
Aku tak pandai berpuisi, aku juga tak pandai merangkai kata mutiara, karena aku hanya bisa bercerita. Selamat membaca, semoga kalian suka💕💕💕
"A-apa kak?" saut Sabilla menoleh ke arah Kevin yang sedikit terlihat kebingungan.
"Kamu kenapa bengong?" tanya Kevin.
"Nggak kok, nggak bengong, yaudah kak kita pulang aja yok" ajak Sabilla segera bangkit dari duduknya.
Kevin pun mengangguk, sebelum dirinya ikut berdiri dan berjalan keluar dari klinik bersama Sabilla.
"Kamu pulang sama siapa Bil?" tanya Kevin melirik Sabilla yang tengah berjalan di samping dirinya. Ia sedari tadi tak henti-hentinya memperhatikan gadis cantik tersebut yang hanya fokus pada jalannya.
"Aku di jemput Pak Jonet kok kak" Seru Sabilla tersenyum ke arah Kevin.
"Oo gitu, aku kira kamu nggak dijemput. Aku mau nawarin kamu pulang bareng aku"
"Aduh maaf ya kak, barusan baru aja aku kabarin Pak Jonet" Sabilla yang sebelumnya sibuk dengan ponselnya, kemudian kembali memasukkan ponsel tersebut ke dalam tas samping miliknya.
"Iyaa nggak papa kok Bil" Balas Kevin melebarkan senyumannya ke arah Sabilla.
***
"Di kediaman Asep, Yamin tengah sibuk menyiapkan makanan di meja makan, tak lupa pula dirinya memasak semur ayam kesuakaan kedua jagoan dan suaminya itu.
"Selamat malam mama sayang" Farrel yang baru saja datang dari kamarnya, mengecup pipi wanita yang telah melahirkan dirinya itu terlebih dahulu, sebelum ia menarik satu kursi untuk segera ia duduki.
"Malam juga sayang" Seperti biasanya, Yasmin selalu membalas dengan kecupan kembali di pipi jagoan tampan dirinya itu.
"Dek, nanti kalo kamu udah punya istri nggak boleh cium-cium Mama lagi ya" Seru Asep membuat Yasmin yang sedang menuangkan minuman untuk dirinya terhenti seketika.
"Kenapa emangnya Pa?" tanya Farrel bingung.
"Udah cukup selama ini Papa berbagi sama kamu dan kakak kamu. Setelah kalian menikah, Papa nggak akan mau lagi berbagi sama kalian. Dulu aja sebelum ada kalian Mama cuma milik Papa seorang" Kata Asep tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Oo jadi Papa nggak suka ada kita di dunia ini?" Faris yang baru saja datang menyauti ucapan sang Papa. Mengecup pipi Yasmin dan kemudian duduk di meja makan yang masih kosong.
__ADS_1
"Bukan gitu maksud papa..."
"Udah deh Pa, jadi ini alasan Papa nyuruh aku cepat-cepat nikah? kalo tau gitu ngapain juga Papa dulu hamilin Mama? kalo nggak kenapa waktu kita lahir nggak dititipin aja ke panti asuhan? biar papa puas berdua sama mama tanpa ada yang ganggu"
Farrel berucap dengan nada yang sedikit meninggi, membuat Asep mengerutkan keningnya bingung.
"Bener tuh, kalo memang Papa nggak suka kita dekat-dekat sama Mama, harusnya dari dulu Papa buang aja kita, kasih ke orang kek, apa kek. Giliran bikinnya aja senang, pas udah jadi seenaknya ngomong begitu. Kita sebagai seorang anak ya udah pasti membutuhkan sosok ibu." delik Faris memutar bola matanya malas, kemudian menatap sang Papa dengan tatapan yang begitu tajam.
"Lah, kok kalian jadi marah sama Papa sih? Papa kan cuma becanda" Seru Asep yang sudah menjadi ciut dengan ucapan kedua putranya.
"Becanda sih becanda, tapi jangan sampe nusuk ke hati juga dong. Sakit, tapi nggak berdarah" timpal Farrel.
"Ma, ini anaknya pada kenapa sih" Asep menoleh ke arah Yasmin yang berada di samping dirinya, berharap adanya pembelaan dari istri tercinta tersebut.
"Papa sih, becandanya kelewatan. Anak-anak meskipun udah dewasa kayak gini juga punya perasaan loh pa" timpal Yasmin yang ikut menyalahkan Asep.
