My Poor Wife

My Poor Wife
Dari Kejauhan


__ADS_3

Aku tak pandai berpuisi, aku juga tak pandai merangkai kata mutiara, karena aku hanya bisa bercerita. Selamat membaca, semoga kalian suka๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


"Kak Kevin?" Sabilla mengerutkan keningnya, menatap Kevin dengan heran. "Aura mana kak?" tanya Sabilla.


"Aura dari tadi nyariin kamu. Dia kira kamu hilang. Sekarang dia ada di tenda"


"Apaan sih jangan ngomong sembarangan kak, seram tau disini" Sabilla memutar bola matanya ke arah sekitar. Di pagi hari ini, bulu kuduknya sukses merinding membayangkan hal yang tidak-tidak.


"Ya abis semalam kita nyariin kamu ke seluruh tenda yang ada disini, tapi nggak ada. Gimana kita nggak cemas coba."


"Oooo anuu ooo" Sabilla menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Semalam aku tidur di tenda senior kak" Sabilla menundukkan pandangannya gugup.


"Senior? senior yang mana? Kenapa nggak tidur di tenda kamu aja?"


"Itu masalahnya kak, kemaren aku belum tau kelompok berapa. Terus aku nemuin senior, dan karena hari udah malam, mereka nyuruh aku tidur sama salah satu senior." Sabilla menggigit bibir bawahnya merasa gugup karena berbohong.


Sabilla bukan malu mengatakan bahwa dirinya semalam tidur bersama Farrel. Tapi hanya saja ia tidak ingin Kevin mengetahui apa yang terjadi semalam dengan dirinya dan juga Diara.


"Senior yang mana? Semalam aku ngumpul sama semua senior nggak ada lihat kamu lo Bil" Kevin menatap Sabilla dengan curiga.


"Apa jangan-jangan ada yang kamu sembunyiin dari aku?"


Sungguh, tatapa Kevin membuat Sabilla begitu gugup. Karena Sabilla memang anak yang sulit sekali untuk berbohong. Raut wajahnya akan terlihat jelas bahwa dirinya sedang takut setiap kali ia berbohong.


"Ng ngakk kok kak, aku nggak boong, benaran, suer" Sabilla mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya mencoba meyakinkan Kevin.


"Hmmm" Kevin menatap Sabilla masih dengan tatapan penuh curiga. Karena dari raut wajahnya, Kevin yakin bahwa ada sesuatu yang Sabilla sembunyikan darinya.


"Sabil"


Sorakan Aura dari arah belakang menghentikan percakapan Kevin dan juga Sabilla. Ia menoleh ke arah belakang dimana asal suara itu berada. Aura berlari-lari kecil menuju Sabilla dan juga Kevin.


"Darimana aja sih lo? Dicariin kemana mana nggak ketemu!" Gerutu Aura yang saat ini sudah berada tapat di depan Sabilla.


"Semalam gue tidur sama senior karena belum dapat kelompok"


"Oiya" Aura menepuk jidat. "Gue sampe nggak sadar, semalam sebenarnya gue mau nanya itu sama lo. Tapi..."


"Tapi keburu ngambek karena cemburu?" Sabilla memegang dagu Aura seperti yang biasa Aura lakukan jika merayu dirinya. Dan hal itu sukses membuat pipi Aura merah merona seketika menahan malunya.


"Ekhemmm. Daripada ngeghibah mulu, mending kamu tarok tuh koper di tenda dan ganti baju. Karena bentar lagi kegiatan akan dimulai" Perintah Kevin pada dua juniornya itu seraya melipat kedua tangannya di dada. Menatap Sabilla dan Aura dengan begitu songong.


Aura dan Sabilla menoleh satu sama lain, keduanya saling membalas senyuman.


"Mandi dulu kalii kak baru ganti baju" Aura mengulurkan lidahnya mengejek Kevin.

__ADS_1


"Lo nggak pernah ikut camping sebelumnya apa Ra?" tanya Kevin sinis.


"Kenapa emangnya ?"


"Kalo lagi camping, biasanya kita jadi jarang mandi!"


"What? nggak mandi-mandi"


"Astaga, ***** banget sih! Bisa bedain nggak sih jarang mandi sama nggak mandi-mandi? Kalo jarang mandi ya palingan bisa nya cuma sekali sehari mungkin, itupun kalau bisa. Kalau nggak ya dua kali sehari"


"Idihhh acara apaan ini? Jorok banget!" Gerutu Aura dengan begitu kesal. Dengan cepat, Kevin membungkam mulut Aura dengan telapak tangannya.


"Suaranya bisa dipelanin dikit nggak sih? lo mau kedengeran sama senior terus dihukum? punya mulut di jaga, jangan asal ceplas ceplos aja."


"Apa aku harus ngomong kasar dulu biar Kak Kevin bisa deket gini sama aku?" Aura menatap Kevin dengan begitu kagum seraya mengkhayal seperti biasa. Kevin mengerutkan keningnya bingung, menjauhkan tangannya dari mulut Aura dengan segera.


