuk melanjutkan hidup? Dan membahagiakan orang terdekat yang masih sangat peduli pada dirinya?
Karena sampai kapanpun masa lalu tidak akan pernah bisa terulang kembali. Yang bisa kita lakukan hanyalah hidup lebih baik di masa depan.
Sabilla tidak mau menyia-nyiakan sisa hidupnya dengan kesedihan. Rasanya sudah cukup puluhan tahun Sabilla menyendiri, berlarut-larut dalam kesediahan dan nenyia nyiakan sisa hidupnya dengan kesedihan.
Saat ini Sabilla sudah memiliki seseorang yang juga harus ia bahagiakan. Yaitu Farrel.
Sabilla berjalan dengan penuh percaya diri tanpa memperdulikan lagi orang-orang disekitar dirinya. Karna saat ini julukan King and Queen kampus bukan lagi Farrel dan Diara, melainkan sudah berpindah tangan pada Farrel dan Sabilla.
Siapa sangka, penggemar Sabilla justru semakin banyak, mengingat gadis itu memang selalu terlihat ramah dan baik hati pada siapa saja.
"Cieee udah balik ke kampus ni ye, diantar suami lagi" Sorak Aura dari kursi miliknya saat Sabilla berjalan mendekat ke arahnya.
Sabilla tersenyum, gadis itu duduk di kursi yang biasa ia duduki. "Apaan sih netijen" Celetuk Sabilla sembari menaruh tas samping miliknya diatas meja.
"Andai gue juga bisa kayak lo Bil, bisa mendapatkan kebahagiaan dari laki-laki yang sayang sama gue seperti kak Farrel. Mungkin gue juga akan merasakan kebahagiaan yang saat ini lo rasain. Tapi semua hanyalah angan-angan gue aja" Aura tersenyum getir, memalingkan pandangannya ke sembarang arah.
Mendengar ucapan Aura, Sabilla menoleh ke samping. Menatap sahabatnya itu dengan raut wajah datarnya.
"Bukannya lo yang ngajarin gue untuk tidak membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain wa? Kenapa sekarang jadi lo yang kemakan omongan sendiri?" Ucap Sabilla dengan kening berkerut.
"Karena teori sama praktek itu beda Bil. Mungkin kita mampu menguasai materi, tapi kita belum tentu mampu dalam mempraktekkannya."
Sabilla mencerna ucapan Aura, gadis itu paham tentang apa yang dimksud oleh sahabatnya itu. Sabilla merengkuh memeluk tubuh Aura.
"Kalau gue bisa bahagia, gue percaya, suatu saat lo juga bisa bahagia Wa. Mungkin Tuhan punya rencana yang indah buat lo. Meskipun begitu, gue akan selalu bersama lo. Hingga lo menemukan orang yang tepat, dan akan menjaga lo kelak. Lo nggak perlu sedih, semua udah di atur sesuai kehendaknya. Gue yakin dan percaya, bahwa suatu saat lo juga akan menemukan kebahagiaan lo sendiri"
__ADS_1
Sabilla memeluk Aura dengan sangat erat. Sementara Aura hanya diam tanpa menyauti ucapan Sabilla. Karena sesungguhnya gadis itu tidak tahu lagi harus menjawab apa. Karena dulu dirinyalah yang sering menasehati Sabilla dengan kata-kata bijaknya. Tapi sekarang Aura bahkan merasa bingung dengan permasalahan dirinya sendiri.
***
Siang hari pukul 14.00, Sabilla baru saja selesai kuliah. Gadis itu segera berjalan menuju taman Fakultas Teknik tempat dimana Farrel biasa menunggunya.
Benar, pria itu setiap hari selalu menunggu Sabilla saat jadwal kuliah Sabilla belum kelar. Begitu juga sebaliknya, jika Sabilla yang lebih dulu selesai, maka Sabilla lah yang menunggu Farrel di sana.
Farrel dan Sabilla selalu menghabiskan waktu bersama, bahkan mereka sudah seperti gula dan semut yang sangat sulit sekali untuk dipisahkan. Hal itu tentu saja sudah tidak asing lagi bagi para mahasiswa, terutama mahasiswa Fakultas Teknik. Karena mereka bisa dibilang jadi saksi kisah cinta Farrel dan Sabilla dari awal pertemuan mereka pada saat osepek.
"Kak Farrel" Sorak Sabilla dari arah belakang.
Farrel menoleh, pria itu tersenyum menatap istrinya yang tengah berjalan mendekat pada dirinya.