"Loh, kok semua jadi nyalahin Papa? kalian kenapa sih?" tanya Asep yang sudah terlihat mulai panik.
"Sekarang gini aja deh Ma, kalo memang Papa nggak suka kita dekat-dekat sama Mama, kita pergi aja dari rumah ini. Dan aku, nggak akan pernah melanjutkan perjodohan!"
"Mama bujuk kenapa sih anaknya, Papa kan cuma becanda Ma!" Asep memohon pada Yasmin.
"Kan udah Mama bilang, papa sih kebiasaan becanda, tapi nggak mikir juga anaknya sakit hati apa enggak karena candaannya. Becanda sih boleh-boleh aja Pa. Tapi ada batasnya juga"
"Ya terus sekarang Papa harus gimana dong?" tanya Asep.
"Ya Papa samperin kek ke kamar mereka, minta maaf. Gini kan jadinya, anak belum pada makan juga, gara-gara candaan Papanya malah jadi bete duluan" Ketus Yasmin yang sudah mulai ikutan cemberut pada sang suami.
"Yaudah deh, Papa samperin, minta maaf"
Asep segera meniki anak tangga menuju kamar sang putra, setelah sampai di pintu kamar Faris dan Farrel yang memang bersebelahan, Asep tak segan-segan mengetuk pintu tersebut, namun tak ada sahutan dari dua jagoannya itu.
"Farrel, Faris, buka dong. Maafin Papa. Papa kan cuma becanda. Kenapa sekarang kalian jadi baperan gini sih" Sorak Asep dari balik pintu. Membuat Farris dan Farrel tak henti-hentinya menahan tawa di dalam kamar.
Dan tak lama kemudian, terbukalah dua pintu kamar tersebut bersamaan.
__ADS_1
"Praaaaankkkkkkkkk"
Farris dan Farrel bersorak dengan serentak, mengejutkan Asep yang baru saja hendak turun dari kamar putranya tersebut. Rasanya begitu puas bagi adik dan kakak itu membalas perbuatan sang Ayah selama ini sering menjahili mereka dan sang Mama.
Yasmin yang juga mendengar sorakan dua jagoannya itu dengan histeris, tak henti-hentinya tertawa di meja makan. Sebenarnya sedari tadi ia sudah tahu bahwa putranya itu hanya ingin mengerjai sang Ayah. Karena barusan, Farrel sudah lebih dulu mengedipkan mata pada dirinya sebelum drama dimulai. Dan Yasmin tentu saja paham dengan apa yang dimaksud oleh putranya tersebut.
"Dasar kalian ya, kurang ajar bikin Papa jantungan"
Asep yang merasa kesal dengan ulah kedua putranya yang tidak lagi anak-anak itu, kembali berjalan menghampiri mereka berdua. Menjewer telingan Faris dan Farrel seraya membawa kedua pria tampan tersebut segera turun menuju meja makan kembali.
"Aduhh Papa sakit ih lepasin" Seru Farrel yang berusaha melepaskan tangan sang Papa dari telingannya.
Setelah sampai di meja makan, Asep melepaskan tangannya dari telinga putranya itu.
"Rasain, emangnya enak kena prank, Papa sih, biasanya becandain kita mulu. Papa fikir kita nggak bisa balas" Seru Faris yang tertawa puas telah menjahili sang Papa.
Asep menoleh ke arah Yasmin yang sudah kembali diam seolah tidak tahu apa-apa. "Mama nakal juga ya, ikut ikutan ngerjain Papa" Seru Asep yang tanpa aba-aba mengecup bibir sang istri di depan anak-anak mereka, membuat Yasmin membulatkan bola matanya, rasanya ia benar-benar malu pada kedua putranya itu.
"Ekhemmm bisa nggak sih nggak usah disini" Ucap Faris yang sudah jelas menyindir sang Ayah.
"Oiya lupa, disini ada jomblo" Seru Asep yang kemudian tertawa mengejek kedua putranya tersebut.
"Ekhemm yang satu kan 2 hari lagi udah nggak jomblo Pa" Seru Yasmin melirik ke arah Farrel yang saat ini menatap ke sembarang arah seolah tidak mendengar apa-apa, membuat Faris, Yasmin, dan Asep tertawa memecah keheningan di rumah mewah tersebut.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, dan Vote ya. terimakasih :)
__ADS_1