My Poor Wife

My Poor Wife
Masa Lalu Farrel


__ADS_3

"Kak Farrel" Panggil Sabilla.


"Kak Farrel" Gadis itu melambaikan tangannya di depan wajah Farrel hingga Farrel tersadar dari lamunannya.


"I-iya" Jawabnya terbata-bata.


"Kak Farrel kenapa sih? Aku lagi nanya kok kak Farrel malah bengong?" Tutur Sabilla mengerutkan keningnya.


"Hmm" Farrel diam sejenak, dua menit kemidian, pria itu kembali membuka suara. "Sebenarnya aku punya teman, bukan teman, bahkan sahabat..."


"Siapa?" Potong Sabilla antusias. Namun, Farrel tidak mengubrisnya.


"Tapi persahabatan aku dan dia hancur, saat aku mengkhianati dia"


"Mengkhianati?" Sabilla tampak berfikir sesaat. "Kenapa?" Gadis itu kembali melontarkan pertanyaan, namun Farel masih saja tidak menjawabnya. Pria itu masih tampak fokus bercerita dengan pandangan lurus ke depan. Sementara Sabilla yang sudah duduk di atas brankar itu, terus memperhatikan Farrel dengan fokus.


"Dia sahabat yang baik, bahkan sangat baik, tapi aku tega mengkhianati dia hanya karena seorang perempuan. Aku lebih memilih perempuan itu dari pada sahabat aku sendiri"


"Hingga suatu ketika, perempuan itu mengkhianati aku. Perempuan yang aku perjuangkan hingga aku rela meninggalkan sahabat aku, mengkhianati aku dengan berselingkuh di belakang aku."


"Terkadang aku menyesal, tapi ya mau gimana lagi, penyesalan memang selalu datang di akhir dan tidak ada gunanya"


"Tunggu, tunggu..." Sabilla menghentikan Farrel untuk melanjutkan ucapannya. Farrel menoleh sedikit mendongakkan kepalnya ke atas karena posisi pria itu saat ini tengah duduk samping brankar Sabilla.


"Kenapa?" Tanya Farrel.


"Kalo boleh aku tebak, apa perempuan itu kak Diara?" Tanya Sabilla ragu.


Farrel tersenyum menyeringai, memalingkan pandangan seolah pria itu tidak suka mendengar nama Diara.


Farrel mengangguk. "Kamu benar, perempuan itu memang Diara. Apa kamu juga bisa nebak? pria itu siapa?"


Kening Sabilla tertaut, raut wajah gadis itu berubah menjadi bingung. "Pria itu ada di sekitar aku juga? siapa?" Sabilla tampak berfikir sejenak.


Sedetik kemudian, mata gadis itu membulat, menatap Farrel seolah memberikan isyarat lewat tatapan mata.


"Apa jangan-jangan..."


"Iya, kamu benar, dia Kevin" Sambung Farrel saat Sabilla belum selesai melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Jadi dulu kak Farrel sama kak Kevin sahabatan? dan berantem gara-gara kak Diara?" Tanya Sabilla kaget.


"Lebih tepatnya bukan berantem. Tapi disini aku yang jadi pengkhianat, aku bahkan nggak mau dengerin ucapan Kevin pada saat itu. Aku ninggalin Kevin gitu aja karena lebih memilih diara. Bodoh" Farrel tersenyum menyeringai, seakan sangat menyayangkan perbuatan dirinya dulu.


"Dari awal kuliah, aku cuma menghabiskan waktu bersama Diara. Itulah sebabnya aku merasa sangat kecewa saat dia mengkhianati aku. Saat dia berani menduakan aku. Bahkan sampai berani ciuman di belakang aku. Hingga aku lihat semua itu dengan mata kepala aku sendiri."


"Mungkin bagi orang lain itu hanyalah hal seperle, hanya ciuman? Tapi bagi aku itu keterlaluan!"


"Tapi kak Farrel waktu itu juga cium aku, padahal kita nggak pacaran, berarti kak Farrel nggak ada bedanya dong sama kak Diara?"


"Tapi aku nggak selingkuh Sabil, pada saat itu aku hanya sakit hati sama Diara, dan aku benar-benar udah hilang akal. Hingga aku nekat melakukan hal itu hanya untuk membalaskan rasa sakit aku pada Diara"


"Tapi cara kak Farrel salah, kak Farrel justru mengorbankan orang lain dalam masalah pribadi kak Farrel"


"Iya aku salah, aku sadar, aku salah. Tapi entah ini memang sebuah kebetulan atau takdir, akhirnya kamu jadi istri aku juga kan?"