Farrel beridiri dari duduknya, pria itu merentangkan tangannya. Sabilla tersenyum, gadis itu tentu saja paham. Ia berjalan lebih cepat dan segera memeluk Farrel dengan erat.
"Udah?" Tanya Farrel.
Sabilla mendongakkan kepalanya ke atas, agar bisa lebih leluasa menatap wajah Farrel. Sabilla mengangguk dengan bibir tersenyum.
Satu kecupan mendarat di bibir mungil Sabilla. "Yaudah, kita pulang" Ajak Farrel yang kemudian menggenggam tangan Sabilla erat, berjalan menuju parikiran untuk mengambil mobilnya.
Di perjalanan, satu detikpun Farrel tak mau melepas genggaman tangannya dari Sabilla. Sesekali mereka saling melempar senyuman manis.
Seperti itulah kehidupan Sabilla selanjutnya, gadis itu sudah sangat ceria dari biasanya. Karena dirinya telah bersama dengan orang yang tepat sesuai keinginan Ayahnya.
Sabilla akan hidup lebih baik untuk kedepannya, karena sekarang ia sadar, bahwa Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya. Dan Sabilla sudah mampu melewatinya.
Kita tidak pernah tau jalan hidup seperti apa yang akan kita dapati dan jalani. Bahkan hal yang sangat kita inginkan belum tentu kita dapatkan. Hal yang selalu kita bayangkan belum tentu menjadi kenyataan.
Karena terkadang, hidup berjalan tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Takdir datang tanpa di duga-duga. Di balik kesedihan, kebahagiaan akan selalu menunggu di belakangnya.
Jangan pernah menyerah. Hidup tanpa kesedihan akan terasa hambar. Percayalah, kesedihan itu adalah nikmat jika kita bisa mensyukurinya.
__ADS_1
Orang kuat adalah mereka yang selalu sabar dan tegar ketika mendapatkan ujian dan cobaan.
Jangan pernah putus asa. Percayalah, di balik kesedihan yang kamu hadapi. Tuhan pasti sudah menyiapkan kebahagiaan yang lebih indah. Asal kita mau bersabar dan tabah dalam menghadapinya.
Satu hal yang dapat dipelajari. Jangan pernah mengutuk sesuatu yang buruk, karena kita tidak pernah tau hikmah apa yang ada di balik semua itu
Jika seandainya Ayah tidak pernah menjodohkan aku dengan kamu, mungkin saat ini hidup aku tidak akan seperti ini. Aku bersyukur, pilihan Ayah adalah orang yang tepat.
Terimakasih Ayah, I Love you so much.
Sabilla berkali-kali melirik Farrel yang tampak fokus mengemudikan mobilnya. Gadis itu tak henti-hentinya melebarkan senyumannya sambil mengucap kata syukur dalam hati.
**************SELESAI************
Haii assalamu'alaikum wr. wb.
Akhirnya cerita Sabilla ini udah sampi di penghujung kisah.
Aku sangat berterimakasih pada kalian yang masih mengikuti kisah Sabilla sampai sejauh ini.
Terimakasih banyak yang udah selalu dukung aku dengan like, vote, dan komen-komen positifnya. Terimakasih banyak yang selalu setia nunggu aku up๐๐๐
Aku juga meminta maaf yang sebesar-besarnya jika cerita ini tidak terlalu memuaskan bagi kalian semua. Tapi percayalah, aku sudah berusaha semampu aku untuk memberikan yang terbaik. Aku cuma nggak mau bikin episode lebih panjang lagi tapi nanti ceritanya justru seolah dipaksakan dan konfliknya di tambah-tambah kan jadinya makin membosankan. Ini aja aku lihat udah banyak yang kabur๐ญ๐ญ๐ญ
Tapi nggak papa deh, lebih baik mereka berhenti baca karyaku karena nggak suka. Daripada harus ninggalin komenan jahat.
Jangan di unfavoritkan dulu ya. Nanti aku akan kasih pengumuman cerita Aura dan extra part disini๐๐
Maafkan juga kalau masih banyaknya typo๐
Yang mau follow ig aku juga boleh
@Afrialusiana
__ADS_1
@Lusiafriaa
Memang ada dua, yang satu ig untuk informasi karya sama postingan quotes-quotes receh. Yang satu lagi akun pribadi aku. Terserah kalian mau follow yang mana๐ Terimakasih banyak๐๐๐๐