"Apaan sih! Kenapa kamu harus dapat temen kayak gini sih Bil?" Kevin menatap sinis ke arah Aura.


"Ya bagus dong kak, Sabil dapat teman kayak aku. Kalo Sabil dapat teman yang sama kayak dia juga bisa berabe jadinya. Yang ada diem mulu, hidupnya jadi hambar!"


Kevin berfikir sejenak. "Bener juga sih. Udah ah cepetan siapa-siap. Nanti kalo kalian terlamabat gue nggak tanggung jawab loh ya!kena hukum baru tau rasa!"


"Kalo aku sih dihukum sama kak Kevin mah nggak papa. Ikhlas lahir batin malahan. Apalagi kalo dihukumnya sampe bikin kita berdua terus." Goda Aura menatap Kevin seraya menampilakan senyum genitnya. Hal itu benar-benar membuat Kevin merasa geli.


"Bye bye Kak Kevin, sampai ketemu bentar lagi. Jangan genit-genit ya ntar aku marah lo" Ucap Aura seraya berjalan mengikuti Sabilla. Seperti biasa, ia selalu mengedipkan matanya pada Kevin. Membuat Kevin selalu menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah juniornya yang satu itu.


***


Semua mahasiswa baru dan panitia (senior) telah berkumpul di lapangan yang ada di hutan tersebut. Hari ini, kegiatan pertama akan dimulai dengan outbound, dan dilanjutkan dengan penampilan yel-yel, bakat minat.


KBM (Kemah Bakti Mahasiswa) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiwa baru dengan mahasiswa tingkat atas (senior) dimana acara tersebut akan berlangsung selama 4 hari 3 malam.


***


"Baiklah adek-adek, untuk outbound kali ini kita akan mulai terlebih dahulu dengan kegiatan rafting / arum jeram. Disini, kalian benar-benar harus kompak agar perahu kalian seimbang dan tidak terbalik."


"Nanti kita akan berjalan terlebih dahulu menuju sungai, dan saat di perjalanan, ingat pesan saya kemaren, jangan sampai ada yang terpisah dari rombongan. Apa kalian mengerti?"


"Mengerti kak" Jawab maba serentak.


"Oke, mulai dari sana silahkan jalan"


Seluruh mahasiswa baru dan juga senior berjalan menuju sungai tempat mereka hendak melaksanakan kegiatan yang membutuhkan waktu sekitar 10 menit berjalan ke sana.


Di perjalanan, Sabilla dan Aura menyelipkan obrolan-obrolan ringan untuk menghilangkan lelah mereka.

__ADS_1


Saat baru sampai di tepi sungai yang begitu deras, namun airnya sangat jernih hingga menampakkan batu-batu yang ada di dalamnya. Sabilla tersenyum merasa bahagia melihat pemandangan tersebut.


"Nih minum dulu" Kevin yang baru saja datang memberikan satu botol air mineral pada Sabilla kemudian duduk di sebelahnya.


Sabilla meraih air tersebut. Kemudian, ia memberikan pada Aura yang tengah duduk di sampingnya.


"Nih Wa, dari kak Kevin" Bisiknya di telinga Aura.


"Bukannya itu buat lo?" Jawab Aura tanpa menoleh ke arah Sabilla. Karen dirinya merasa kesal dengan Kevin yang selalu saja mengabaikan dirinya dan justru selalu memperhatikan Sabilla.


"Bukan, ini buat lo, Kak Kevin cuma malu aja ngasih langsung sama lo, maklumin aja laki-laki" Sabilla tersenyum membujuk Aura.


Kevin menyenggol tangan Sabilla. "Apaan sih itu buat kamu" Seru Kevin berbisik di telingan Sabilla.


Sabilla menatap Kevin mengisyaratkan pria itu untuk diam dan tidak usah banyak bicara.


Aura tersenyum, kemudian mengambil botol yang berisiskan air mineral tersebut dari tangan Sabilla. Ia tak segan-segan meneguk minuman itu dengan sangat cepat.


Sabilla tersenyum melirik Aura yang merasa begitu bahagia.


Dari kejauhan, Farrel duduk di sebuh batu besar yang masih terletak di tepi sungai tersebut, menatap Sabilla, Kevin, dan Aura yang tengah asyik tertawa dan bercanda bersama. Hingga lamunannya buyar saat seseorang menepuk pundaknya.


"Ngapain lo Rel, udah mau mulai tuh"


"Iya bentar lagi gue kesana" Farrel segera bangkit dari duduknya. Berjalan menuju rombongan senior laiinya. Di setiap langkah kakinya, pandangannya masih tak terlepas dari Sabilla. Ia memperhatikan dengan seksama bagaima gadis yang selalu ia bentak itu tertawa, bahagia, dan bercanda bersama Kevin dan Aura.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa dukung Author dengan cara like, komen, dan vote ya.


Kalo ada yang janggal atau kesalahan, mohon di kasih tau aja. Soalnya aku juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Tapi intinya komentar dan masukannya yang positif ya. Jangan yang menghujat, aku baperan soalnya. Terimakasih๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™

__ADS_1


__ADS_2