Sabilla hanya diam tanpa mengubris ucapan Farrel. Satu detik kemudian "Yaudah lanjut" Sahut Sabilla.


"Kalo dipikir-pikir, konyol memang, padahal pada saat itu Kevin udah pernah peringatin aku, Kevin juga udah bilang kalo mereka putus nggak jauh beda sama masalah yang menimpa aku. Diara selingkuh!"


"Jadi dulu Kak Farrel, Kak Kevin sama kak Diara satu sekolah? gitu?"


"Hingga pada saat kuliah, aku bertemu dengan Diara. Aku lihat dia sebagai gadis baik. Apalagi saat aku tau semua tentang dia, bahkan saat dia selalu menangis karena tidak diperlakukan dengan baik oleh orang tuanya."


"Hingga suatu ketika, aku ngenalin Diara sama Kevin, dan mereka berdua sama-sama syok dong. Sampai di rumah, Kevin bilang kalo Diara adalah mantan dia yang selama ini dia ceritain."


"Karena aku udah terlalu sayang sama Diara, aku bahkan nggak percaya dengan kata-kata Kevin. Aku justru berfikir kalo Kevin juga suka sama Diara dan ingin merebut Diara dari aku. Itulah sebabnya aku memilih menjauh dari Kevin."


"Aku hanya menghabiskan hari-hari aku bersama Diara, hingga suatu ketika Tuhan menunjukkan sama aku semua kebusukan dia. Dan pada saat bersamaan, tuhan juga menghadirkan kamu."


Sabilla mengangguk paham. "Jadi itu, alasan kenapa selama ini Kak Farrel sama Kak Kevin selalu berantem? Jadi semua itu karena kak Diara? beruntung banget ya, kak Diara banyak yang sayang." Sabilla memalingkan pandangannya, gadis itu berbicara seolah tidak ikhlas.


"Bukan, semua itu bukan karena Diara. Tapi karena kamu. Aku nggak suka kamu dekat-dekat sama Kevin. Makannya aku marah-marah terus"


"Alah boong!" Sabilla memutar bola matanya malas. Gadis itu kembali merebahkan tubuhnya dengan posisi membelakangi Farrel.


Farrel tersenyum, pria itu memeluk Sabilla dari belakang dengan sangat erat.


"Diara hanya masa lalu, dan aku tidak pernah peduli lagi akan hal itu. Karena sekarang yang terpenting aku udah bersama kamu. Masa depan aku" Ucapnya di telinga Sabilla.

__ADS_1


Sabilla tersenyum. Namun, gadis itu tetap saja bertingkah sok cuek. "Ih apaan sih. Lepasin" Ucap Sabilla mencoba melepaskan tangan Farrel dari tubuhnya.


"Kalo aku nggak mau gimana?" Sahut Farrel menggoda Sabilla.


"Gausah peluk-peluk ih"


"Setau aku ya, kalo perempuan bilang jangan peluk, berarti tandanya mereka minta di peluk. Berdasarkan hasil pengamatan aku selama ini, apa yang dikatakan oleh perempuan itu biasanya selalu berbanding terbalik dengan keinginan hatinya."


"Sok tau banget sih" Sahut Sabilla masih enggan untuk menghadap Farrel.


"Tapi bener kan?"


"Enggak"


"Bener"


Sabilla memutar tubuhnya menghadap Farrel.


"Terus sampe sekarang kak Farrel sama kak Kevin masih belum baikan?"


"Kamu nggak liat akhir-akhir ini aku udah mulai kembali dekat sama Kevin? Pada saat ulang tahun kamu, aku juga udah minta maaf kok sama dia. Kita udah sepakat akan memulai semuanya seperti dulu lagi."


"Terus kak Farrel dimaafin gitu aja?" Farrel mengangguk.


"Yaiyalah, kak Kevin kan orang baik"


"Jadi maksud kamu aku nggk baik?"


"Enggak"


.


.


.


.


.

__ADS_1


Masih ingat nggak waktu si Kevin bilang Diara pengkhianat? jadi gini guys, dia pernah ada hubungan sama Diara. Wkwk makannya Kevin keliatan nggak suka bgt sama Diara. Masa lalu ternyata.


__ADS_2